
Omar
Aku sudah sampai di depan toko kue kamu
Istri Aladin
Kamu gak mau masuk dulu? Makan kue atau cake?
Omar
Nggak.
Istri Aladin
Baiklah. Aku akan turun.
Huh aku sudah berusaha baik padanya menawarkan sedikit perhatian tapi dia tetap dingin. Ya Allah rumah tangga yang seperti apa nanti akan kami jalani. Bisik hati Jasmine.
Jasmine turun kelantai bawah membawa tas dan perlengkapannya.
"Mau pergi Mine?" tanya Sheila.
"Iya, tuh Mr. O sudah menunggu di depan. Papa mengundangnya makan malam dirumah malam ini" jawab Jasmine.
"Mr. O?" tanya Sheila bingung.
"Mr. Omar, Sheila" jelas Jasmine.
"Oooh... Ya udah hati-hati ya Mine, salam buat Om da Tante" ucap Sheila.
"InsyaAllah aku sampein. Aku pulang dulu ya, titip toko" jawab Jasmine.
"Ok" balas Sheila.
Jasmine melangkah menuju mobil Omar dan masuk kedalam. Omar menjalankan mobilnya keluar area Toko Kue Jasmine menuju rumah orangtua Jasmine.
Tak sampai satu jam mereka sudah sampai di halaman rumah Jasmine. Mereka keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. Omar sudah mulai terbiasa dengan rumah ini karena ini adalah kedatangannya yanh ketiga setelah melamar Jasmine sendiri dan datang membawa keluarganya minggu lalu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Jasmine saat masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam. Kalian sudah datang rupanya" jawab Papa Jasmine.
Jasmine mencium tangan Papanya, Omar memperhatikan dan mengikuti perbuatan Jasmine barusan. Dia harus belajar memperlakukan calon mertuanya dengan baik agar mertuanya semakin yakin telah mempercayakan anak gadisnya kepada Omar.
"Yuk Pa, ajak mereka makan malam. Hidangan sudah siap ni" ajak Mama Jasmine.
Mereka makan malam bersama setelah itu duduk diruang keluarga.
"Gimana persiapan pernikahan kalian?" tanya Papa Jasmine.
"Sudah hampir beres Pak semuanya. Soal gedung, undangan dan souvenir terima beres. Semua WO yang sediakan. Gaun dan cincin juga sudah kami pilih" jawab Omar.
"Mudah-mudahan lancar ya sampai hari H" sambung Mama Jasmine.
"Kamu jangan sungkan-sungkan lagi manggil kami. Panggil aja Papa, Mama seperti Jasmine" perintah Papa Jasmine.
"Iya Pa" jawab Omar singkat.
Jasmine tersenyum melihat wajah gugup Omar. Bisa juga pria ini gugup dan salah tingkah.
"Rencananya kami akan tinggal di apartemen saya. Saya harap Papa dan Mama tidak keberatan kalau Jasmine ikut dengan saya" jawab Omar.
"Kami tidak keberatan, seorang istri akan ikut kemana pun suaminya pergi. Papa beritahu rahasia dalam berumah tangga ya. Kalian harus saling terbuka, jika ada masalah selesaikan dengan baik-baik. Dalam memutuskan sesuatu dalam rumah tangga kalian, sebaiknya dimusyawarahkan dulu, jangan seenaknya saja menentukan sendiri. Setiap manusia pasti memiliki ego masing-masing, kalian harus bisa menekan ego kalian jangan terlalu gampang emosi. Namanya menikah itu menyatukan dua kepribadian yang berbeda dari latar belakang dan sifat yang berbeda juga pasti akan selalu ada selisih pendapat. Tapi berusahalah memandang suatu masalah itu dari sudut pandang yang berbeda jangan hanya dari sudut pandang pemikiran kalian masing-masing" nasehat Bima Ardhan, Papa Jasmine.
Omar dan Jasmine terdiam mendengarkan nasehat dari Papanya.
"Omar saya mengatakan ini bukan karena Jasmine adalah putri saya, bukan. Tapi karena menurut saya kunci kebahagiaan dalam rumah tangga terletak pada kebahagian istri. Jika istri kamu bahagia rumah tangga kamu juga akan hidup, cerah, ceria penuh warna. Tapi kalau seorang istri terluka tumah tangga akam redup dan suram. Kamu fikirkan apa yang Papa katakan ini nanti saat kalian menjalaninya kalian pasti akan membenarkan semua yang Papa katakan" sambung Papa Jasmine.
"Dan kamu Jasmine, perintah suami adalah satu hal yang harus kamu kerjakan. Jangan pernah membantah perintah dan keinginan suami. Ridho Allah terletak pada ridho suami. Dalam berumah tangga semua yang kalian lakukan untuk pasangan kalian akan menjadi ibadah. Makanya sunah Rasul mengatakan menikah itu menyempurnakan setengah agama" Jelas Papa Jasmine.
Omar baru kali ini merasakan kehangatan dan nasehat orangtua setelah kejadian 15 tahun yang lalu. Ada sisi hatinya yang menghangat mendengarkan nasehat Papa Jasmine. Mereka berbincang layaknya orangtua dan anaknya membuat Omar teringat pada almarhum Papanya.
Mata Omar berkaca-kaca mengingat kenangannya bersama papanya.
"Sebentar lagi kalian akan menikah, anggap Papa dan Mama ini sebagai pengganti orangtua kamu. Kalau ada masalah jangan sungkan untuk bertukar fikiran dengan kami" ucap Bima kepada Omar.
__ADS_1
"Iya Pa, semua nasehat Papa akan saya ingat" jawab Omar.
Jasmine menatap wajah Omar, kali ini Jasmine melihat ada ekpresi yang terpancar dari wajah Omar tapi Jasmine menangkap sorot kesedihan dimata Omar.
Apa yang kamu rahasiakan. Apa yang terjadi pada masa lalumu sehingga membuat hatimu sedingin es? Jasmine ingat kata-kata Oryza kemarin tentang Mamanya Omar.
Lihat saja laki-laki dingin aku jika aku tidak bisa merubahmu jangan panggil namaku Jasmine. Ucap Jasmine dalam hati.
"Setelah menikah apakah Jasmine akan berhenti bekerja?" tanya Mama Jasmine.
"Tidak Ma, saya akan membebaskan Jasmine beraktivitas diluar sana asal dia dapat membagi waktunya untuk kelurga" jawab Omar.
"Syukurlah karena Mama sempat khawatir kamu akan melarangnya. TK dan Toko Kue adalah impian Jasmine dari dulu. Selain keluarga, itulah kebahagian dia yang lain. Mama harap kamu dapat memakluminya" pinta Mama Jasmine.
"Saya mengerti Ma" jawab Omar singkat.
"Kamu dari tadi kog diam aja sayang?" tanya Mama Jasmine.
"Ha... eh gak apa-apa Ma, aku ikut dengar kog dari tadi" jawab Jasmine.
"Kata-kata nasehat Papa tadi bukan hanya untuk Omar tapi itu juga berlaku untuk kamu Jasmine" ucap Bima.
"Iya Pa, Jasmine tau. InsyaAllah akan Jasmine ingat semua pesan Papa dan Mama" jawab Jasmine mengerti.
"Sudah malam Pa, Ma, saya permisi pulang dulu. Mohon maaf kalai mungkin sampai acara pernikahan kami saya akan jarang main kemari karena ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan sebelum acara resepsi pernikahan kami" ucap Omar.
"Iya Omar, Papa dan Mama mengerti kog. Jaga kesehatan kami jangan sampai sakit. Perbanyak ibadah, kata orang kalau mendekati hari pernikahan banyal cobaan dan rintangannya. Jadi kalian harus saling menguatkan dalam lantunan doa agar semua lancar dan kalian akan menjalani rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah" jelas Papa Jasmine.
"Aamiin" ucap semua yang ada di ruangan itu.
"Saya pulang ya Pa, Ma, Jasmine" Omar pamit pulang ke apartemennya karena hari sudah semakin larut malam. Dia harus segera istirahat karena besok ada meeting penting dengan client.
Omar paling tidak suka jika dalam menghadapi clientnya dia tidak melakukan persiapan terlebih dahulu. Setidaknya waktu tidur yang cukup itu akan sangat membantu penampilan Omar agar dia lebih percaya diri dalam bernegosiasi dengan para clientnya.
Omar pun pulang menuju apartemennya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG