
Selesai makan siang, James masuk ke dalam bilik rekaman. Ia memasang headphone dan menghembuskan nafasnya lalu ia melakukan lip trill. James menggetarkan bibirnya supaya suara yang ia keluarkan tidak cempreng.
Eva yang menggendong Jingga menyemangati James dari sisi lain. James mulai bernyanyi. Satu kali take, rekaman selesai.
“Apa saya tidak perlu bernyanyi lagi?” tanya James. ia melihat raut kecewa di wajah August.
“Sudah cukup rekaman untuk hari ini. Lebih baik kamu berlatih vokal lagi.” Agus terdengar kejam. Tapi sebagai pencipta lagu walaupun ia sendiri yang memilih penyanyinya tetapi jika sang penyanyi suaranya tidak memenuhi harapannya sebaiknya perilisan lagu ditunda.
James merasa kecewa. Ia pulang ke rumah sambil menangis.
Di rumah.
“James, kamu kenapa?” Eva melihat mata James yang sembap.
“Eva ...” James meluapkan emosinya ke Eva. Ia menangis lagi. “Aku gagal rekaman. Kak August minta aku belajar vokal lagi.”
“Eh? Tapi tadi aku lihat di instagram resmi August ada perilisan lagu terbarunya dengan kamu sebagai penyanyinya minggu depan.” Eva bingung karena ia baru saja melihat pengumuman itu.
__ADS_1
“Jangan bohong.”
“Aku tidak bohong.” Eva mengambil ponselnya dan memperlihat postingan yang baru saja diupload beberapa menit yang lalu.
James membaca dengan perlahan postingan di akun centang biru August. “Tapi aku disuruh belajar vokal lagi.”
Apa maksudnya ini? Aku tadi disuruh pulang lalu kenapa minggu depan ada perilisan lagu? James bingung. Eva jadi ikut bingung.
“Kamu coba hubungi kak August,” saran Eva.
“Aku nggak punya nomor telponnya.”
James mengetikkan sebuah kalimat. Tapi ia menghapusnya. Ia mengetik lagi dan menghapusnya lagi. Ia bingung harus mengetik apa.
Sedangkan postingan terakhir di laman instagram miliknya sudah dipenuhi komentar dari fans yang mengucapkan selamat untuk James karena bisa merilis lagu ciptaan August.
Seminggu kemudian.
__ADS_1
Lagu karya August dengan suara James benar-benar dirilis tanpa James harus merekam suaranya lagi. James bingung karena ia sudah berpikir lagunya batal rilis. Lagi-lagi postingan terakhirnya mendapat komentar positif tentang suara nyanyian James.
Sebenarnya kemarahan August di bilik rekaman itu hanya bermaksud mengerjai James saja. Agus sudah puas dengan rekaman yang diambil sebelum makan siang.
Lagi-lagi lagu ciptaan August merajai tangga lagu. James senang melihat namanya menjadi urutan nomor satu. Ia bernyanyi dan bernyanyi. Ia harus terus berlatih karena jika ia mengadakan fan meeting, ia akan menyanyikan lagu ciptaan August.
Eva memperdengarkan suara nyanyian James ke Orion dan Mira. “Ini papa yang nyanyi lho.”
Orion dan Mira hanya tersenyum dan memperlihatkan gigi mungil dan gusi mereka. Mereka masih terlalu kecil untuk mengerti lagu untuk orang dewasa.
“James, suara nyanyianmu bagus,” puji Eva.
“Terima kasih.” James lalu membalas komentar yang masuk di instagramnya.
Nama James mulai dikenal lebih luas. Ia banyak tampil di TV dan acara radio. Tetapi hal itu hanya berlangsung sementara.
“Aku perhatikan seminggu ini kamu selalu di rumah. Lagi libur atau nggak ada kerjaan?” Eva tahu pendapatan aktor itu tidak seperti pegawai kantoran yang mendapatkan gaji tetap setiap bulannya. Bisa dapat banyak jika banyak job. Bisa nol jika tidak ada job. Ia harus pintar mengelola keuangan rumah tangga mereka.
__ADS_1
“Dua-duanya. Aku jadi managernya Orion dan Mira untuk sementara waktu.” James juga merasa job putra dan putrinya sekarang lebih banyak dari dirinya. Malah hasil endorse mereka berdua mengalahkan pendapatan dirinya.
Seperti hari ini, Orion menjadi pemain figuran bayi di lokasi syuting. James menggendong Orion. Eva tidak ikut karena menjaga Mira.