Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
E3 Harga Tertinggi


__ADS_3

Mawar tak ingin keluarga majikannya tahu tentang apa yang ia alami saat ini. Ia tetap mau bekerja menjaga Kai.


Mawar menurunkan tangannya dan memperlihatkan tubuh polosnya. Kameramen mengambil gambar close-up Mawar dari ujung rambut ke ujung kaki. Tak lupa bagian belakang Mawar. Mulai dari rambut, punggung, bokong hingga kaki.


Chat masuk. “Bisa perlihatkan bagian ...”


Operator mengetik, “Jika kau berhasil membelinya, kau bisa melihatnya sepuasmu.” Operator itu juga punya kode etiknya sendiri.


Operator itu mengetik. “Harga dimulai dari seratus juta.”  


Satu persatu harga mulai masuk.


“Dua ratus juta.” 


“Tiga ratus juta.” 


“Lima ratus juta.”


Harga semakin naik dan naik. Operator terlihat senang. Ia bisa dapat uang banyak. Mawar mendapatkan gelar gadis dengan penjualan tertinggi.


“Satu milyar.”

__ADS_1


“Dua milyar.”


“Lima milyar.”


Operator itu tidak melihat tawaran masuk lagi. “Lima milyar ke satu. Lima milyar kedua ...”


“Sepuluh milyar.”


Operator itu melihat harga tertinggi. “Sepuluh milyar pertama. Sepuluh milyar kedua. Sepuluh milyar ketiga. Terjual kepada Mr. X.”


Mawar telah laku. 


“Terima kasih. Berkat kamu, aku dapat harga tinggi.” Operator itu tiba-tiba menyentuh dada Mawar.


Operator itu langsung mengirimkan Mawar ke tempat pembeli setelah uang sepuluh milyar ditransfer ke rekeningnya.


Mawar melihat dari jendela mobil pemandangan yang asing tetapi tidak begitu asing. Sepertinya ia pernah ke kota ini. Tapi kapan ia pernah ke sini.


Mobil memasuki rumah yang cukup besar. Mawar turun lalu mobil itu pergi. Seorang pelayan datang menghampiri Mawar dan membawanya menuju ke kamar.


Apakah ini seperti di film-film di mana pembeliku akan meniduri diriku? Mawar tak ingin malam pertamanya ia habiskan dengan pria yang tidak ia cintai. Tetapi ia seperti sudah bukan manusia lagi. Ia sekarang hanya barang. Mungkin setelah meniduriku, ia akan membuangku?

__ADS_1


Mawar tiba di kamar yang cukup besar dengan dekorasi mewah. Mawar hanya bisa melongo melihat kamar yang besarnya seluas rumah itu. 


“Nyonya, kami akan membantu Anda membersihkan diri.” Pelayan lainnya datang.


Mawar dituntun menuju ke kamar mandi yang luasnya juga bukan main. Pelayan mendekati Mawar dan melepaskan pakaiannya. Mawar merasa risih. Pelayan lalu meminta Mawar masuk ke dalam kolam yang berisi aneka rempah-rempah untuk membuat harum tubuh Mawar. Mawar merasa rileks saat mencium aroma air mandinya itu.


Selesai membersihkan diri, pelayan lainnya datang membisikkan sesuatu ke pelayan yang sebelumnya. 


Pelayan yang melayani Mawar lalu keluar dan membawakan pakaian untuk Mawar. Sedangkan pelayan yang lain mengelap tubuh Mawar.


Apa ini kain sutra? Mawar menyentuh kain pakaiannya yang sangat lembut. Ia tak pernah mengenakan pakaian dengan bahan sutra sebelumnya. Pakaian yang ia pakai selalu pakaian bekas dari anak-anak Rosa. Pakaian yang sudah memudar warnanya dan terkadang sudah berlubang.


Jangan terlalu terlena. Ini mungkin malam yang tidak akan bisa kamu lupakan seumur hidupmu.


Benar. Mawar hanya budak. Ia telah dijual dan dibeli seperti barang. Pembelinya bebas melakukan apapun kepada Mawar. 


Mencambuknya? Memukulnya? Bisa pembelinya melakukannya. Membunuhnya? Sudah pasti bisa. 


Makanan didatangkan ke kamar Mawar. Karena lapar, ia memakannya. Mawar menunggu dan menunggu tetapi pembeli dirinya tak kunjung datang.


Apa aku selamat malam ini?

__ADS_1


Mawar tertidur saat malam tiba. Seseorang pria masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2