BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 109


__ADS_3

Sudah seminggu Oryza memikirkan nasehat Jasmine dengan baik. Hari ini dia sangat yakin untuk memantapkan hatinya memakai jilbab.


Oryza menemui Mama dan Kakak iparnya yang sedang asik memasak cake di dapur.



"Ma... Mbak... ada yang mau aku bicarakan pada kalian" ucap Oryza tiba-tiba.


"Kamu mau membicarakan apa sayang?" tanya Zahra.


Zahra dan Oryza sudah duduk di depan meja makan sedangkan Jasmine sedang masukkan loyang cake ke oven dan memgatur waktu dan suhu untuk memasak cake.


Setelah cake dipanggang Jasmine ikut bergabung bersama mertua dan adik iparnya.


"Ma.. Mbak.. aku sudah memikirkan hal ini lebih dari seminggu. Hari ini aku yakin sudah memantapkan hatiku untuk memakai hijab" ucap Oryza.


"Alhamdulillah... selamat ya sayang" balas Zahra.


"Selamat ya Za, semoga kamu istiqomah" Jasmine memeluk adik iparnya.


"Mbak sudah janji kan akan menemaniku berbelanja membeli semua keperluanku untuk berhijab?" desak Oryza.


"Iya Mbak janji sayang... Kapan kamu mau?" tanya Jasmine.


"Bukannya niat yang baik itu lebih baik disegerakan Mbak?" ucap Oryza.


"Kamu benar sekali. Yuk kita pergi sekarang. Ma.. aku titip cakenya gak apa-apa kan Ma?" tanya Jasmine pada mertuanya.


"Gak apa-apa sayang. Kalian pergi saja biar Mama yang dirumah. Tapi harus hati-hati ya... Oza jaga Mbak kamu jangan terlalu capek kamu ajak keliling berbelanja" nasehat Zahra.


"Iya Ma. Oza akan jaga Mbak Jasmine" balas Oryza semangat.


Mereka berdua melangkah meninggalkan dapur.


Ternyata anak gadisku sudah semakin dewasa. Terimakasih Tuhan, KAU telah menjaganya dengan sangat baik. Batin Zahra.


******


My Mine


Mas aku pergi berbelanja sama Oryza ya ke Mall XX


Aladin


Oke tapi kamu hati-hati ya


My Mine


Kita ketemu di Mall ya Maaaas... aku pengen makan malam diluar bersama kamu.


Aladin


Baiklah, nanti pulang kerja Mas akan singgah ke sana


My Mine


Tapi bawa si Jin ya Mas


Aladin


Untuk apa ngajakin dia?

__ADS_1


My Mine


Untuk bawain semua belanjaan donk Mas


Aladin


Ya udah sesuka kamulah yank, nanti aku ajak si Jin bersamaku.


Aladin


Tapi Jin aja kan Yank? Si Abu nggak kan?


My Mine


Iya si Jin aja. Si Abu suruh cepat pulang ke kandang. Jangan keluyuran lagi.


Aladin


Oke yank


Omar menarik panjang nafasnya. Sejak resepsi pernikahan Kevin dan sejak kejadian percobaan pemerkosaan Oryza, Omar tidak pernah jalan berdua bersama August lagi kecuali untuk urusan kantor.


Walau istri dan sepupunya sudah membuka wawasan dan fikirannya mengenai hubungan Oryza dan August tapi entah mengapa semua itu belum dapat meyakinkannya.


Tapi ini adalah permintaan istrinya yang sedang hamil, tidak mungkin dia tidak mengabulkannya. Bisa kena ancaman pidana nih hukuman satu bulan tidur diluar. Mana kuat Omar tidur tanpa memeluk putri Jasminenya.


Omar melirik jam ditangannya, satu jam lagi jam kerja selesai. Dengan terpaksa Omar memanggil August melalui interkom diruangannya.



"Gus keruanganku sebentar" ucap Omar.


"Baik Bos" jawab August.


"Hari ini kita pulang tepat waktu. Jasmine mengajak kita makan malam bareng di Mall. Dia sedang berbelanja sama Oryza di Mall XX" perintah Omar.


"Baik Bos" jawab August singkat.


Cih pasti kesenangan tuh mau ketemu Oryza. Awas dia, aku tidak akan membiarkan dia berdekatan dengan Oryza.


"Ada lagi Bos yang ingin Bos sampaikan?" tanya August.


"Tidak ada. Hanya itu saja. Kamu siap-siap, sebentar lagi jam kerja selesai. Setelah itu kita langsung pergi" perintah Omar.


"Baik Bos" jawab August. Kemudian August berbalik melangkah keluar dari ruangan Omar.


Yes... sudah dua minggu aku tidak pernah bertemu kuntiku. Aku kangen tawanya yang lucu itu. Sorak hati August bahagia.


(Sekarang baru bilang tawa Oryza lucu karena lagi jatuh cinta. Dulu ngakunya ketawa Oryza serem. Huh Jin iprit... Umpat Author)


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam lima sore. August sudah bersiap dan menghampiri Omar ke ruangannya.


"Sudah siap Bos, kita berangkat?" ajak August.


"Sepertinya kamu semangat sekali ya?" sindir Omar.


"Bukannya Bos tidak suka kalau kita terlambat?" balas August.


Omar mengambil tas kerjanya kemudian berjalan menuju basement diikuti August dibelakangnya. Untuk mempermudah perjalanan mereka akhirnya Omar dan August menggunakan satu mobil saja yaitu mobil August.


Satu jam kemudian sampailah mereka di Mall XX dan karena waktu shalat maghrib sudah tiba August dan Omar singgah ke mushalla yang ada dilantai paling atas Mall. Mereka melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.

__ADS_1


Saat hendak keluar dari area mushalla tiba-tiba ada suara yang memanggil mereka.


"Mas Omar" panggil Jasmine.


Omar dan August melirik kearah suara berasal. Mereka melihat dua wanita yang memakai jilbab. Yang satu lagi Jasmine dan satu lagi.. Oryza.


"Kalian dari mana? Baru pulang pengajian?" tanya Omar heran.


Sedangkan August tatapannya tak lepas dari Oryza.



Kamu cantik kuntiku... Jadi gak sabar nikahi kamu. Batin August.


Jasmine tersenyum melihat August sedangkan Oryza tertunduk malu.


"Mulai hari ini Oryza ingin memakai hijab Mas. Katanya biar beban kamu sebagai kakaknya berkurang menanggung dosa karena dia tidak menutup aurat" ungkap Jasmine.


"Benarkah Oryza?" tanya Omar tak percaya.


"Iya Kak, insyaAllah aku akan menutup auratku selamanya" jawab Oryza malu-malu.


"Alhamdulillah... kakak senang mendengarnya" balas Omar.


Aku lebih senang Bos. Luv U Kunti... Sorak hati August.


"Yuk kita makan, aku udah lapar. Eh Jin, bawain tuh semua belanjaan Oryza" perintah Jasmine.


"Dengan senang hati tuan putri Jasmine" jawab August dengan cepat.


Omar mendelelikkan matanya, melotot kearah Jasmine. Jasmine membalasnya dengan senyuman.


Bawain belanjaan Tuan Putri Jasmine aja aku mau apalagi ini belanjaan Tuan Putri dihatikau. Mau bangggeeet duonkk.. Sorak hati August.


Dengan senyum-senyum malu August mengambil belanjaan dari tangan Oryza. Sambil melirik wajah kekasih hatinya.


Omar dan Jasmine berjalan menuju restourant yang dipilih Jasmine, sedangkan August dan Oryza berjalan dibelakang mereka dan sedikit menjaga jarak, agar mereka bisa berbicara tanpa di dengar Omar dan Jasmine.


"Kamu cantik sekali Za, kakak suka melihat penampilan kamu seperti ini" puji August.


"Terimakasih Kak" balas Oryza.


"Semoga istiqomah ya Za. Kakak akan selalu mendukung keputusan kamu selama itu tujuannya untuk kebaikan" Sambung August.


"Iya kak" jawab Oryza.


"Sabar ya Za, Kakak masih memperjuangkan cinta kita. Omar belum memberi izin kepada kita. Kamu masih sabar menunggu kan?" tanya August.


"InsyaAllah Kak. Jangan lupa kakak bantu doa dan shalat Kak agar Kak Omar lembut hatinya dan memberi izin kepada kita. Aku juga selalu meminta seperti itu pada Allah" jawab Oryza.


"Terimakasih kamu sudah mengingatkan kakak. Kita berjuang sama-sama ya Za. Kakak yang akan berperang, kamu cukup kasi semangat aja untuk kakak" goda August.


"Iya Kak" wajah Oryza semakin memerah karena malu. Gak nyangka ternyata dibalik wajah datar August ternyata dia pria yang lembut.


Benar kata Mbak Jasmine, walau aku sudah lama kenal Kak August tapi itu hanya kulit luarnya saja. Buktinya aku baru tau kalau Kak August itu bisa romantis. Oryza tersenyum dalam hati.


"Gus... cepetan jalannya. Jangan cari-cari kesempatan kamu. Ingat aku belum merestui hubungan kalian" teriak Omar.


Ya elaaah calon kakak ipar, galak amat. Batin August


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2