Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
H4 Gosip Di Sana Sini


__ADS_3

“Selamat siang semuanya.” Vincent berbicara di depan mic.


Request lagu berdatangan. Mereka meminta lagu Vincent dimainkan. 


“Saat ini di layar monitor di depan saya ada begitu banyak komentar dan request lagu. Salah satunya dari Panda Putih. Aku penggemarmu Vincent.” DJ radio berkata dengan nada ceria.


“Terima kasih.”


Acara radio berlangsung selama setengah jam dan berakhir. 


“Tak terasa sudah tiga puluh menit kita bersama dengan Vincent. Waktunya kita untuk berpisah. Sampai jumpa lagi besok.”


Vincent tidak mempunyai jadwal lagi. Mereka lalu pulang ke rumah untuk bersiap-siap menghadiri pesta.


Sore harinya.


Ariel sudah memilih pakaian untuk Vincent. Vincent bersiap-siap. Ariel merapikan letak dasi kupu-kupu yang dipakai Vincent.


Mobil melaju dan mereka tiba di sebuah butik pakaian branded. Vincent masuk dituntun oleh Ariel. 


“Tuan Vincent, selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?” Manajer toko sendiri yang melayani Vincent.

__ADS_1


“Carikan dress formal untuk Ariel juga sepatu yang serasi dengan gaunnya.”


“Baik, Tuan. Dimohon menunggu sebentar.” Manajer itu melihat bentuk tubuh Ariel. Ia mulai bergerak mencari gaun yang cocok untuk Ariel.


Sementara itu Ariel dan Vincent menunggu di ruang tunggu VVIP. Ariel merasa tidak enak. Vincent sudah menghabiskan banyak uang untuknya. Baju di sini pasti mahal-mahal.


Tak lama kemudian pakaian datang. Ariel masuk ke dalam kamar ganti dan mencoba gaun yang dibawa manajer. Ariel menunjukkan dirinya.


“Nona, Anda betul-betul cocok dengan gaunnya.” Puji Manajer.


“Apa kamu suka?” Vincent menanyakan pendapat Ariel.


“Saya mau mencoba gaun kedua, Tuan.” Ariel mengganti pakaiannya dengan gaun lainnya.


“Saya membeli kedua gaunnya,” ucap Vincent.


“Tapi Tuan ...” Ariel hendak menolak. Ia tadi melihat label harga dan harga gaunnya bukan main mahalnya. Ia tak pernah punya uang sebanyak harga gaun yang ia coba.


“Ini hadiah. Kalau kamu nggak suka bisa kamu buang atau jual. Nanti kita bisa beli lagi.”


Mereka lalu menuju ke tempat salon untuk menata rambut dan merias wajah Ariel yang dandanannya biasa-biasa saja. Ariel terlihat begitu cantik. Mereka lalu menuju ke pesta. Ariel menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


“Siapa wanita yang berada di sebelah Vincent?”


“Apa wanita itu calon istri Vincent?”


“Mungkin cuma asistennya.”


Acara pesta dimulai. “Terima kasih untuk semua yang hadir di pesta ini. Kita akan menyambut kedatangan Tuan rumah.”


Tuan Rumah hadir dan disambut oleh para undangan. Tuan Rumah berbicara beberapa patah kata. “Terima kasih telah hadir. Terutama untuk pianis kebanggaan kita, Vincent. Saya harap bisa mendengarkan permainan Anda di sini. Terima kasih. Silahkan menikmati makanan yang telah disediakan.”


Para wanita muda mendekati Vincent. Membuat Ariel terdorong ke belakang.


“Ariel.”


“Ya, Tu ... Kak Vincent.” Ariel sudah diminta Vincent untuk memanggilnya nama saja. Para wanita muda itu menjauh. Wanita yang bisa memanggil Vincent dengan sebutan nama saja itu artinya Vincent mempunyai hubungan khusus dalam arti spesial.


Ariel berada di dekat Vincent. Tangan kiri Vincent melingkar di pinggang Ariel. Membuat Ariel sedikit terkejut dengan tindakan Vincent yang tiba-tiba.


“Di mana pianonya? Aku harus memainkan sebuah lagu untuk menghormati tuan rumah.” 


“Di sana.” Ariel mulai menuntun Vincent. “Kita cukup berjalan lurus, Tu ... Kak Vincent.”

__ADS_1


Mereka tiba di depan piano. Vincent duduk di kursi dan mulai bermain. Semua undangan yang awalnya asyik berbicara mulai diam dan menikmati alunan piano Vincent.


__ADS_2