Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
G5 Perasaan Yang Mengganggu


__ADS_3

Julia setiap hari selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk dirinya sendiri. Ia ingin kembali ke tubuhnya sendiri walaupun tubuhnya yang sekarang terlihat lebih menarik.


Sampai suatu saat Julia terbangun dengan roh Irene di dalamnya. Irene berteriak saat melihat wajah Julia. Ia merasa jijik dengan wajahnya sendiri. Apalagi saat ia melihat tubuh Julia. Ia ingin kembali ke tubuhnya sendiri.


Irene mendatangi kediaman Bagas. Ia mengaku-ngaku sebagai Irene. Satpam yang bertugas bingung. Bagaimana mungkin Nyonyanya yang cantik dan mulus menjadi jelek seperti wanita di depannya ini.


Bagas hendak pergi bekerja. Ia melihat keributan di depan rumahnya.


“Bagas. Ini aku Irene.” Irene mengakui dirinya. Bagas juga tahu. Tapi ia pura-pura tidak tahu.


“Pak, jangan ijinkan wanita ini berada di dekat rumah. Usir dia. Kalau perlu lapor polisi.” Bagas menolak dengan dingin kehadiran Irene.


Irene memang wanita yang dulu ia cintai sampai ia mendapat fakta jika Irene hanya menginginkan hartanya dan yang paling ia tidak suka karena Irene menyakiti Alice,


“Bagas ... Bagas ...” Irene mengejar mobil Bagas. Tentu saja ia gagal. Irene mencoba mendatangi kantor Bagas. Lagi-lagi ia ditolak dan dikatai orang gila. “Nyonya kami itu cantik. Tidak seperti kamu yang jelek dan jerawatan.”


Tentu saja siapa yang akan percaya Irene ada di tubuh Julia. Irene berpikir dan berpikir.


Victor! Victor pasti percaya padaku. Irene mendatangi Victor. Ia mengaku kalau ia adalah Irene. 

__ADS_1


Victor mendengus tidak percaya. “Irene itu ada di rumahnya.” Bagaimana bisa Irene menjadi jelek sejeleknya seperti wanita di depannya ini. Victor hendak mengusir Irene.


“Kita pernah bercinta di kota A, di kota B, di kota C, di kota D, di kota E. Apa perlu aku sebutkan lokasi lainnya? Di kamarmu, di taman belakang rumahmu, di kamar mandi rumahmu. Kita sudah pernah bercinta berkali-kali. Dan di tubuhmu ada tato bertuliskan namaku.”


Semua penjelasan Irene membuat Victor percaya. Hanya Irene, wanita yang sering bercinta dengannya. Wanita lain hanya numpang lewat sesekali supaya ia tidak bosan. Ia sering membawa Irene bepergian bersama.


“Di mana letak tato itu?”


“Di paha sebelah kananmu.”


Victor jadi benar-benar yakin ia Irene. “Jadi siapa wanita di rumah Bagas?”


“Ia mempunyai wajah dan tubuh sepertimu.”


“Aku tidak tahu wanita itu siapa. Tapi aku Irene.”


“Buktikan jika kau adalah Irene.” Victor ingin bercinta dengan Irene. Ia membawa Irene masuk ke dalam kamar tidurnya.


Irene membuka pakaiannya.

__ADS_1


Tubuh yang jelek. Victor merasa jijik tetapi ia mau tahu. Ia tahu bagaimana permainan Irene di ranjang.


Mereka memulai permainan. Victor merasa jijik bercinta dengan tubuh Julia. Tubuh Julia paling jelek dibanding wanita-wanita yang pernah tidur dengannya.


Tetapi saat melakukannya, tubuh Julia memberi sensasi yang hebat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Irene juga merasakan yang sama. Tubuh Julia berbeda dari tubuhnya.


Mereka melihat ada noda merah di sprei. Tubuh Julia masih peraw**.


“Ternyata wanita ini masih suci. Victor, kamu beruntung. Bukankah kamu selalu ingin meniduri wanita suci.”


Victor tersenyum kecil. 


Di tempat lain. 


Tanpa sengaja Julia menjatuhkan gelas yang baru saja ia minum airnya. Ia hendak memungut pecahan kaca tapi dilarang oleh pelayan. “Biar kami saja yang membersihkannya, Nyonya.”


Perasaan Julia terasa tidak enak.


 

__ADS_1


__ADS_2