
Setelah berdiskusi dengan ayah, ibu dan Hana, Joshua memutuskan untuk mengambil peran tersebut. Ia berlatih menggunakan make-up sendiri karena ada adegan yang mengharuskannya bisa merias wajahnya.
Saat ini ia berlatih mengenakan bulu mata palsu. Joshua melihat koleksi bulu mata palsu milik Hana. Ada yang lebat, ada yang lentik, dan masih banyak lagi.
“Aku nggak tahu koleksimu sebanyak ini.”
“Jadi wanita itu ribet, Kak. Ini baru bulu mata palsu belum yang lain lagi. Lipstik aja ada banyak warna dan jenisnya. Belum lagi mascara, blush on, eye shadow dan masih banyak lagi.”
Mascara itu apa? Eye shadow itu apa?
Joshua hanya tahu sebatas lipstik dan alas bedak.
“Pertama-tama Kakak bersihkan dulu wajah Kakak. Jangan lupa pakai pelembap supaya make-upnya menempel sempurna.”
Joshua patuh. Ia membersihkan mukanya dan memakai pelembab wajah.
__ADS_1
“Kakak rekam aku make-up in Kakak. Nanti Kakak bisa belajar make-up sendiri.” Hana mengoles shading dan stik make-up lainnya di wajah Joshua. “Ini supaya hidung Kakak terlihat lebih mancung dan pipi Kakak terlihat tirus.”
Hana lalu memasang bulu mata palsu. Sengaja Hana memilih bulu mata yang cetar karena make-up kali ini adalah make-up untuk panggung di mana Joshua menjadi penyanyi dengan dandanan lumayan wah.
Make-up selesai.
“Sepertinya ada yang kurang.” Hana teringat sesuatu. Ia mengambil box di dalam lemari pakaian dan mengeluarkan wig rambut panjang ikal dan kemudian memasangkannya ke kepala Joshua.
“Kakak cantik banget. Kayak wanita tulen. Pasti banyak yang goda Kakak kalau Kakak lagi jalan di luar.”
“Ini hanya sebuah peran. Kata ayah, di film kita bisa menjadi apa saja yang tidak bisa kita lakukan di dunia nyata. Tapi Kakak malah jadi lebih cantik dari aku.”
“Bagi aku, kamu tetap yang paling cantik.” Joshua berdiri dari kursinya memeluk Hana.
“Kak, ada yang kurang.” Hana mengambil sesuatu dari laci pakaiannya. Ia menunjukkan bra miliknya. “Ini barang wajib yang harus pakai saat manggung di film nanti. Hana mengambil dua lembar handuk muka untuk menyumpal tempat yang kosong.
__ADS_1
Joshua bingung cara memakai barang yang selalu ingin ia lepas ikatannya itu. Ia salah pakai.
“Cara pakainya seperti ini, Kak.” Hana mencontohkan. “Apa perlu aku buka pakaianku?”
“Jangan! Pakai terus kaosmu. Jangan bikin aku naik.” Joshua mencontoh cara Hana memakai barang wajib wanita itu.
“Satu lagi, Kak. Stocking.” Hana mengambil stocking miliknya yang lagi-lagi ada berbagai model. Ada yang seperti kaus kaki panjang. Ada yang model celana. “Caranya seperti ini, Kak.”
“Jadi wanita itu ternyata ribet,” keluh Joshua.
“Tentu saja. Ini cuma beberapa keribetan. Masih ada keribetan yang lainnya seperti mencukur bulu alis dan mencukur bulu lainnya. Memotong rambut juga bikin ribet karena model rambut juga banyak, belum lagi perawatan muka, tubuh bagian dalam.”
“Untung aku jadi laki-laki.” Josua membuka wig yang ia pakai karena gerah.
“Jangan dilepas dulu, Kak. Aku mau foto Kakak dan foto bareng.” Hana mengambil ponsel dan memotret Joshua lalu memotret dirinya berdua dengan Joshua.
__ADS_1
“Jangan posting. Peran ini tidak boleh bocor sebelum sutradara yang mengumumkannya,” Alasan Joshua sebenarnya adalah karena ia malu.