BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 21


__ADS_3

Seminggu ini Jasmine sibuk dengan pesanan Barrakh Corp untuk acara ultah sang CEO dan Jasmine melupakan bahwa di acara itu dia akan bertunangan dengan CEO perusahaan tersebut.


Ini adalah pesanan terbesar sepanjang berdirinya Toko Kue Jasmine, sehingga dia tidak ingin mengecewakan pihak yang memesan kue dan cake nya walaupun itu adalah calon tunangannya.


Kesibukan ini membuatnya lupa memberitahu kabar pertunangannya dengan Omar Barrakh kepada sahabatnya Sheila.


Siang itu disaat seluruh karayawan sibuk bertempur di dapur mempersiapkan semua daftar pesanan tiba-tiba utusan dari Perusahaan Barrakh Corp datang.


Toko Kue Jasmine tutup dua hari, hari ini dan besok. Hari ini tutup karena mereka sibuk membuat kue yang dipesan sedangkan besok adalah hari libur yang diberikan Jasmine agar para karyawannya bisa beristirahat


"Permisi Bu Jasmine, kami ingin mengirimkan barang pesanan dari Bapak Omar Barrakh" ucap seorang utusan dari perusahaan tersebut.


Jasmine melihat sebuah gaun cantik yang digantung disebuah hanger yang ditutupi plastik transparan sedang dibawa seorang pria dengan sangat hati-hati. Dia terlihat sangat takut merusak gaun tersebut.


"Gaun ini untuk siapa?" tanya Jasmine.


"Katanya untuk Ibu" jawab pria tersebut.


Jasmine menerima gaun tersebut dan membawanya keruang kerjanya dilantai dua. Sheila penasaran dengan semua itu membawanya keatas mengikuti Jasmine.


"Waaah bagusnya gaun ini? Aku mencium sesuatu yang disembunyikan" ucap Sheila penasaran.


"Maaf Sheil aku lupa memberitahu kamu karena seminggu ini kita terlalu sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk hari ini. Dari pada kamu kecewa aku tidak bermaksud ingin menutupi semua tapi maaf aku memang benar-benar lupa" jawab Jasmine.


"Kamu bicara apa sih kog berbelit gitu?" tanya Sheila bingung.


"Sekarang kamu duduk dulu. Aku mau cerita sesuatu yang serius pada kamu" perintah Jasmine.


Sheila duduk di sofa yang ada diruangan Jasmine.


"Seminggu yang lalu saat Perusahaan Barrakh Corp memberikan daftar pesanan mereka Omar Barrakh secara terang-terangan melamar aku. Dia datang kerumah orangtuaku dan meminta restu mereka" ucap Jasmine.


"Apa? Kabar sepenting ini bisa kamu rahasiakan padaku?" Sheila terkejut dan merasa kecewa.


"Maaf Sheil, aku benar-benar lupa karena kita terlalu sibuk di toko mempersiapkan pesanan untuk hari ini. Dan aku juga terkejut dengan lamaran dadakan Omar padaku di depan orangtuaku" jawab Jasmine merasa bersalah.

__ADS_1


"Please... kamu jangan marah ya. Kamu sahabat aku satu-satunya. Aku ingin kamu hadir nanti malam diacara pertunanganku" pinta Jasmine memelas.


"Sebenarnya aku sangat kecewa padamu tapi sayangnya aku terlalu sayang padamu dan tidak bisa begitu saja mengabaikanmu. Dengan berat hati aku ingin mengucapkan selamat padamu" ucap Sheila sambil memeluk Jasmine.


"Terimakasih Sheil, kamu memang sahabat aku yang paling baik" balas Jasmine.


"Jadi ini adalah gaun pertunangan kamu?" tanya Sheila.


"Aku rasa iya, aku sendiri saja lupa mempersiapkannya. Untung dia sudah mengingatkanku dan menyiapkan semuanya, kalau tidak aku gak tau nanti malam harus memakai apa" jawab Jasmine.


Kali ini dia sangat bersyukur dan berterimakasih atas perhatian Omar yang sudah mempersiapkan semua ini. Jasmine memang benar-benar lupa bahwa nanti malam dia akan bertunangan.


"Sekarang kamu pulang bersiap-siap. Pesanan juga sudah siap semua dan sebentar lagi pihak Barrakh Corp akan menjemputnya. Biar aku yang mengurus semuanya ya, kamu tinggal dandan yang cantik saja dirumah. Malam ini kamu akan menjadi Ratu" ucap Sheila memberi semangat.


"Sekali lagi terimakasih Sheil" jawab Jasmine.


Jasmine pulang kerumah membawa gaun yang diantarkan oleh seorang pria dari Barrakh Corp. Untung waktunya masih cukup untuk dia mempersiapkan dirinya menghadiri acara malam ini.


***


"Sudah Bos tadi aku sudah menyuruh sesorang untuk mengirimkannya langsung kepada Nona Jasmine" jawab August.


"Untung kamu mengingatkannya Vin, kalau tidak aku pasti akan malu nanti malam" ucap Omar pada Kevin.


"Tenang Bro kamu tidak akan semalu itu. Dia tetap cantik memakai gaun apapun aku hanya khawatir dia pasti tidak mempersiapkan gaunnya karena sibuk mengurus toko kuenya" jawab Kevin.


Kevin yang lebih mengenal perempuan sudah menduga hal ini akan terjadi. Dia tidak mau saudara merangkap sahabatnya ini kecewa malam ini.


Pintu ruangan Omar terbuka dan terlihat Reynhard Papanya Kevin masuk kedalam ruang kerja Omar.


"Bisa kalian tinggalkan kami berdua?" pinta Reynhard.


"Apakah aku juga harus keluar Pa?" tanya Kevin.


"Ya, kamu juga keluar. Ada hal penting yang ingin Papa bicarakan berdua dengan Omar" jawab Papa Kevin tegas.

__ADS_1


"Cih padahal tidak ada hal yang disembunyikan diantar kami ngapain juga main rahasi nanti juga aku akan tau pembicaraan kalian" gerutu Kevin tapi dia tetap tidak bisa membantah perintah Papanya.


Reynhard menatap tajam putranya.


Kini hanya tinggal Omar dan pamannta berdua didalam ruangan Omar.


"Bagaimana Omar dengan permintaan Om sebulan yang lalu. Apakah kamu bisa memenuhinya atau Om harus membawa wanita pilihan Om untuk kamu malam ini?" tanya Reynhard.


"Tenang saja Om, aku sudah menemukan calonku sendiri dan nanti malam aku akan mengumumkan pertunanganku dengan wanita itu" jawab Omar yakin.


"Bagus. Om senang mendengarnya. Selanjutnya secepatnyalah kamu atur waktu pernikahan kalian. Setelah urusan kamu selesai baru Om selesaikan urusan anak bandel satu itu" ucap Reynhard yang ditunjukan pada Kevin anaknya.


"Sepertinya Om harus mencarikan calon yang tepat untuknya. Aku khawatir dia akan salah memilih wanita" ucap Omar tersenyum pada pamannya.


Rasain kamu Vin, setelah ini giliran kamu yang akan pusing memenuhi permintaan Papa kamu. Umpat Omar kepada Kevin dalam hati.


"Setelah acara pertunanganku nanti malam, aku harap Om dapat meluangkan waktu Om untuk bertemu dengan calon mertuaku membahas tentang waktu pernikahan" tegas Omar.


"Om akan meluangkan waktu untuk hal penting itu" jawab Reynhard.


"Aku sudah membicarakannya dengan calon mertuaku, kita tinggal mengatur jadwal untuk pertemuan dua keluarga" sambung Omar.


"Om tidak sabar menunggu nanti malam, wanita seperti apa pilihan kamu. Om harap wanita itu tidak mengecewakan dan dia pantas bersanding dengan kamu" jawab Reynhard.


"Om bisa menilainya sendiri setelah Om bertemu dengannya langsung dan selama ini aku rasa belum pernah membuat Om kecewa" jelas Omar.


"Yah selama ini Om puas dengan semua keputusan kamu semoga kali ini juga sama" ucap Reynhard.


"Sekarang Om bisa pulang dengan lega. Om akan kabari Tante dan adik kamu agar mereka bersiap-siap datang keacara nanti malam. Mereka semua pasti akan sangat senang mendengar kabar gembira ini" sambungnya lagi.


Omar hanya bisa tersenyum tipis menatap pamannya. Selama ini Pamannyalah orang yang paling dia hormati di dunia ini. Setelah kepergian Papanya, Pamannya yang menggantikan posisi Papanya selama hampir lima belas tahun ini. Omar sangat menghargai semua jasa pamannya pada dia dan adiknya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2