Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
A28 Hari Pernikahan


__ADS_3

Mama Terius mendengar kabar tentang Hana. Ia menemui mantan menantunya itu. Di rumah Hana ia bisa melihat Joshua yang menyerupai Terius.


“Mama ...” Hana menyambut mama Terius.


“Hana.” Mama Terius memeluk Hana.


“Mama ... Kenalkan ini Kak Joshua, calon suami Hana.” Hana memperkenalkan Joshua ke mama Terius.


“Joshua ... Mama bisa peluk kamu?” Mereka saling berpelukan. Mama Terius menangis ia seperti melihat Terius lagi dalam diri Joshua. Walau ia tahu Terius sudah tiada. Terius sudah dikubur.


Mama Terius menghapus air matanya. Ia terus melihat Joshua.


“Ma, aku dan Kak Jo akan menikah bulan depan. Jika mama tidak sibuk, mama bisa datang. Kami hanya mengadakan acara makan-makan private.” Hana mengundang mama Terius setelah sebelumnya meminta ijin Joshua.


“Mama akan hadir. Mama pasti hadir. Tapi apa boleh mama sesekali ke sini untuk melihat Joshua. Joshua begitu mirip dengan Terius.” Mama Terius selalu merindukan Terius.


“Boleh, Ma. Mama boleh datang kapan saja.”


Mama Terius merasa lega Hana telah menemukan kebahagiaannya lagi. Ia turut berbahagia atas berita pernikahan Hana dan Joshua.

__ADS_1


...***...


Hari H pernikahan.


Atas permintaan Hana, ia tidak ingin mengadakan pesta dan hanya mengadakan acara makan bersama dengan keluarga inti dan mama Terius.


Setelahnya Joshua membawa Hana berbulan madu ke Los Angeles dan mengajaknya berfoto di spot foto dengan logo Hollywood.


“Kakak benar-benar mengingatnya, ya.” Hana teringat dengan permintaannya saat mereka menginap di hotel dulu. Ia ingin dibawa ke Los Angeles.


“Tentu saja. Dan permintaan lainnya juga.” Joshua lalu membawa Hana menuju ke sebuah hotel untuk menginap.


“Kita sudah resmi menikah sekarang. Aku sudah bebas melakukan apa saja denganmu.” Joshua sudah tidak sabar. Mereka berdua sudah menunggu lama untuk saat ini.


“Tentu saja.” Mandi bersama adalah sesuatu yang ia ingin lakukan bersama Hana.


Hana melepas pakaiannya begitu juga dengan Joshua. Mereka masuk ke dalam bathtub dan saling menggosok punggung mereka.


“Kak, terima kasih sudah membawaku ke sini.” Hana bersandar di dada bidang Joshua.

__ADS_1


“Sama-sama. Apa tempat lain yang ingin kamu kunjungi?” Joshua mengucapkannya sambil membelai lembut rambut Hana.


Hana memandang Joshua. “Tempat patung Liberty, Kak. Aku pengen ke sana. Tapi Kakak ada uangnya?”


“Ada. Aku punya cukup uang sekarang.” Joshua sudah bekerja keras selama ini. Ia ingin membahagiakan Hana. Ia juga sudah mengosongkan jadwalnya untuk dua Minggu supaya mereka bisa berbulan madu sepuas mereka.


Hana berbalik dan mencium Joshua. Ciuman mereka semakin intens. Dan mereka melakukannya.


Joshua memakaikan jubah mandi ke tubuh Hana. Ia menggendong Hana dan membawanya ke ranjang. Tangan Joshua menyentuh yang ia ingin sentuh. Dan akhirnya mereka ...


Selesai puncaknya, Joshua merebahkan dirinya di samping Hana.


“Kak, aku mau posisi yang pernah aku tunjukkan ke Kakak.” Hana mulai mengambil posisi di atas Joshua. Dan mereka sekali lagi melakukannya.


“Sekarang aku mau posisi lain.”


Joshua menaikkan alisnya. “Kamu nggak capek?”


“Aku sudah menunggu lama untuk ini. Apa Kakak capek?”

__ADS_1


“Tidak. Kita bisa melakukannya sepanjang malam jika itu yang kamu mau.” Joshua mencium bibir Hana. Mengecup dan membuat tanda di leher Hana. Dan mereka melanjutkannya lagi dan lagi.


Dinding dan perabot kamar hotel menjadi saksi bisu perbuatan mereka malam itu.


__ADS_2