Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
Rindu


__ADS_3

Ternyata memang benar bahwa rindu yang paling sesak itu rindu  kepada seseorang yang telah hilang dari hidup kita. Jangankan menyapa, bahkan kita tak pernah bisa melakukan apa-apa untuk menyampaikan rindu kecuali hanya dengan mendoakannya. (Himeka Khumari)


***


Meja makan berbentuk persegi panjang, terlihat sudah penuh berisi makanan untuk sarapan pagi. Pagi ini menunya sayur sop kesukaan Navya, ayam goreng, tumis sawi wortel, dan gurami asam manis.


Pak Dhirga duduk di kursi utama. Di sebelah kanannya Himeka sedangkan di sebelah kirinya Rianti. Navya tidak ikut makan bersama di meja makan, karena ia sudah terlebih dahulu makan dengan disuapi Mbak Rina setelah mandi pagi tadi.


"Rianti, gimana novel terbaru kamu?" tanya Pak Dhirga sembari menyendokkan nasi ke dalam mulutnya


"Alhamdulillah minggu depan akan launching buku cetaknya, Om."


"Alhamdulillah semoga lancar terus ya nulisnya."


"Makasih, Om."


Pandangan mereka tertuju pada Himeka yang makan dengan pandangan kosong. Namun setidaknya mereka merasa lega walaupun seperti itu, Himeka masih mau untuk makan. Tangan kanan Pak Dhirga terulur untuk mengelus bahu kiri Himeka. Sejenak Himeka menoleh ke ayahnya.


"Oh ya, Papa setelah ini mau kembali ke Jogja ya." kata Pak Dhirga setelah mengakhiri sarapannya.


"Iya, Pa."


***


Cuaca memang tidak bisa diprediksi. Pagi tadi terlihat sangat cerah, namum siang ini terlihat awan menggantung. Pertanda hujan akan segera turun.


Setelah sarapan tadi Pak Dhirga pulang ke Jogja. Sedangkan Rianti berpamitan satu jam yang lalu. Sempat terjadi drama ketika mereka berpamitan, Navya menangis karena tidak mau kakek maupun tante Rianti pergi. Namun akhirnya luluh ketika Rianti mengeluarkan sekotak mainan. Ia membelikan Navya mainan setelah sarapan tadi.


"Vya udah tidur, Mbak?" tanya Himeka kepada Mbak Rina.


"Sudah tidur barusan, Bu." jawab Mbak Rina.


Akhirnya hujan turun juga, namun tidak terlalu deras. Bau tanah khas turun hujan menyeruak segar. Himeka duduk di balkon rumahnya sambil menikmati teh hangat dan ditemani alunan musik indah dari penyanyi favoritnya sang Diva Indonesia


Manakala hati


Menggeliat mengusik renungan


Mengulang kenangan


Saat cinta menemui cinta


Suara semalam

__ADS_1


Dan siang seakan berlagu


Dapat aku dengar


Rindumu memanggil namaku


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi


Selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh


Selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak


Menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta


Menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk melekuk memeluk kita


Dua jiwa yang melebur jadi satu


Dalam kesucian cinta

__ADS_1


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejatii


Lirik lagu Cinta Sejati dari Bunga Citra Lestari sangat sesuai dengan kisahnya saat ini. Tak terasa buliran bening pun jatuh membasahi pipinya. Berulang kali ia mengusut air matanya. Namun lagi dan lagi tetap saja basah.


Sekarang ia merasa benar-benar kesepian. Ternyata memang benar bahwa rindu yang paling sesak itu rindu  kepada seseorang yang telah hilang dari hidup kita. Jangankan menyapa, bahkan kita tak pernah bisa melakukan apa-apa untuk menyampaikan rindu kecuali hanya dengan mendoakannya.


"Tunggu aku di keabadian mas. Aku akan selalu mencintaimu." ucap Himeka dalam hati.


***


Sebulan pun berlalu. Semakin hari rasa kehilangan semakin membelenggu dada. Hampir tiap hari Navya selalu menanyakan kapan ayahnya pulang. Dan di saat itu Himeka akan merasa hatinya hancur, ia merasa iba dengan putrinya yang harus menjadi yatim di usianya yang sangat dini.


"Suatu saat kita akan berkumpul kembali bersama ayah, Sayang."


Hanya jawaban itu yang selalu ia berikan kepada buah cintanya dengan almarhum suaminya. Dan seperti biasa Navya hanya menjawab dengan "Hore" lengkap dengan ekspresi riangnya khas anak-anak. Navya belum memahami arti sesungguhnya dari jawaban sang bunda. Besar harapannya bahwa ia akan kembali berkumpul dengan ayah bundanya.


***


Himeka merasa akan terus dirundung kesepian jika ia tak punya kegiatan untuk mengalihkan perhatiannya. Himeka bukanlah wanita karier.


Himeka lulusan S-1 Fashion Designer di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Walaupun ia merupakan lulusan terbaik di kampusnya dan pernah mendapatkan tawaran pekerjaan di salah satu perusahaan ternama, namun ia memutuskan untuk tidak mengambilnya. Karena saat itu ia sudah disunting oleh seorang pilot, Danadyaksa Jayandaru.


Ia ingin mengabdikan diri sebagai istri setelah ia menikah. Fokus mengurus suami dan keluarganya. Apalagi 5 bulan setelah menikah ia langsung dipercaya Tuhan untuk mengandung Navya.


Kini ia merasa ingin meniti karier. Ia ingin mencari kesibukan. Kemarin ia mendapatkan tawaran untuk mengikuti kegiatan festival fashion design. Ia ingin mencobanya. Kedua sahabatnya dan juga papa mertuanya sangat mendukung keputusan Himeka. Mereka ingin Himeka tidak terus dirundung duka. Paling tidak jika ia mempunyai kesibukan lain, ia akan keluar dari belenggu duka yang mendalam.


.


.


.


Kira-kira Himeka bakal ketemu siapa ya di festival nanti???🤔🤔


Apakah bakal calon imamnya??🤔


Yuk jangan lupa like, rate, komen dan fav ya..


Makasih ya para sahabat kepo..

__ADS_1


Salam ketjup basah dari author kepo💋


__ADS_2