BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Extra Part 3


__ADS_3

Seminggu setelah berita kehamilan Oryza dan Sheila terjadi sedikit keributan di Perusahaan Barrakh Corp.


"Bro tolongin aku donk, aku pengen banget makan yang manis-manis. Mulutku pahit sekali. Please belikan aku coklat" pinta August pada Kevin.


"Gus aku capek ngeladenin ngidam kamu seminggu ini. Mana istriku ngidam juga, berasa punya dua istri harus memenuhi permintaan kalian" jawab Kevin kesal.


"Tapi aku maunya emang kamu yang beli Vin. Please Viiiiin" rengek August.


"Sejak Oryza hamil kamu berubah seperti anak kecil. Gak nyangka aku, kamu bisa merengek seperti itu minta sesuatu. Gak sekalian gitu kamu nangis guling-guling dilantai biar aku foto trus posting di sosial media. Berita paling Viral dikota ini. Diduga seorang asisten pribadi Perusahaan Barrakh Corp melakukan aski mogok makan karena sedang ngidam coklat" ledek Kevin.


"Tega banget kamu bro. Jangan nyiksa seorang suami hamil seperti aku. Ingat doa orang teraniaya pasti terkabul. Istri kamu lagi hamil juga nanti aku sumpahin kamu yang ngidam baru tau. Kamu fikir ngidam itu enak?" tanya August.


"Oke.. Oke... mending aku memenuhi permintaan kamu dari pada aku yang ngerasain ngidamnya. Amit-amit cabang bayi" Kevin mengelus-elus perut August.


"Hati-hati bro entar salah elus bisa bangun dia" August mengingatkan.


"Ih jijay pegang yang begituan. Emanya aku jeruk makan jeruk" jawab Kevin kesal. Sontak Kevin menarik tangannya dari perut August dan memindahkannya ke perut sendiri. Kini Kevin sedang mengelus perutnya sendiri.


"Tolong ya Vin, aku mau balik ke ruanganku. Badanku lemas sekali" ucap August.


August berbalik dan melangkah keluar dari ruang kerja Kevin. Kevin sedang bersiap-siap hendak pergi ketika Omar masuk keruangannya.


"Mau kemana kamu Vin?" tanya Omar.


"Mau beliin si Jin Iprit itu Coklat. Tadi dia memelas meminta dibeliin coklat" oceh Kevin kesal.


Omar hanya tersenyum mendengar perkataan Kevin.


"Gak kamu, ponakan kamu semua ngerepotin aku" ucap Kevin.


"Anak kamu juga donk" potong Omar.


"Kalau anak aku bedalah. Itu kan keinginan anak aku. Dengan senang hati akan kupenuhi. Lagian aku pernah janji sama Sheila akan memenuhi semua keinginan dia saat ngidam kalau dia hamil. Saatnya aku membayar janjiku" ungkap Kevin.


Kevin melangkah hendak meninggalkan ruang kerjanya.


"Vin sekalian belikan Kebab Wan Abud ya.. Jasmine pengen makan kebab itu lagi" sambung Omar.


"Ya ampuuuuuun... cobaan apa ini Tuhaaaaan. Aku tau dulu dosaku pada wanita banyak tapi mengapa harus seperti ini cara menebusnya" ucap Kevin kesal.


"Sudahlah Vin, kita bagi tugas. Aku yang urus kerjaan, kamu urus permintaan dua wanita hamil plus satu pria ngidam. August tidak bisa kita paksa saat ini. Kamu lihat sendiri datang ke kantor saja dia butuh dengan perjuangan" jawab Omar.

__ADS_1


"Ya sudah aku beli sekalian. Puas kamu" teriaknya kesal. Kevin segera melangkah pergi.


Omar tertawa melihat wajah kesal sepupu plus sahabatnya itu.


Satu jam kemudian.


"Nih Gus coklat kamu" Kevin datang keruangan August dan menyerahkan bungkusan berisikan coklat permintaan August.


"Bau apa nih Vin?" tanya August saat hidungnya mencium sesuatu yang menusuk.


"Kebab Si Jasmine. Dia pengen makan kebab Wan Abud lagi" jawab Kevin.


Tiba-tiba..


"Eueeeek... Ueeeek..." August berlari ke kamar mandi.


"Vin cepat kamu keluar dari sini. Aku mual mencium bau makanan itu. Amis sekali baunya Vin" teriak August.


Kevin melongo melihat kejadian aneh di depan matanya. Benar-benar si August ini. Baru kali ini Kevin melihat ada pria ngidam seperti August mana pakai level parah lagi. Istrinya saja dirumah gak sampai segitunya ngidam saat hamil muda.


Sambil menggelangkan kepalanya Kevin segera meninggalkan ruang kerja August dan melangkah keruang kerja Omar.


"Thanks Bro.." jawab Omar sambil merapikan meja kerjanya.


"Lo udah mau pulang? Bareng sama August lagi?" tanya Kevin.


"Iya, August belum kuat bawa mobil sendiri ke kantor. Dan karena ngidamnya yang parah Mama meminta mereka tinggal dirumah orangtuaku dulu. Makanya kami bisa pulang bareng" jawab Omar.


"Emang kenapa?" tanya Omar penasaran.


"Saran aku, lo simpan kebab ini dibagasi mobil aja bro. Kasihan si August, tadi waktu aku antar coklat pesanannya ke ruang kerjanya dia mencium wangi kebab ini dan dia langsung lari ke kamar mandi muntah-muntah" ungkap Kevin.


"Apa? parah juga ngidam tuh anak" ucap Omar tak percaya.


"Makanya aku bilang hati-hati simpan kebabnya dalam mobil kamu kalau kamu gak mau repot ngurusin muntahan August si mobil" Kevin mengingatman.


"Oke bro akan aku ingat" Jawab Omar.


Mereka berdua keluar meninggalkan kantor menuju mobil masing-masing.


Sesuai nasehat Kevin, Omar menyimpan Kebab pesanan Jasmine di bagasi mobil sebelum August datang. Dia merasa kasihan pada sahabat plus adik iparnya itu kalau gara-gara mencium bau kebab bisa menyebabkan August muntah.

__ADS_1


Tak lama August datang dengan wajah pucat sambil memegang perutnya.


"Kenapa tampang Lo?" tanya Omar.


"Ampun Mar... ngidam ini sangat menyiksaku. Tadi Kevin bawa kebab pesanan istri kamu membuat perutku seperti dikocok dari dalam. Mualnya minta ampun" jawab August.


"Baru satu minggu Gus, biasanya ngidam hamil muda itu sampai usia kandungan tiga bulan. Nih usia kandungan Oryza baru enam minggi, lo harus bertahan enam sampai delapan bulan lagi" Omar mengingatkan.


"Ya Tuhan... kuatkan aku" doa August.


"Yuk kita pulang" ajak Omar.


"Btw Kebab yang dibeli Kevin tadi kamu simpan dimana? Aku trauma mencium baunya. Amis sekali" ucap August ngeri.


"Tenang aja tadi Kevin udah ngingatin aku jadi barang sudah aku amankan. Kamu tidak akan menciumnya" jawab Omar.


Omar dan August masuk kedalam mobil kemudian mobil melaju menuju rumah orangtua Omar. Karena padatnya lalu lintas mereka sedikit lebih lama nyampai dirumah.


Satu jam kemudian tibalah Omar dan August dirumah disambut Jasmine, Oryza dan Zahra.


"Kamu kenap Gus, kog lemas gitu?" tanya Zahra bingung melihat menantunya.


"Baru selesai muntah Ma tadi dikantor" jawab August.


"August langsung ke kamar ya Ma, pusing dan lemas" pamit August. Dia berjalan menuju kamarnya disusul Oryza dibelakangnya.


"Yank ini kebab pesanan kamu. Lebih baik makannya dikamar saja. Kasihan si August gara-gara cium kebab ini dia jadi muntah-muntah di kantor" Omar menyerahkan bungkusan Kebab yang baru dikeluarkannya dari bagasi mobilnya.


"Kasihannya si August" sambung Jasmine.


"Dia sudah menyerah baru ngidam seminggu" ucap Omar.


"Tuh begitulah yang dialami wanita saat hamil. August masih mending hanya ngidam saja tapi tidak beneran hamil. Gimana pengorbanan seorang ibu coba... Disatu sisi dia gak kuat menahan gejolak mual mencium wangi makanan tetapi disisi lain dia harus makan karena memikirkan gizi anak yang ada dalam kandungannya" nasehat Zahra.


"Iya Ma aku sudah banyak melihat pengorbanan wanita hamil. Maaf ya Ma sudah menyusahkan Mama saat mengandungku dulu. Dan maaf yank sudah menyusahkan kamu mengandung anakku" ucap Omar pada Mama dan istri tercintanya.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2