
Di lokasi syuting.
James menempatkan Orion di troller yang disediakan oleh kru film. Orion tidak terlihat rewel atau menangis saat pengambilan gambar. Ia masih bayi tapi sepertinya ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Syuting dimulai.
“Ready. Action.”
Seorang wanita mendorong stroller yang berisi Orion.
“Okay. Cut.”
Di adegan berikutnya Orion harus menangis karena tuntutan skenario. James mencari cara agar Orion bisa menangis. Setidaknya suara tangis Orion bisa terdengar. Karena angle kamera bisa membuat Orion seolah-olah menangis.
James gagal membuat Orion menangis. Ia menyerah. Ia sudah mencoba berbagai cara. Lalu ia teringat koleksi video di ponselnya. Kan ada rekaman suara nangisnya Orion.
James mendekati sutradara dan berkata, “Pak Sutradara, saya punya video saat Orion menangis.” James menunjukkan video. “Apa ini bisa dipakai?”
__ADS_1
Pak Sutradara berpikir sejenak. Sepertinya memang sulit membuat Orion menangis. “Baiklah. Kita pakai suara tangis Orion dari video milikmu.”
Syuting berlanjut ke adegan selanjutnya.
Tugas Orion sudah selesai dan James membawanya pulang.
Di rumah.
James melihat berbagai produk bayi yang baru saja dikirim saat ia berada di lokasi syuting bersama Orion. Produk yang sekiranya akan mereka endorse dengan Orion dan Mira sebagai modelnya.
James melihat Eva yang mulai memotret Mira. Eva lalu memposting dengan menge-tag dan me-mention akun instagram produk sponsor setelah penjual itu mengirimkan bukti transfer untuk honor Mira sesuai kesepakatan.
Malam harinya mereka selesai dengan pekerjaan mereka.
“Apa sebaiknya kita kurangi pekerjaan Orion dan Mira?”
“Aku sudah memilih beberapa saja dan tidak mengambil semuanya. Tawaran untuk mereka sangat banyak.” Eva juga tidak ingin mengeksploitasi putra putrinya. Sudah ada beberapa dm yang masuk dan menyinggung mereka yang terlalu meng-ekspos Orion dan Mira.
__ADS_1
“Di dm aku sudah ada yang mengata-ngatai aku.” James menunjukkan dm yang masuk. Lebih banyak komentar negatif daripada komentar positif.
Eva membacanya. Ia lalu menunjukkan dm yang masuk di ponselnya. Isinya kurang lebih sama seperti dm di ponsel James.
“Terkadang memang ada orang yang sirik. Tetapi apa kita memang seperti yang mereka tulis? Tidak, kan? Uang yang saat ini Orion dan Mira terima, kita tabung ke rekening mereka masing-masing dan akan kita serahkan saat mereka dewasa nantinya. Pengeluaran mereka berdua juga masih dari penghasilan kamu. Penghasilan Orion dan Mira belum pernah kita pakai sepeserpun.”
Papa James memanggil James dan Eva. Ia hendak membicarakan persoalan pekerjaan Orion dan Mira. “Terlalu banyak artikel negatif yang ditulis tentang kalian.”
Papa James sebenarnya tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga James. Tetapi jika menyangkut cucu-cucunya itu lain hal.
James menjawab. “Itu tidak benar, Pa. James dan Eva tidak pernah memakai uang Orion dan Mira sepeserpun. Selama ini penghasilan mereka dari endorse, iklan dan drama langsung masuk ke rekening mereka masing-masing.”
James melanjutkan. “James mungkin sekarang tidak terlihat di layar kaca tapi minggu depan James mulai syuting sinetron striping 500 episode.”
Papa James tahu akan banyak uang masuk ke dompet James. “Papa tidak akan menyuruh kalian untuk menghentikan pekerjaan Orion dan Mira. Tetapi pilih dengan bijak untuk mereka. Nama kalian juga ikut terkena dampaknya.”
“Baik, Pa.”
__ADS_1