Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
Melewati Waktu Bersama


__ADS_3

Restoran terlihat ramai oleh para pengunjung dari penghuni hotel bintang lima tersebut. Mereka sedang melakukan aktivitas sarapan pagi. Himeka Khumari, turut menikmati breakfast yang difasilitasi oleh pihak hotel.


Himeka duduk di meja restoran berbentuk persegi panjang dengan 6 kursi mengelilinginya. Sisi atas meja tersebut berbahan kaca tebal. Ada hiasan kerang dan pasir pantai yang dibingkai kaca meja sehingga menambah kesan unik pada meja tersebut.


Himeka duduk bersebelahan dengan Kamila di sisi kirinya dan Navya di sisi kanannya. Sebelah kanan Navya ada Mbak Rina, Santy dan Viani yang duduk berurutan. Terlihat berulang kali Mbak Rina mengelap bibir Navya yang belepotan kuah kuning yang menjadi menu sarapannya.


"Meka, maaf ya, pagi ini aku harus segera balik ke Tangerang. Fathir badannya demam" pamit Kamila kepada Himeka. Tadi pagi Kamila mendapat telp dari ibunya yang mengabarkan jika putranya demam. Terlihat mimik khawatir dari wajah cantik Kamila.


"Ya, Allah. Iya Mil, semoga Fathir lekas sehat kembali." Dia Himeka sembari mengusap punggung tangan Mila.


"Aamiin. Terimakasih doanya, Meka." jawab Kamila dengan seulas senyum yang dibuat


"Ya sudah, Meka, aku mau kembali dulu ke kamar ya, sekalian prepare untuk segera balik ke Tanggerang setelah ini. " kata Kamila sambil mengusap sudut bibir dengan sapu tangan makan.


Himeka hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban iya yang ia berikan kepada Kamila. Kamila pun segera bangkit dan berjalan menjauh. Pandangan Himeka mengekori Kamila. Terlihat Kamila mengangguk sopan dan tersenyum menyapa seorang pria yang sangat ia kenal.


Pria tersebut nampak rapi dan santai dengan balutan kaos putih, celana chinos berwarna cream dan sepatu sneakers putih. Ia berjalan ke arah tempat duduk Himeka. Senyuman mengembang di wajah pria itu.


"Pagi, Me." sapa Devano. Ya, pria itu adalah Devano. Direktur Bramanthy Grup sekaligus mantan pacarnya


" Pagi juga, Dev." jawab Himeka dengan senyuman manis


"Pagi, Navya cantik. " sapa Devano sembari melambaikan tangan ke arah Navya


" Pagi, Om. " jawab Navya dengan suara kecilnya


Tanpa disuruh duduk, Devano menarik kursi di sebelah Himeka, yang tadi diduduki oleh Kamila. Khawatir ada hal yang serius yang akan dibicarakan oleh majikannya, ia pun berinisiatif mengajak Santy dan Viani kembali ke kamar. Mengetahui gelagat Mbak Rina, Devano mencegahnya dengan dalih tidak ada hal serius yang bahkan dibicarakan dengan majikannya. Namun Mbak Rina menolaknya dengan halus, ia beralasan untuk melakukan prepare balik ke Surabaya. Devano pun mengangguk menyetujuinya. Navya ikut serta ke kamar. Ia ingin nonton film kesukaannya dari negeri jiran, Ipin upin.


"Bagaimana, Me. Jadi kan kita keluar sejenak sekedar beli oleh-oleh." tanya Devano penuh harap


Ia memulai pembicaraan setelah Mbak Rina dan yang lainnya berjalan menjauh menuju lift untuk kembali ke kamarnya.


"Iya. Eh, kamu nggak sarapan dulu?" tanya Himeka


"Aku sudah sarapan tadi di kamar." jawab Devano bohong. Pasalnya dia baru saja bangun dan langsung siap-siap untuk segera menemui Himeka. Entah mengapa setelah ketemu Himeka, mendadak ia merasa kenyang.

__ADS_1


"Ya, sudah kalau begitu. Sekarang saja kita berangkat karena takutnya keburu siang." ajak Himeka


"Yuk, Me." jawab Devano penuh semangat.


Mereka pun berjalan beriringan menuju basemant hotel tempat mobil Devano terparkir. Himeka nampak kaget melihat mobil Devano. Bukan karena itu merupakan mobil keluaran terbaru. Melainkan plat nomor yang menyematkan inisial namanya, HK. Himeka teringat ketika dulu saat mereka masih menjadi sepasang kekasih, plat mobil dan plat motor milik Devano pun juga bertuliskan HK.


"Tidak Usah kaget, Me. Aku memang selalu menyematkan inisial nama kamu. Agar aku bisa selalu mengingatmu." Devano menjelaskan. Seakan ia paham akan apa yang ada dalam benak Himeka.


Himeka tersenyum tersipu malu. Pipinya seketika merona. Ia tak pernah menyangka akan hal konyol yang dilakukan oleh Devano. Pasalnya, selama ini status Himeka adalah istri orang. Dan mengapa Devano masih saja selalu ingin mengingatnya. Bukankah itu hal yang sangat konyol?


***


Mobil mewah berwarna hitam itu pun melesat membelah jalanan Kota Bandung. Jalanan terpantau ramai lancar. Tujuan mereka adalah ke pusat oleh-oleh khas Bandung. Hingga mobil mereka berhenti di sebuah ruko bangunan classic yang bertajuk oleh-oleh khas Bandung.


Devano segera turun dari mobil, dan berjalan menuju sisi kiri mobil membukakan pintu untuk Himeka. Himeka menyambut perlakuan Devano dengan senyumannya.


Mereka masuk ke toko dan memilih beberapa makanan khas Bandung untuk dibawa pulang. Baru sepuluh menit memilih namun troli belanja sudah penuh dengan jajanan pilihan Himeka. Kue bolen, wajit cililin, pia Bandung dan beberapa jenis jajanan lain mengisi troli belanja yang didorong oleh Devano. Setelah puas memilih belanjaan, segera mereka menuju ke kasir. Devano mengeluarkan sebuah kartu untuk membayar semua belanjaan tersebut.


Setelah puas berbelanja oleh-oleh khas Bandung, Devano tidak ingin segera kembali ke hotel. Ia mengajak Himeka untuk mampir ke sebuah pusat perbelanjaan. Ia ingin membelikan mainan untuk putri kesayangan Himeka. Awalnya Himeka menolak, namun Devano bersikukuh untuk tetap membelikan Navya mainan. Akhirnya Himeka menyerah dan setuju untuk pergi berdua ke mall terdekat.


Setelah memarkirkan mobil, mereka segera menuju outlet mainan anak-anak. Devano meminta Himeka untuk memilih mainan. Mainan boneka Barbie lengkap dengan satu set baju dan alat make up menjadi pilihan Himeka untuk putrinya. Mereka terlihat serasi. Orang lain pasti akan mengira mereka adalah pasangan suami istri.


"Iya, Me sama-sama. Semoga Vya suka ya."


"Pasti Vya suka."


"Me, yuk kita beli minum sebentar. " ajak Devano


Himeka mengangguk. Sebenarnya Himeka sudha merasa haus sejak tadi namun ia enggan mengajak Devano terlebih dahulu.


Setelah sampai di sebuah cafe yang ada di pusat perbelanjaan tersebut, mereka memilih tempat duduk. Tempat duduk di deretan sebelah kiri paling ujung menjadi pilihan mereka. Seorang waitress datang menghampiri dengan buku menu ditangannya. Himeka memesan es vanila latte untuk dirinya dan americano coffee untuk Devano serta beberapa makanan ringan untuk camilan.


"Masih doyan minum americano coffee kan?" tanya Himeka


"Wah, ternyata kamu masih mengingat minuman kesukaanku, Me." jawab Devano merasa senang

__ADS_1


Beberapa menit setelahnya, pesanan mereka datang. Mereka menikmatinya dengan diselingi obrolan ringan. Waktu berjalan terasa begitu cepat Hari sudah mulai beranjak siang. Mereka memutuskan untuk segera kembali ke hotel. Hari ini Devano merasa cukup senang karena ia melewati sebagian waktunya bersama orang yang sampai detik ini masih bersemayam di hati.


***


Setibanya di hotel, terlihat Navya bersama dengan Mbak Rina duduk d lobby hotel menunggu sang bunda datang. Ketika melihat bundanya jalan mendekat, ia segera berlari dan memeluknya.


"Bunda kemana aja sih. Kok lama." protes Navya dengan memanyunkan bibirnya


"Bunda baru saja membeli oleh-oleh. Dan ini Vya dibelikan mainan baru sama Om Dev. Ayo Vya ucapkan terimakasih dulu." kata Himeka


" Terimakasih, Om" kata Navya dengan diiringi senyum senang


"Sama-sama, Sayang." jawab Devano sembari mengusap lembut rambut Navya


"Sudah siap semuanya, Mbak?" tanya Himeka kepada Mbak Rina


"InsyaAllah, sudah siap semuanya, Bu." jawab Mbak Rina


"Dev, sekalian pamit ya, setelah makan siang, aku mau balik ke Surabaya."


"Iya, Me. Hati-hati, ya."


***


Setelah makan siang, Himeka dan rombongan bertolak ke Surabaya. Perjalanan Bandung-Surabaya sangat lancar. Tidak ada kemacetan yang menghambat perjalanan Malam dini hari mereka baru sampai rumah. Mereka pulang dengan selamat dan dengan perasaan senang karena festival yang diikutinya mendapatkan juara pertama. Ada rasa bangga yang menyeruak di dada.


.


.


.


Penuh perjuangan untuk upload bab ini karena dia kali draft hilang dan harus nulis awal untuk ketiga kalinya🤧🤧🤧


Terimakasih yang sudah memberikan like, komen, rate dan favoritkan karya receh ini.

__ADS_1


Kalian semua adalah moodbooster ku untuk tetep menulis.


Salam ketjup basah💋


__ADS_2