
“Suara Kakak ipar seperti suara malaikat,” puji Steven.
“Pujianmu terlalu berlebihan.”
“Apa aku terlihat seperti berbohong?”
Violet menganggukkan kepalanya. Pujian dari Steven tidak terasa nyata di telinganya.
“Kak Agus sudah menemukan penyanyi yang tepat.” Steven turut bahagia. “Tapi Kak Agus harus berterima kasih denganku. Aku yang bikin Kakak ipar bernyanyi sehingga Kakak bisa mendengar nyanyian Kakak ipar. Buatkan aku satu lagu yang bagus, Kak.”
Sudah lama Steven menunggu lagu ciptaan Agus tetapi lagu itu belum tercipta sampai sekarang.
Agus sibuk memasak. Sambil memasak ia menciptakan nada baru untuk lagu yang akan ia ciptakan. Steven mendekatkan ponsel milik Agus untuk merekam yang disenandungkan Agus.
Inspirasi yang datang harus segera direkam supaya tidak hilang di memori.
Masakan jadi dalam waktu tidak lama. Agus langsung masuk ke studio tempat ia biasa membuat lagu.
“Kakak ipar mungkin belum tahu dengan sikap Kak Agus yang seperti ini. Kalau ia lagi mendapat inspirasi, ia sudah seperti orang gila. Nggak ada yang bisa ganggu dia.”
__ADS_1
“Steven cubit pipi aku.” Violet masih tidak percaya. Steven yang disuruh mencubit tentu saja mencubit Violet tanpa disuruh dua kali.
“Sakit ... “ Violet mengelus-elus pipinya. “Apa ini artinya aku itu istri dari August yang terkenal itu?”
“Betul sekali. Kakak ipar, aku harus pergi. Jangan lupa ingatkan Kak Agus buat makan supaya nggak kena maag.”
Violet mengetuk pintu studio yang tertutup. Ia membawa sepiring nasi berserta lauk yang belum tersentuh oleh Agus.
“Masuk.” Agus memperbolehkan Violet untuk masuk.
“Mas makan dulu.” Tetapi Agus tetap saja berkutat di alat-alat yang Violet tak tahu namanya itu. Violet menyuapi Agus yang tak kunjung makan. Selesai menyuapi Agus, Violet keluar dari studio karena tak ingin mengganggu Agus bekerja.
Agus akhirnya keluar dari studionya.
...***...
Violet akhirnya mulai terbiasa dengan rutinitas Agus sebagai musisi. Sedikit banyak ia tahu apa yang Agus lakukan. Tetapi ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Tentang hubungan Agus dan ayahnya yang seperti buruk. Ia sempat bertanya ke Steven tetapi Steven mengatakan untuk bertanya langsung ke Agus.
“Mas, aku mungkin terlihat ikut campur dengan urusan keluarga Mas. Tetapi apa yang menyebabkan Mas dan ayah Mas tidak saling bicara lagi?”
__ADS_1
“Ayah menentang keputusanku menjadi musisi. Ayah ingin aku melanjutkan bisnisnya.” Alasan klise sebenarnya karena orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk putranya.
“Tapi Mas sekarang sudah menghasilkan uang dengan mencipta lagu.”
“Ayah tidak menyukai musisi karena ibu lebih memilih musik yang ia cintai daripada bersama kami. Ayah benci musik.”
“Mungkin itu tidak sepenuhnya benar. Steven bilang ke aku jika ayah menyimpan rekaman lagu ciptaan Mas.” Violet ingin mempertemukan Agus dengan Ayahnya.
Salah satu dari mereka harus mengalah. Dan tidak mungkin sang ayah.
“Aku ingin bertemu ayah Mas.”
“Aku tidak bisa membawamu ke sana.” Agus masih mengingat bagaimana gitar peninggalan milik ibunya yang sengaja dirusak oleh ayahnya walaupun ia menjerit memohon meminta ayahnya menghentikan aksinya.
“Mas sudah pernah memaafkan maling yang mencuri gitar. Mas juga bisa memaafkan ayah Mas.” Violet masih berusaha.
...***...
Violet berpikir dan berpikir. Tidak mungkin mengajak Agus bertemu sang ayah. Ia harus mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Violet menyusun siasat dengan Steven. Ia tahu jika Steven berada di pihaknya.
__ADS_1