
Jasmine saat ini masih berada di sekolah TK nya tiba-tiba sangat terkejut mendapat telepon dari Kevin lelaki yang baru dia kenal tiga hari yang lalu dan ternyata pria itu adalah salah satu petinggi perusahaan Barrakh Corp.
Dia tidak menyangka kerjasama perusahaan besar itu dengan toko kuenya bisa terjalin secepat ini. Apakah ini sebuah keberuntungan untuknya?
Dia tidak tau kalau disinilah semuanya bermulai. Secara perlahan Jasmine ditarik masuk dalam putaran kehidupan seorang CEO Barrakh Corp yang sama sekali tidak pernah Jasmine bayangkan.
Wanita sederhana ini hanya mempunyai pemikiran dan mimpi yang sederhana. Dia hanya ingin bahagia. Itu saja mimpinya.
Tapi apakah kebahagiaan yang dia dapatkan atau malah penderitaan. Masa depan tidak ada seorang pun yang bisa mengetahuinya. Semua adalah rahasia yang Kuasa sang pemilik alam semesta ini.
Jasmine mengendarai mobilnya menuju ke Perusahaan Barrakh Corp. Satu jam kemudian dia sudah sampai di parkiran gedung itu. Jasmine berjalan menuju loby dan bertemu dengan custumer service.
"Maaf Mbak ruangannya Bapak Kevin dimana ya?" tanya Jasmine.
"Mbak sudah ada janji dengan beliau?" Karyawan yang sedang bertugas balik bertanya.
"Sudah satu jam yang lalu dia menghubungi saya dan menyuruh saya datang ke perusahaan ini" jawab Jasmine.
"Dengan Mbak siapa?" tanya wanita yang ada di hadapannya
"Jasmine. Bilang saja dari Toko Kue Jasmine" jawab Jasmine meyakinkan.
Wanita tersebut mengangkat telepon yang ada di mejanya kemudian menelpon sesorang yang Jasmine duga itu pasti Kevin.
"Selamat Siang Pak, ada Ibu Jasmine dari Toko Kue Jasmine ingin bertemu dengan Bapak" lapor karyawan tersebut.
"Baik Pak, akan saya sampaikan pada beliau" jawab wanita itu lagi.
"Bagaimana?" tanya Jasmine tidak sabaran.
"Silahkan Ibu naik ke lantai paling atas, disana ruangan Bapak Kevin. Nanti Ibu akan bertemu sekretarisnya. Ibu bisa menanyakan ruangan Bapak Kevin pada beliau" jawab karyawan tersebut.
"Terimakasih" ucap Jasmine.
Jasmine berjalan menuju lift kemudian menekan tombol lantai paling tinggi. Tidak sampai lima menit dia sudah sampai kelantai yang disebutkan wanita yang menyambutnya tadi dibawah.
Ada wanita yang sedang bekerja di meja yang terletak di depan tiga ruangan. Jasmine bertanya pada wanita itu.
"Maaf Mbak ruangan Bapak Kevin dimana ya?" tanya Jasmine.
"Oh ruangan Bapak Kevin ada di sini Bu" Wanita itu menunjukkan ruangan yang bertuliskan wakil CEO.
"Tapi Bapak Kevin sedang diruangan CEO. Ibu bisa tunggu sebentar saya akan sampaikan kedatangan Ibu pada beliau. Maaf dengan Ibu siapa ya?" tanya wanita yang di duga Jasmine adalah sekretaris seperti yang disebutkan wanita dibawah tadi.
"Saya Jasmine" jawab Jasmine.
Wanita itu masuk keruangan CEO Barrakh Corp. Jasmine memperhatikan ada tiga pintu ruangan kerja di lantai ini. Jasmine membaca satu persatu tulisan di pintu masuknya. Wakil CEO, Asisten CEO dan ruang CEO itu sendiri dan sudah pasti ruangannya yang paling besar diantara dua ruangan lainnya. Dimana di depan pintu tersebut masing-masing ada meja yang diduduki seorang wanita yang diduga Jasmine adalah sekretaris mereka.
Pintu CEO terbuka, wanita yang tadi berhadapan dengan Jasmine keluar dari pintu itu.
"Silahkan Bu, Ibu ditunggu Bapak Kevin dan Bapak Omar di dalam" ucap wanita itu.
__ADS_1
Jasmine masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan CEO.
Tok..tok..tok..
"Masuk" ucap Omar dari dalam.
Jasmine membuka pintu tersebut dan dia melihat tiga pria yang datang ke toko kuenya dua hari yang lalu.
"Silahkan duduk Jasmine" sapa Kevin ramah.
Jasmine merasa gugup tetapi dia berusaha menutupinya dan segera duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.
"August mana kontrak yang telah kamu susun tadi?" tanya Omar.
August berdiri dan mengambil kontrak kerjasama Barrakh Corp dengan Toko Kue Jasmine, kemudian menyerahkan kontrak tersebut kepada Omar yang duduk tepat di depan Jasmine.
"Silahkan kamu baca dan pelajari isi kontrak ini" baru kali ini lelaki yang Jasmine ketahui sebagai CEO Barrakh Corp mengajaknya berbicara.
Jasmine mendengar dan merasa bahwa suara itu seperti tidak asing ditelinganya tapi dimana dan kapan dia pernah mendengarnya sebab dia tau inilah komunikasi pertamanya dengan pemimpin perusahaan ini.
Jasmine mengambil kontrak kerjasama yang ada didepannya kemudian membaca isinya dengan seksama.
"Ada yang ingin kamu tambahkan?" tanya Omar.
"Boleh dicantumkan pemesanan dilakukan paling lambat H-1 dari waktu yang dijadwalkan, agar kami sempat menyiapka semua bahan yang dibutuhkan" jawab Jasmine.
"Catat August" perintah Omar.
"Ada lagi yang ingin kamu tambahkan lagi?" tanya Omar kembali.
"Tidak, aku setuju dengan semua isi kontrak ini. Kapam kerjasama ini dimulai?" tanya Jasmine.
"Begitu kamu tanda tangani kontrak ini secara sah kita sudah melakukan kerjasama" jawab Omar.
"Baiklah" jawab Jasmine mengerti.
"August secepatnya kamu perbaiki isi kontrak ini, tambahkan point yang diminta nona ini" perintah Omar.
"Baik Bos" August langsung sigap kembali keruangannya kemudian membawa kontrak kerjasama yang terbaru.
"Ini Bos" August menyerahkan kontrak perjanjian yanh baru.
Omar mengambil dan menyerahkannya kepada Jasmine.
"Silahkan kamu baca ulang, siapa tau ada point yang terlupa atau tertinggal" perintah Omar.
Gile aku bisa sesak nafas berlama-lama dihadapan pria ini. Auranya sangat dingin dan sepertinya dia sangat pintar mengintimidasi sesorang. Pantas saja dia bisa sukses mengembangkan perusahaan ini. Aku yakin para clientnya langsung keok bernegosiasi dengannya karena auranya yang sangat kuat ini. Batin Jasmine.
Jasmine membaca kembali isi dari kontrak kerjasama mereka.
"Aku menyetujui semuanya. Dimana aku harus membubuhkan tanda tanganku?" tanya Jasmine.
__ADS_1
"Dilembar terakhir Nona" jawab August.
Jasmine membuka lembar terakhir, sudah tertera namanya dan nama CEO Barrakh Corp. Jasmine membubuhkan tanda tangannya di atas nama yang tertulis di lembar itu. Kemudian menyerahkan kontrak perjanjian itu kepada Omar.
Omar kemudian menandatangani kontraknya.
"Boleh kontrak ini dicetak dua atau di copy? Aku mau menyimpan kontrak perjanjian ini dikantorku" ucap Jasmine.
"Kamu dengar August?" perintah Omar.
"Baik Bos akan saya cetak lagi" jawab August.
Kevin tersenyum menyaksikan interaksi antara sepupu dan target yang akan mereka perangkap menjadi calon istri dari sepupunya ini.
Ternyata kalian sama-sama pintar, sangat cocok. Ini baru kerjasama kecil antara sebuah perusahaan dengan toko kue yang kecil. Gimana nanti saat kalian harus menandatangani kontrak kerjasama kehidupan kalian alias surat nikah? Aku sudah tak sabaran untuk menyaksikannya. Batin Kevin.
Tak lama August datang membawa satu lagi kontrak perjanjian kerjasama, kembali Jasmine dan Omar menandatangani berkas itu. Kemudian mereka sama-sama menyimpan kontrak kerjasama perusahaan mereka.
"Bagaimana kalau kita merayakan kerjasama kita ini?" ajak Kevin.
"Mohon maaf sebentar lagi aku akan menghadiri meeting yang lain" tolak Omar.
"Aku juga harus kembali ke toko kue" jawab Jasmine yang menolak secara halus.
"Yaah sayang sekali kalian berdua sama-sama tidak bisa merayakan kerjasama ini" ucap Kevin terlihat kecewa.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak" Jasmine pamit undur diri. Jasmine mengulurkan tangannya kearah Omar tapi tangannya langsung disambut oleh Kevin.
"Senang menjalin kerjasama dengan kamu" Kevin mengedipkan sebelah matanya kearah Jasmine.
Jasmine hanya bisa tersenyum menanggapi tingkah Kevin.
Keluarga yang aneh. Yang satu pecinta wanita yang satu lagi alergi sama wanita. Umpat Jasmine dalam hati.
Jasmine mengetahui isu yang beredar kalau Omar dan Kevin adalah saudara sepupu. Omar terkenal sangat dingin terhadap wanita sedangkan Kevin seorang pemain yang selalu gonta ganti wanita.
.
.
BERSAMBUNG
***************
Hai para pembaca setia selamat datang di novel saya yang ketiga.
Semoga novel saya kali ini juga dapat menghibur kalian.
Jangan lupa seperti biasa tinggalkan jejak kalian ya.
Aku tunggu Like dan Commentnya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏**