Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
A26 Menolong Joshua


__ADS_3

Hana datang ke rumah sutradara B untuk menemui sutradara B guna bertanya perihal kelanjutan syuting film Ksatria Bima.


Sebelumnya Hana sudah mengenal sutradara B karena sutradara B adalah salah satu kenalan ayahnya.


“Selamat pagi, Tante. Om B ada?” Hana bertemu dengan istri dari sutradara B.


“Ada. Masuk dan duduk dulu. Tante panggilkan Om.”


Hana duduk di sofa. Tak lama kemudian sutradara B datang.


Hana langsung berdiri dari tempat duduknya. “Om ...”


“Hana, ada apa?” Sutradara sedikit terkejut dengan kedatangan Hana.


“Om, apa saya boleh mengetahu alasan kenapa film Ksatria Bima tidak bisa dilanjutkan?” tanya Hana.


“Ada investor yang menarik dananya. Seperti yang kamu tahu film ini butuh dana cukup besar karena ada CG dan lainnya. Karena itu kami tidak bisa melanjutkannya.”


*CG \= Computer Graphic \= efek komputer


“Berapa dana yang dibutuhkan, Om?”


“Sepuluh milyar.”


“Jika dananya terkumpul, apa Om bisa syuting lagi?”


“Bisa. Tapi dana sebanyak itu siapa yang akan memberikannya?”


“Om, maaf jika Hana lancang. Hana punya ide supaya kita bisa mengumpulkan dana untuk syuting. Kita akan mendatangi sponsor-sponsor. Tidak perlu mereka mengeluarkan uang sebesar sepuluh milyar tetapi cukup seratus juta per sponsor. Dengan 100 sponsor kita bisa mengumpulkan dana sebanyak itu.”


“Apa mereka mau?”


“Kita beri timbal baliknya ke mereka. Kita tunjukkan logo produk mereka selama beberapa detik di film. Atau produk mereka bisa dipakai sebagai properti syuting.”

__ADS_1


“Ide bagus.” Sutradara B juga ingin melanjutkan syuting.


“Tapi apa Om bisa menemani Hana menemui mereka supaya mereka bisa lebih yakin saat bernegosiasi?”


“Bisa. Kita mulai kapan?”


“Hari ini Om. Om bisa?”


“Bisa. Om ganti baju dulu.” Sutradara B mengganti pakaian rumahnya dengan pakaian yang lebih formal.


Hana sudah membuat list perusahaan yang sekiranya akan membantu produksi film. Hana dan sutradara B mendatangi perusahaan-perusahaan yang sekiranya bisa membantu mereka untuk dana produksi.


Saat ini mereka mendatangi perusahaan A.


“Selamat siang. Saya ingin bertemu dengan direktur A.” ucap Hana kepada resepsionis.


“Apa Anda sudah membuat janji sebelumnya?”


“Atas nama siapa?”


“Hana.”


“Silahkan Anda naik ke lantai 10.”


Hana menemui direktur A. Ia disambut baik oleh direktur A.


“Om, kedatangan Hana ke sini untuk meminta bantuan Om.” Hana menjelaskan duduk perkara dan apa yang ia butuhkan dibantu oleh sutradara B.


“Om akan membantumu. Om percaya padamu.” Direktur itu memberikan cek senilai 100 juta.


“Terima kasih banyak, Om.”


“Om juga punya kenalan yang sekiranya bisa membantu.” Direktur A memberikan nomor kontak ke Hana.

__ADS_1


“Terima kasih banyak, Om. Hana pergi dulu."


Setelah itu Hana dan sutradara B menuju perusahaan lain. Hana dan sutradara B melakukannya selama seminggu dan berhasil mengumpulkan dana tambahan.


Syuting akhirnya bisa dilanjutkan lagi.


Joshua tentu saja merasa senang. Sampai akhirnya ia mengetahui jika Hana membantu secara diam-diam.


“Aku baru tahu jika kamu yang bergerak mencari sponsor bersama sutradara B.”


“Kakak tahu dari siapa?” Hana memang merahasiakannya dari siapapun.


“Dari ... Aku mencuri dengar saat syuting.”


“Apa Kakak merasa terganggu?”


“Tidak. Aku justru berterima kasih. Tapi dari mana kamu bisa mendapatkan dana sebanyak itu?”


Hana menatap Joshua. “Kakak jangan marah, ya.” Hana tahu Joshua akan merasa teriritasi saat mendengarnya.


“Kamu tidak ...” Joshua jadi berpikir yang aneh-aneh.


“Kakak jangan marah atau dimasukkan ke dalam hati ... Aku dan sutradara B mendatangi direktur perusahaan kenalan kak Terius.”


Joshua menunjukkan raut tidak bersahabat.


“Sebelum menikah, aku sering dibawa kak Te ke acara-acara formal dan informal. Dari situ aku berkenalan dengan petinggi-petinggi dan pemilik perusahaan besar.


Aku mendatangi mereka untuk meminta mereka menjadi sponsor. Aku diam-diam melakukannya karena Kakak pasti akan melarangku. Maafkan aku, Kak. Aku tak seharusnya membohongi Kakak.”


“Uang seratus juta yang berasal darimu itu dari mana?”


“Aku mendapatkannya dari perusahaan yang diwariskan kak Terius ke aku.” Hana tidak pernah bercerita tentang kepemilikannya di perusahaan T Corp. yang sebelumnya menjadi milik Terius. Hana mendapatkan keuntungan dari sana.

__ADS_1


__ADS_2