Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
M11 Kripik Jengkol


__ADS_3

Eva mulai selektif memilih pekerjaan Orion dan Mira. Sehari ia hanya menerima sepuluh endorse untuk masing-masing putra dan putrinya.


James juga mulai syuting striping sinetron. Ia sering menginap di lokasi syuting dan jarang pulang karena jadwal syuting yang padat. 


Hari ini Eva ditemani Bibi Inah membawa Orion dan Mira ke tempat lokasi syuting sinetron. Tak lupa ia membawa masakan dan camilan favorit James.


“Orion ... Mira ...” James senang bisa melihat putra dan putrinya yang sudah lama tidak ia lihat itu. Sudah tiga hari ini ia terus menerus berada di lokasi syuting.


Pemain sinetron lain dan kru sinetron juga ikut senang melihat Orion dan Mira. Mereka berebutan selfie. Kedatangan Orion dan Mira ke lokasi syuting seperti jumpa fans dadakan untuk Orion dan Mira.


Anehnya baik Orion dan Mira terlihat menyukainya dan tidak menangis atau rewel. Mereka tahu saat kamera tertuju ke mereka, mereka harus tersenyum. Mereka seperti profesional cilik.


Syuting berlanjut. Tak ingin membuat proses syuting terhambat, James membawa Eva, Bi Inah, Orion dan Mira ke rumah tempat ia tinggal untuk sementara waktu. Eva lalu mengeluarkan isi tas besarnya yang ia bawa dari rumah. Ia menaruh berbagai camilan ke rak yang James bawa.


Para aktor, kru sinetron diperbolehkan untuk mengambil camilan yang mereka mau. 

__ADS_1


James harus syuting. Eva menitipkan Orion dan Mira sebentar ke Bi Inah karena ia mau melihat James berakting. Eva bisa melihat James mengulang-ulang kalimat yang akan ia ucapkan saat syuting. James tidak boleh melakukan kesalahan seperti lupa dialog karena akan menghambat proses syuting. 


James yang berperan sebagai antagonis terlihat begitu kejam saat proses syuting. Eva terlihat takut. James benar-benar terlihat seperti penjahat. Syuting untuk James selesai. Kru sinetron bersiap-siap untuk syuting adegan berikutnya.


James melihat Eva terlihat menghindar dari dirinya. “Kenapa Ev?” James ingin memeluk Eva. Tapi Eva malah menjauh. “Apa badanku bau? Tapi aku sudah mandi.”


Eva juga tahu jika karakter penjahat itu hanya karakter James di sinetron. Bukan karakter James yang sebenarnya. “Aku cuma takut melihatmu berperan sebagai penjahat.” Badan Eva sedikit bergetar.


“Itu artinya aktingku berhasil. Aku bisa membuat kamu merasa takut.” James langsung memeluk Eva dengan erat. “Aku merindukanmu,” bisik James.


“Anak-anak tidak kangen aku?”


“Mereka belum bisa bilang. Tapi setiap malam sebelum tidur, mereka sepertinya menunggu panggilan video darimu.” Walaupun James sibuk, di sela-sela syutingnya, ia berusaha menelpon keluarganya.


Melihat keluarganya walaupun hanya melalui video call membuatnya bersemangat lagi karena terkadang ia menghadapi hari buruk di lokasi syuting.

__ADS_1


Eva dan James menuju ke rumah tempat James menginap untuk sementara waktu. 


“Kamu juga bawain aku camilan ini?” James merasa terharu. Ia membuka camilan favoritnya, keripik jengkol. 


“Apa kamu tidak ada jadwal syuting lagi? Nanti lawan mainmu bisa pingsan mencium bau jengkol dari mulutmu.” Eva mengingatkan.


“Sepertinya tidak ada. Kalaupun ada syuting mendadak, aku bisa memakan permen mint untuk mengurangi baunya.” James mulai memakan kripik favoritnya itu.


“Ev ...” 


Eva menjauh dari James. Tapi bukan James jika ia tidak mengerjai Eva. 


“Jangan mendekat.” Eva merasa menyesal sudah membawa kripik jengkol. Ia sendiri juga tidak tahan dengan bau jengkol.


“Ev ... Jangan lari ...” James mengejar Eva yang menjauh darinya. “Ev ...”

__ADS_1


End.


__ADS_2