Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
Daftar Sekolah


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Himeka di sambut dengan muka cemberut Navya. Namun wajah cemberutnya itu malah membuat Navya semakin imut. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa gemas, ingin mencubit pipinya.


"Bunda, kemana saja sih? Kok lama banget perginya?" protes Navya dengan bibir yang dikerucutkan


"Tadi bunda ada urusan bertemu sama temen bunda." jawab Himeka. Ia tak sepenuhnya berbohong. Ia memang bertemu dengan temannya, Devano. Namun ia tidak menceritakan kalau ia juga mengunjungi makam ayahnya.


Sampai detik ini Navya masih menganggap ayahnya sedang pergi bertugas.


"Bunda, lain kali jangan lama-lama perginya." rajuk Navya


"Iya, Sayang." jawab Himeka seraya mengelus rambut Navya


"Nih, lihat bunda bawa apa?" sambung Himeka sambil menunjukkan sekotak martabak yang ia beli tadi. Martabak manis coklat keju kesukaan Navya. 


"Hore!"Navya meloncat kegirangan.


Layaknya anak kecil lainnya, Navya pun juga menyukai makanan manis. Salah satunya martabak manis. Ia akan sangat lahap jika sudah menyantap makanan yang satu itu. Himeka sudah menduga sebelumnya bahwa Navya pasti akan protes ketika ia pulang. Makanya ia mengambil hati Navya dengan membelikan makanan kesukaannya.


"Pelan-pelan makannya sayang. Tuh kan jadi belepotan." kata himeka sembari mengucap sudut bibir Navya.


Navya hanya mengangguk tanda setuju.


"Nanti setelah Vya sudah merasa kenyang, kita persiapan tidur ya. Vya harus bangun pagi, karena besok kita akan daftar sekolah untuk Vya" ajak Himeka


Lagi-lagi Navya hanya menganggukan kepalanya saja. Ia masih sibuk dengan martabaknya.


Dua potong martabak habis di makan Navya. Setelah merasa kenyang, Ia mengajak Mbak Rina untuk menemaninya ke kamar mandi dan ganti baju tidur.


Malam ini Navya merengek minta tidur di kamar sang bunda. Himeka pun hanya bisa mengalah dan mengizinkan Navya untuk tidur bersamanya.


***


Mentari memancarkan sinar hangatnya. Pagi ini terlihat sangat cerah. Secerah hati Navya yang sangat semangat untuk daftar sekolah taman kanak-kanak. Ia setelah sarapan tadi sudah menunggu bundanya di teras rumah.


Ia terlihat cantik dengan kemeja pink bergambar hello kitty, celana jeans dan sepatu sneakers. Rambutnya dikuncir dua menambah kesan imut menggemaskan.


"Bunda, ayo cepetan." teriak Navya yang tidak sabar menunggu bundanya


"Iya, Sayang, sebentar ya. Nunggu tante Andini dulu." jawab Himeka sembari mengambil ponsel yang bergetar di dalam tas. Ada dua pesan masuk. Yang satu dari Andini yang mengabarkan ia langsung menuju sekolah taman kanak-kanak tempat mereka mendaftarkan anaknya dan satu lagi dari Devano yang mengingatkan tentang janji mereka


"Amel juga mau daftar ya, Bund?" tanya Navya


"Iya, Sayang." jawab Himeka sambil membalas pesan dari Devano. Senyum mengembang di bibirnya.

__ADS_1


"Ya, sudah yuk berangkat. Tante Andini dan Amel sudah menunggu kita di sekolah." ajak Himeka sembari menggandeng tangan Navya.


Namun Navya memilih untuk berlari sendiri menuju mobil merah bundanya. Ia segera masuk dan duduk di bangku depan. Tangan mungilnya berusaha memasang sendiri sabuk. pengaman. Namun tidak bisa. Himeka menggelengkan kepala melihat Nabya yang sangat antusias untuk daftar sekolah. Ia mencondongkan tubuhnya membantu Navya untuk memasang sabuk pengaman.


Himeka melajukan mobil dengan pelan. Jalanan terlihat ramai namun belum sampai terjadi kemacetan.


Butuh sekitar tiga puluh menit untuk sampai di sekolah tujuan. Himeka segera menepikan mobilnya. Terlihat Andini dan putrinya sudah menunggu di depan pintu masuk.


Setelah turun dari mobil Navya segera berlari ke arah Amelia, putri dari Andini.


"Amel." teriak Navya sambil berlari ke arah Andini dan Amelia berdiri.


"Vya, salim dulu dong sama tante Andini." tegur Himeka


Segera Navya menjulurkan tangannya, bersalaman dengan Andini dan mencium tangannya. Andini mengusap rambut Navya sebagai tanda sayang.


"Ya, sudah yuk, kita masuk." ajak Andini


Mereka beriringan menuju ruang pendaftaran sekolah TK Permata Kasih. Himeka meminta kepada panitia pendaftaran agar nanti ketika pembagian kelas Navya dan Amelia bisa satu kelas. Dan hal itu disetujui oleh pihak sekolah.


Seusai pendaftaran, mereka berencana pulang. Namun Navya merengek minta untuk main ke rumah Amelia. Sedangkan Himeka sudah ada janji dengan Devano.


"Vya mau kerumah Amel, Bunda." rengek Navya sembari menarik ujung kemeja navy Himeka


"Gini aja, Navya ikut tante Andini aja ya. Nanti pulangnya tante anterin atau dijemput sama bunda." Andini mencoba memberi tawaran kepada Navya.


"Hore, Vya mau,Tante." Navya langsung melompat kegirangan.


"Apa nggak repotin kamu, An?" tanya Himeka


"Sudah tenang aja, aku free kok. Baru ada jadwal praktik nanti jam 4 sore. Jadi kamu bisa tenang nanti saat sama Devano, ehem." Andini menggoda Himeka dengan mengedipkan satu matanya. Andini pun juga tahu bagaimana kisah asmara antara Himeka dan Devano.


"Apaan sih, An. Ya sudah nitip Navya ya. Nanti aku jemput." kaya Himeka dan mendapat anggukan dari Andini


"Vya, aku punya mainan barbie yang baru. Nanti kita mainan ya." ajak Amelia


"Asyik," jawab Navya


"Vya, Amel, yuk kita masuk mobil." ajak Andini


"Iya, Tante."


"Iya, Mama."

__ADS_1


Mereka kompak menjawab dan dengan bergandengan tangan Navya dan dan Amelia berjalan menuju mobil Andini yang terparkir tidak jauh dari sana.


***


Setelah memandang mobil Andini yang kian menjauh, Himeka segera masuk mobil. Ia melajukan mobilnya menuju ke alamat yang diberikan Devano. lewat pesan singkat. Apartemen elit di tengah kota.


Ya, Devano meminta Himeka untuk menjemputnya.


Devano sebenarnya ingin menjemput Himeka, namun Himeka menolak karena ia ada keperluan untuk mendaftarkan sekolah Navya lebih dahulu. Devano pun hanya bisa memakluminya. Sehingga ia meminta untuk Himeka menjemputnya di apartemen. Ia berdalih akan lebih efektif jika dengan mobil yang sama. Dan alasan itu sangat masuk akal.


Mobil Himeka sudah sampai ke alamat tujuan. Ia segera menepikan mobilnya. Melihat kedatangan Himeka, Devano segera berjalan mendekat. Devano sudah menunggu Himeka sejak ia mengabarkan kalau iya on the way.


Himeka turun dari mobil. Ia mempersilahkan Devano untuk menggantikan posisinya dibalik kemudi.


"Kita kemana ini, Dev? " tanya Himeka ketika mereka sudah duduk berdua saling bersebelahan di mobil.


"Kita langsung ke alamat ruko yang semalam kita bicarakan." jawab Devano


"Iya, Dev, aku ngikut kamu aja." jawab Himeka


"Gini, Me, awalnya kan aku udah bilang ada lokasi bagus di pusat perbelanjaan. Namun setelah aku pikir ulang tempat itu tidak cocok untuk kamu. Karena kamu kan cerita kemarin, kalau bisa sekalian untuk produksi, kan?"


Himeka mengangguk sebagai pertanda setuju dengan apa yang dibicarakan Devano


"Nah, jadi lebih cocok kalau sewa ruko aja. Jadi yang bawah bisa untuk memajang hasil atau baju-bajunya dan yang atas untuk tempat produksi." lanjut Devano


"Iya, aku setuju. Makasih ya, Dev." kata Himeka dengan diakhiri senyum manis.


Devano melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Ia ingin menikmati saat-saat berdua dengan Himeka. Mereka ditemani oleh alunan lagu dari Maroon 5 yang berjudul Memories yang di putar dengan volume rendah.


To be continue


.


.


.


Jangan lupa like, komentar, rate 5 dan favoritkan agar tidak ketinggalan update


Terimakasih 🤗


Salam ketjup basah💋

__ADS_1


__ADS_2