
Mentari memamerkan sinarnya di ufuk timur. Indah, sangat indah. Seindah gaun yang dikenakan Himeka pagi ini. Ia merapikan make upnya. Berkali-kali ia melihat pantulan dirinya di cermin. Memutarkan tubuhnya. Mengkoreksi setiap detail tampilannya. Ia ingin tampil sempurna hari ini. Hari ini adalah hari bersejarah untuknya. Ia akan memulai dunia barunya sebagai seorang pebisnis di bidang fashion.
Setelah dirasa cukup pantas dan cukup luas dengan dengan tampilannya, ia segera keluar kamar dan ikut bergabung di meja makan bersama papa mertuanya dan putrinya.
"Bunda cantik." kata Navya spontan ketika melihat bundanya berjalan ke arahnya.
Siapapun pasti setuju dengan pernyataan Navya. Himeka memang terlihat cantik dan berkelas. Gaun berwarna Navy dengan hiasan ornamen silver di bagian pinggangnya sangat serasi membalut tubuhnya. Rambutnya dibiarkan terurai dan hanya diberikan jepit rambut berbentuk daun yang ia letakkan di sisi kanan kepalanya. Make upnya yang natural menambah kesan flawless.
"Terimakasih, Sayang. Navya juga cantik hari ini." Himeka pun tak mau kalah memuji putrinya
"Ya sudah, ayo kita segera sarapan." ajak Pak Dhirga.
Mereka pun bersama-sama sarapan pagi dengan hening. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar. Navya pun sudah mulai pinter makan makanannya sendiri tanpa disuapin mbak Rina.
Seusai makan, mereka segera melakukan mobilnya menuju butik. Mereka tidak mau datang terlambat.
Hanya butuh waktu 20 menit mereka sudah sampai di butik Himeka. Terlihat beberapa karyawan Himeka sudah datang dengan pakaian seragam warna maroon.
Himeka dengan dibantu oleh Viany dan Santi mengecek kembali persiapan Grand Opening. Ia tidak ingin ada secuil kesalahan karena satu jam lagi acara segera di mulai.
Mobil hitam keluaran Eropa berhenti di parkiran depan ruko. Pria berwajah Indo turun dari mobil dengan setelan jas warna navy berdasi corak garis-garis biru itu terlihat gagah. Bibirnya tersenyum kala ia beradu mata dengan perempuan yang sampai saat ini bersinggasana di hatinya.
"Hai Dev, kamu sudah datang?" sapa Himeka dengan diakhiri lengkungan di bibirnya
"Baru saja sampai, Me." jawab Devano
Mereka tampak serasi. Baju yang mereka kenakan pun seperti couplean, sama-sama berwarna navy. Padahal mereka juga tidak ada kesepakatan tentang pakaian.
"Meka, maaf kami terlambat ya." Rianti yang baru datang bersama Andini tergesa-gesa menghampiri Himeka
"Belum telat kok, belum dimulai." kata Himeka santai
Acara segera di mulai. Para tamu undangan sudah memadati tempat di berlangsungkannya grand opening butik Himeka.
Setelah MC membuka acara, ia mempersilahkan Himeka selalu owner butik untuk memotong pita dan dilanjutkan untuk menarik tirai yang menutupi papan nama butik. Himeka dengan didampingi oleh Pak Dhirga memotong pita dan menarik tirai sebagai tanda secara resmi butik Himeka resmi dibuka. Papan nama bertuliskan HK boutique terpampang dengan indah. Ada rasa haru terselip di dada Himeka, pasalnya ia tidak menyangka bahwa impiannya membuka butik bisa terwujud disaat dia menyandang status janda. Karena ia merasa seharusnya almarhum suaminya juga merasakan bahagia dan bangga atas pencapaian Himeka saat ini.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, terimakasih kepada Allah Sang Pemilik Hidup karena telah meridhoi di setiap langkah saya. Terimakasih kepada anak saya tercinta, Navya Orianthi yang selalu memberikan semangat kepada bunda untuk terus berjuang dan bertahan hingga di titik ini. Terimakasih untuk papa mertua dan teman-teman hebat saya, Devano, Rianti dan Andini yang selalu berada di samping saya selalu mensupport saya hingga saya bisa bangkit dari keterpurukan. Terimakasih untuk all team HK boutique atas kerjasamanya Terimakasih untuk para tamu undangan yang berkenan hadir. Saya tidak bisa berkata-kata lagi selain rasa syukur dan terimakasih. Harapan saya kehadiran HK boutique bisa diterima masyarakat dan selalu sukses kedepannya. Aamin. Sekian dari saya. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Himeka mengakhiri sambutannya dan di sambut dengan tepuk tangan para hadirin.
__ADS_1
Setelah memberikan sambutan, Himeka mempersilahkan semuanya untuk masuk butik. Devano, Andini dan Rianti segera menghampiri Himeka mengucapkan selamat atas dibukanya butik tersebut.
"Selamat ya, Me. Akhirnya impian kamu terwujud." ucap Devano sambil menjabat tangan Himeka.
"Terimakasih, Dev." jawab Himeka dengan senyuman termanisnya.
"Selamat ya Meka." ucap Andini dan Rianti kompak seraya memeluk sahabatnya.
Mereka bahagia atas pencapaian Himeka.
Para tamu undangan banyak yang memuji karya Himeka. Turut bangga atas design Himeka yang dinilai akan mampu menarik minat masyarakat.
Acara grand opening berjalan dengan lancar. Tepat jam 12.00 WIb para tamu undangan mulai berpamitan. Begitu pun dengan Navya dan kakeknya, mereka sudah berpamitan karena Navya merengek minta mainan kepada kakeknya. Kini hanya tersisa Devano, Andini dan Rianti dengan ditemani oleh Himeka sedang bercengkrama di ruang tamu butik.
"Aku yakin deh Ka, pasti bakal laris nih butik kamu, secara ya design kamu itu gak norak." puji Rianti
"Nah bener, aku juga setuju Ri, pemilihan bahannya pun juga enak banget, warnanya juga cocok banget dengan designnya." Andini pun nggak mau kalah memuji karya Himeka.
"Semoga kedepannya selalu lancar ya, Me. Sukses terus." doa Devano dan diaamiinkan secara kompak oleh Himeka dan dua sahabatnya itu, Rianti dan Andini.
Setelah semuanya pamit, kini butik kembali sepi. Ia pun bergegas pulang.
***
Seminggu sudah butik Himeka sudah beroperasi. Dan selama seminggu itu pula, butiknya tidak pernah sepi pengunjung. Sudah ada beberapa pelanggan yang membeli sesuai dengan barang yang di display maupun memesan sesuai dengan ukuran tubuh mereka.
"Bunda.... " Navya memanggil bundanya yang sedang duduk di ruang kerjanya sambil menggambar design
Navya baru pulang dari les piano dengan dijemput oleh Mbak Rina dan Pak Ipin. Navya merengek minta mampir ke butik karena katanya ingin meminta sesuatu kepada bundanya.
"Eh sayangku udah pulang dari les ya." jawab Himeka
"Bunda, bunda. Tadi temen Vya ada yang pake bando bagus lho, bentuknya kuda poni. Vya mau beli ya bund. Please." rengek Navya dengan manja dan mengedipkan matanya berulang kali. Membuat Himeka gemas sekali hingga tangannya terulur untuk mencubit pipi gembulnya.
"Iya sayang, besok kita beli ya."
"Hore." Navya girang
__ADS_1
"Bunda, Vya haus, Vya mau ambil minum dulu ya."
Navya berlari menuju kulkas di ujung ruangan di lantai satu. Kulkas itu memang menyediakan minuman untuk para pelanggan butik.
"Ayah......Navya kangen ayah. Horee ayahku sudah pulang." teriak Navya berlari menuju seorang laki-laki berwajah oriental berkaos putih dengan celana jeans biru yang baru saja melangkahkan kakinya ke butik.
.
.
.
Kira-kira siapa ya yang datang dan dipanggil ayah oleh Navya??
Apakah Danadyaksa hidup kembali??
Apakah orang lain yang hanya sekedar mirip??
Ataukah Navya salah mengenali orang??
.
.
to be continue
.
.
Terimakasih atas dukungannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa..
Love love love sekotak martabak..
Salam Ketjup Basah 💋
__ADS_1