Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
J3 Roh Jahat


__ADS_3

Romeo memutuskan untuk menjual rumahnya yang berada di sebelah rumah dokter Iwan. Ia membeli rumah baru yang lokasinya berada jauh dari rumah sebelumnya.


Ia bisa saja menanyakan langsung ke Juliet tentang hubungan Juliet dengan dokter Iwan. Tapi ia tidak akan bisa menerima jawaban jika Juliet sudah pindah ke lain hati.


“Kak, kita kok ke sini?” Juliet bingung karena mobil Romeo mengambil jalan yang berbeda dari biasanya.


“Aku sudah jual rumah itu. Aku beli rumah baru di daerah sini,” kata Romeo.


“Kenapa Kakak jual? Bukannya Kakak senang bisa tinggal di sana karena ada dokter Iwan.”


Dokter Iwan lagi! Aku sudah muak mendengar namanya.


“Rumah yang ini lebih besar dari rumah sebelumnya. Perabotannya juga sudah aku pindahin semua ke sini.” Mereka berhenti tepat di rumah baru mereka. “Kita akan tinggal di sini mulai hari ini.”


“Eh?”


“Aku sudah minta ijin dengan ayah dan ibumu dan mereka setuju.” Romeo tak ingin Juliet lepas darinya.

__ADS_1


“Tapi rumah ini terlalu jauh dari rumah sakit A.”


“Kamu akan pindah ke rumah sakit yang terdekat. Rumah sakit di sini juga tak kalah bagus.”


Aku tak bisa ketemu dokter Iwan lagi kalau seperti ini.


“Kak, aku tidak setuju. Aku lebih memilih rumah lama. Aku juga sudah cocok berobat dengan dokter Iwan. Jika Kakak seperti ini lebih baik kita batalkan pernikahan kita.” Juliet ingin tetap bersama dokter Iwan.


“Kau tidak setuju?” Raut wajah Romeo menjadi bengis. Ia tak ingin keputusannya ditentang. “Kau tahu kan apa yang akan terjadi jika kau membatalkan pernikahan kita. Aku akan menarik seluruh investasiku dari perusahaan ayahmu dan keluarga kalian akan jatuh miskin.”


Romeo menjadi jahat karena cintanya pada Juliet.


Juliet tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tak berdaya. Kak, kenapa kau berubah menjadi seperti ini. Aku sekarang menjadi takut pada dirimu. Di mana dirimu yang begitu hangat? Di mana dirimu yang selalu bersikap baik padaku?


Juliet menangis. Romeo merasa bersalah. Ia mendekati Juliet dan meminta maaf. “Juliet, maafkan aku. Tadi itu bukan diriku.” Romeo memeluk Juliet yang masih menangis.


...***...

__ADS_1


Romeo melihat chat mesra antara Juliet dan dokter Iwan. Juliet memang sudah tidak bisa bertemu dengan dokter Iwan secara fisik tetapi mereka masih bisa berhubungan melalui aplikasi pesan.


Romeo membanting ponsel Juliet sampai hancur berkeping-keping. “Kak ...” Juliet melihat puing-puing ponselnya.


“Aku akan membelikanmu ponsel keluaran terbaru.” Romeo bahkan tidak meminta maaf.


“Ini bukan soal Kakak akan membelikanku ponsel baru tapi ...” Juliet takut melanjutkan kalimatnya saat melihat Romeo. Romeo sudah benar-benar berubah. Juliet merasa terancam saat ia bersama Romeo.


Juliet juga tidak bisa melarikan diri dari Romeo. Ribuan karyawan perusahaan Ayahnya akan kehilangan pekerjaan jika Romeo menarik investasinya dari perusahaan ayahnya.


Pernikahan Juliet dan Romeo tetap terlaksana sesuai jadwal. Para tamu melihat perut Juliet yang membuncit. Sudah ada bayi mereka di perut Juliet.


Romeo sudah memaksa Juliet untuk menyerahkan dirinya dengan ancaman yang sering ia gunakan yaitu ia akan menarik investasi dari perusahaan ayah Juliet. Juliet tidak berkutik. Ia tak lagi merasakan cinta dari Romeo. Ia hanya merasakan nafsu dari Romeo.


Entah roh apa yang telah merasuki Romeo. 


End.

__ADS_1


__ADS_2