
Apa Dafa mau main sulap? Kiran juga belum tahu apa yang akan ditunjukkan Dafa. Ia tak pernah melihat Dafa berlatih.
Dafa membawa pesawat terbang kertasnya. Ia melemparkannya dan pesawat terbang itu kembali padanya.
“Wow ...” Kekaguman muncul dari murid-murid yang masih SD.
Dafa lalu mengambil pesawat terbang lainnya. Saat ia menerbangkannya pesawat itu terpisah menjadi tiga pesawat dan kembali lagi ketiga-tiganya.
Sekali lagi semua penonton terpesona. Bagaimana bisa pesawat kertas bisa berbelok arah ke orang yang menerbangkan mereka.
Dafa mengambil lagi pesawat terbang berbentuk hati. Ia menerbangkannya dan pesawat berbentuk hati itu jatuh ke arah Kiran. Kiran melihat ada tulisan I Love You. Kiran jadi tersipu.
Pertunjukkan Dafa berakhir dengan tepuk tangan meriah. Kiran menyimpan baik-baik pesawat terbang berbentuk hati itu di dalam bukunya. Ia tak mau kertas itu rusak atau terlipat.
“Kapan kamu berlatih?” Kiran tak pernah tahu jika Dafa akan melakukan pertunjukkan pesawat terbang.
“Malam waktu kamu sudah tidur.”
“Di pesawat kertas berbentuk hati itu ada tulisan ...” Kiran ingin memastikan perasan Dafa.
“I love you ...” Dafa berbicara langsung ke Kiran.
Kiran hanya tersipu. “I love you too ...” Dafa memeluk Kiran.
“Hmh Hmh ... Di sekolah nggak boleh mesra-mesraan. Bikin iri kita yang jomblo-jomblo ini,” ucap salah satu teman mereka.
__ADS_1
Sore itu para anak kecil mendatangi rumah Dafa. Mereka ingin belajar dari Dafa cara membuat dan menerbangkan pesawat terbang kertas. “Kak Dafa ...”
Dafa mengambil kertas dan mengajari mereka.
“Pertama-tama lipat seperti ini.” Dafa memberi contoh. “Lalu seperti ini.” Anak-anak kecil menirunya.
Kiran datang sambil membawa buah stroberi untuk camilan.
Mereka lalu menerbangkan pesawat kertas buatan mereka. Pesawat kertas buatan anak-anak kebanyakan gagal dibuat. Pesawat kertas yang bagus harus dilipat dengan baik dan tangan anak-anak kecil itu belum bisa melipatnya dengan baik.
“Kakak Dafa buatin.” Seorang anak menyerahkan selembar kertas baru ke Dafa.
“Aku juga Kak, buatin.”
Dafa membuat pesawat terbang untuk mereka semua. Mereka akhirnya bisa menerbangkan pesawat terbang yang bisa terbang kembali ke mereka.
Lulus SMA Kiran dan Dafa langsung menikah.
Malam pertama mereka.
“Apa yang kamu pakai?” Kiran bertanya.
“Ini ... Supaya kamu tidak hamil.”
“Kamu nggak mau punya anak dari aku?” Mata Kiran mulai berair.
__ADS_1
“Tentu saja aku mau punya anak dari kamu, Ki. Tapi kita masih berumur 18 tahun. Aku baca kalau seorang wanita sebaiknya melahirkan anak di usia 21 tahun. Saat tubuh mereka sudah siap.”
“Aku nggak pa pa jadi mama muda.”
“Aku takut punya anak sekarang. Banyak resiko di kamu dan bayi kita nantinya. Bayi kita bisa prematur dan kamu bisa meninggal.” Dafa tak mau ditinggal mati karena keegoisannya. Ia harus berhati-hati selama tiga tahun ini.
“Cuma tiga tahun, Ki. Tiga tahun itu nggak lama, kok.”
Kiran dan Dafa menunggu tiga tahun untuk memiliki anak.
Tiga tahun kemudian.
Dafa sudah tidak memakai pengaman lagi. Mereka sudah bersiap untuk punya anak. Kiran menyiapkan tubuhnya dengan makan makanan yang bergizi.
Di ruang tamu.
Kiran sedang menonton TV bersama Dafa. Ada pertunjukkan musik dari lima bocah yang lucu-lucu. Mereka terlihat imut dengan jas penguin mereka.
“Dafa, lihat. Mereka lucu-lucu. Nama mereka Mozart, Beethoven, Schubert, apalagi yang kembar Bach dan Chopin.” Kiran merasa gemas.
*Mozart, Beethoven, Schubert, Bach dan Chopin adalah nama musisi yang terkenal di dunia. Nama-nama mereka dipergunakan oleh karakter Ariel dan Vincent untuk Nana anak-anak mereka di cerita bagian H. Silahkan dibaca.
“Kamu mau punya lima anak seperti mereka?” tanya Dafa.
“Mau. Tapi dua saja sudah cukup.”
__ADS_1
“Baik. Ayo kita mulai.” Dafa mencium Kiran. Dari ciuman, malam panas mereka berlanjut.
End.