
Mawar membuka pintu dan berkata dengan takut, “Tante Rosa nggak ada di rumah.” Mawar berbohong.
“Kamu jangan bohong, ya. Kami sudah menunggu Rosa dari kemarin. Dia pasti ada di rumah ini,” ancam debt collector itu. Debt collector itu menerobos masuk ke dalam rumah secara paksa. Mereka berhasil menemukan Rosa. “Bayar hutangmu dan bunganya sekarang.”
“Beri saya waktu Tuan. Seminggu lagi akan saya bayar.” Rosa memohon sambil berlutut.
“Baiklah. Kami tunggu sampai minggu depan. Jika tidak dibayar, kami akan menjual ginjalmu,” ancam debt collector itu. Mereka akhirnya pergi meninggalkan rumah Rosa.
Rosa tahu ia harus segera membayar hutang beserta bunganya. Jika tidak, suruhan rentenir akan menjual organnya. Rosa berpikir dan berpikir. Entah ada ide gila dari mana. Ia memberikan Mawar sebagai ganti hutangnya.
“Mawar, pakai pakaian bagus. Tante mau ajak kamu jalan-jalan.” Rosa berkata dengan manisnya. Entah kesambet malaikat apa.
“Kita mau ke mana Tante?” Mawar tidak curiga.
“Kamu ikut aja. Nggak usah banyak tanya. Sudah lama kan kita tidak jalan-jalan.”
__ADS_1
Bukan lama, tapi tidak pernah. Betul. Mawar tidak pernah diajak jika Rosa dan keluarganya pergi. Rosa akan beralasan Mawar yang mau tetap berada di rumah. Tetapi Mawar sebetulnya juga ingin ikut jalan-jalan.
Mawar awalnya tidak curiga saat Rosa mengajaknya jalan-jalan tetapi saat Mawar dibawa ke suatu tempat, Mawar tersadar.
“Dia ini masih peraw**. Harganya pasti mahal.” Rosa menghitung uang yang baru saja ia dapat. Rosa pergi meninggalkan Mawar dengan sekelompok pria.
"Tante ... Tante ..."
Mawar lalu dibawa ke suatu ruang yang mirip seperti ruang dokter. Ia disuruh untuk melepas pakaian dalamnya dan berbaring. Mawar menolak. Tetapi karena ancaman, ia menurut. Mawar menangis.
“BUKA KAKIMU!” ancam rentenir. Mawar membuka kakinya perlahan.
Dokter itu memeriksa bagian dalam Mawar. “Ia masih peraw**.” Dokter itu membuat pernyataan tertulis jika Mawar belum pernah tersentuh oleh pria.
Mawar mengenakan kembali pakaian dalamnya. Ia merasa sangat malu dan menangis memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Mawar lalu dibawa ke tempat lain yang terasa asing baginya. Ia disuruh melepaskan seluruh pakaiannya. Ada kamera yang menyorotnya.
Mawar menutupi dadanya dengan lengan kirinya sedangkan telapak tangan kanannya menutupi aurat bagian bawah. Mawar menunduk malu dan menangis. Kamera tetap menyorot dirinya.
Bukan hanya Mawar yang berada di ruangan itu. Selain Mawar dan kameramen ada juga seorang pria dengan laptop di depannya. Tawaran masuk untuk Mawar. Orang dengan harga tertinggi bisa mendapatkan Mawar.
Untuk apa? Terserah mereka. Mau menjadikan Mawar sebagai pemuas nafsu? Silahkan. Mau mengambil organ Mawar? Silahkan. Semuanya diperbolehkan jika Mawar sudah mereka beli.
Chat masuk. Dari pria hidung belang yang ingin mencicipi Mawar. “Apa ia benar-benar peraw**?”
Operator meng-upload surat keterangan dari dokter.
Chat masuk lagi. “Aku ingin melihat tubuhnya secara keseluruhan tanpa ditutup-tutupi.”
Operator itu memberitahukan ke Mawar apa yang diminta kliennya. Mawar awalnya tidak mau. Tapi operator itu mengamcamnya. “Aku akan menyebar video ini. Kamu akan malu kan jika semua kenalanmu tahu hal ini.”
__ADS_1