BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 55


__ADS_3

Jasmine membatalkan jadwal ke toko kue hari ini. Setelah pertemuannya dengan Kevin di Cafe XXX Jasmine ingin langsung pulang ke apartemen.


Apa yang harus aku lakukan untuk membantu kamu Mr. Flat? tanyanya dalam hati.


Tiba-tiba Jasmine mendapat sebuah ide. Dia langsung meraih benda pipih di tasnya kemudian menelepon Oryza.


"Assalamu'alaikum Za, kamu sibuk hari ini" sapanya pada Oryza.


"Wa'alaikumsalam Mbak. Aku baru aja keluar kampus Mbak, kuliah aku sudah selesai" jawab Oryza.


"Za kamu mau gak melakukan sesuatu untuk Mas Omar?" tanya Jasmine.


"Apa tu Mbak?" Oryza balik bertanya.


"Mbak kan sekarang lagi dalam perjalanan pulang ke apartemen. Hari ini Mbak gak ke toko kue" jawab Jasmine.


"Lho Mbak Jasmine sakit?" Oryza kembali bertanya.


"Mbak sehat-sehat aja kog cuma lagi malas aja ke toko kue, pengen pulang aja ke apartemen. Kamu mau gak Za jemput Bu Zahra ke toko kue trus bawa dia ke apartemen. Mbak mau ngajak kalian masak bareng makanan kesuakaan Mas Omar buat kejutan untuk dia" pinta Jasmine.


"Mau.. mau... Mau banget Mbak" teriak Oryza senang.


"Tapi Za jangan sampai anak-anak di toko tau ya, kita harus tetap merahasiakan keberadaan Bu Za. Kamu bilang aja sama Sheila mau jemput Bu Zahra, nanti Mbak yang telepon Sheila menjelaskannya" ucap Jasmine.


"Oke Mbak. Secepatnya Oryza meluncur ke Toko Kue Jasmine" jawabnya semangat.


Telepon di tutup. Kemudian Jasmine menelepon Sheila sahabatnya.


"Assalamu'alaikum Sheil" sapa Jasmine.


"Wa'alaikumsalam Mine. Kamu belum datang jam segini, kamu sakit?" tanya Sheila.


"Aku lagi gak enak badan aja dikit. Sheil tadi aku minta tolong Oryza jemput Ibu Zahra ke toko kue. Aku butuh dia memasakkan sesuatu padaku di apartemen. Nanti kamu kasi izin ya ke dia. Biar anak-anak lain gak iri lihatnya" pinta Jasmine.


"Oke Mine, sekarang aku sampaikan ke Bu Zahra ya biar dia siap-siap" jawab Sheila.


"Makasih Sheil" tutup Jasmine.


Jasmine singgah ke supermarket untuk belanja baha-bahan makanan. Hari ini dia ingin memasak bersama mertua dan adik iparnya di apartemen. Jasmine membeli banyak sekali bahan makanan sekalian untuk stok dikulkas.


Sebenanrnya walaupun Omar sudah memberikan kartu kredit unlimited padanya tapi Jasmine belum pernah menggunakannya sekali pun. Jasmine memakai uang tabungannya untuk membeli semua yang dia inginkan.


Entah mengapa rasanya dia enggan memakai pemberian dari Omar itu. Nanti sajalah jika dia membutuhkan sesuatu yang lebih besar mungkin suatu saat dia akan mempergunakannya.


Satu jam berlalu, Jasmine pulang ke apartemennya. Dia berganti baju kemudian mulai menyusun belanjaannya di dapur.


Tiga puluh menit kemudian Oryza dan Zahra sudah sampai ke apartemen Omar.


Ting..tong...


Jasmine membuka pintu apartemennya. Kemudian Zahra dan Oryza masuk bersama-sama.


"Silahkan masuk bu diapartemen Mas Omar" ucap Jasmine.


"Ini juga apartemen kamu sayang, kamu kan istrinya Omar" jawab Zahra lembut penuh kasih sayang.


Jasmine membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Silahkan duduk Bu" Jasmine mempersilahkan mertuanya duduk di sofa.


"Mama mau minum apa, biar aku ambilkan" ucap Oryza.


"Gak usah sayang nanti kalau Mama haus Mama ambil sendiri" jawab Zahra.


"Kita langsung masak atau Ibu mau istrahat dulu?" tanya Jasmine.


"Langsung masak aja ya nanti keburu malam Omar pulang, Ibu belum siap untuk bertemu dengannya sekarang" aku Zahra.


"Baiklah kalau begitu. Yuk kedapur Bu" ajak Jasmine.


"Asik... aku udah kangen masakan Mama. Apa dulu ya makanan kesukaan aku?" tanya Oryza yang masih lupa masa kecilnya.


"Kamu itu suka sop ayam sedangkan Omar sukanya rendang. Apa bahannya ada? Biar Ibu masakkan semuanya buat kalian" Sambung Zahra.


"Ada Bu, sebelum pulang tadi aku belanja terlebih dahulu" Jawab Jasmine.


"Kita mulai memasak ya" ajak Zahra pada kedua anaknya.


Mereka sangat senang bisa memasak bersama seperti ini terlebih Oryza yang sudah lama merindukan kasih sayang Mamanya. Senyum di bibirnya tak pernah surut.


Zahra memasak berbagai jenis masakan yang dia ingat anak-anaknya sangat menyukainya. Dengan penuh kasih sayang dia memasak berharap ini dapat sedikit mengobati luka hati anak-anaknya akan masa lalu mereka.


Zahra tidak lagi menyesali apa yang telah terjadi dia sudah mengikhlaskannya. Mungkin itu sudah takdir hidupnya. Dia tidak mau menuntut dan menyalahkan siapapun, hanya saja dia ingin membersihkan nama baiknya dan berkumpul kembali dengan anak-anaknya.


Tapi Jasmine selalu mengatakan padanya yang salah harus mendapatkan ganjaran atas perbuatannya.


Berkumpul dengan orang-orang tersayangnya seperti ini sudah membuatnya sangat senang. Zahra menghapus airmata disudut matanya. Kali ini adalah airmata bahagia.


"Bu bawa sebagian ya makanannya. Kalau kami berdua gak akan habis memakan ini semua" perintah Jasmine.


"Iya Ma, aku ingin makan berdua sama Mama dirumah kontrakan Mama" sambut Oryza.


"Ya sudah Mama masukin ke wadah dulu ya Za" jawab Zahra.


"Ma.. malam ini aku boleh menginap dirumah Mama gak? please..." pinta Oryza.


"Bukan Mama gak mau sayang, nanti Om kamu curiga" tolak Zahra.


"Aku minta izin sama Tante Sera kalau aku menginap dirumah teman ngerjain tugas kampus" jawab Oryza.


"Ya sudah kalau begitu yang banyak bawa makanannya" sambung Jasmine.


"Asiiik..." sorak Oryza senang.


Setelah mereka memasukkan makanan ke wadah Zahra dan Oryza bergegas keluar dari apartemen karena jam sedikit lagi menunjukkan angka tujuh, biasanya Omar akan pulang jam segitu.


Benar saja dugaan Jasmine lima menit kemudian Omar sudah sampai di apartemen.


"Waktu aku masuk ke basement tadi aku melihat mobil Oryza keluar. Apa dia baru dari sini?" tanya Omar.


Deg... jantung Jasmine langsung berdetak kencang. Apa Omar melihat Zahra juga? gumamnya pelan.


"Mm.. iya tadi dia minta ajarin masak, jadi kami masak makan malam bareng" jawab Jasmine.


"Pantesan wangi apartemen ini berbeda dari biasanya" oceh Omar.

__ADS_1


"Kamu mau makan sekarang?" Jasmine menawarkan.


"Aku mandi dulu" ucapnya.


"Oke, pakaian kamu sudah aku siapkan di atas tempat tidur ya" jawab Jasmine.


Omar masuk ke kamar dan mandi. Lima belas menit kemudian dia keluar dari kamar dengan tampilan yang santai dan segar.


Kamu ganteng Mas, aku beruntung menjadi satu-satunya wanita yang bisa berada didekat kamu. Tawanya dalam hati.


Omar melihat hidangan di meja makan.


"Banyak sekali masakan kamu hari ini?" tanya Omar.


"Iya, Oryza minta belajar berbagai jenis makanan. Tadi aku habis belanja jadi stoknya banyak" jawab Jasmine.


"Oh iya dua bulan ini mengapa tidak ada tagihan kartu kredit yang kuberikan padamu. Kamu tidak menggunakannya?" tanya Omar.


"Emmm.. aku belum membutuhkannya" jawab Jasmine singkat.


"Jadi selama ini kamu belanja kebutuhan apartemen ini pakai uang kamu?" Omar bertanya lagi, kali ini terdengar sedikit kuat.


"Iya, gak masalah Mr. Uangku cukup kog" balas Jasmine.


"Aku tidak mau makan dari hasil keringatmu. Aku ini suamimu berkewajiban memenuhi semua kebutuhanmu. Kalau kamu tidak mau memakainya, mulai hari ini aku akan makan diluar" ancam Omar.


"Oke..oke.. mulai besok aku akan memakainya. Kamu jangan marah ya Mr. Sekarang bagaimana kalau kita habiskan semua makanan yang ada di meja ini" ajak Jasmine.


"Ya sudah" jawab Omar singkat.


Jasmine mengambilkan makanan untuk Omar dan menunggi reaksi Omar saat memakan semua makanan ini.


Omar mulai melahap makanannya. Satu persatu dia coba terlihat keningnya mengkerut.


"Kenapa, tidak enak?" tanya Jasmine penasaran.


"Enak" jawabnya singkat kemudian melanjutkan makannya dengan sangat lahap.


Sebentar saja makanan yang ada di meja sudah habis.


"Kamu pintar memasak ya, lain kali kalau kamu tidak capek dan banyak waktu aku mau dimasakkan makanan seperti ini lagi" pinta Omar.


Seketika wajah Jasmine cerah, hatinya berbunga-bunga mendengar perkataan suaminya.


"Baiklah, aku akan sering-sering memasakkannya untukmu" jawab Jasmine.


"Tapi ingat belanja pakai kartu yang aku berikan" tegas Omar.


"Assshiaaap Bos" jawab Jasmine sambil tersenyum lebar.


Omar berlalu meninggalkan dapur dan berjalan menuju ruang kerjanya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2