
"Ini semua kalian yang masak?" tanya Omar.
"Iya Mas. Kenapa ada yang salah?" Jasmine balik bertanya.
"Nggak sayang, makanannya enak semua" jawab Omar. Dia pun makan dengan lahapnya.
"Sempat gitu ya kalian masaknya. Emangnya sampe apartemen jam berapa tadi?" tanya Kevin.
"Jam enam lewat kayaknya tadi" jawab Jasmine singkat.
"gak sampai dua jam bisa masak makanan sebanyak ini?" tanya Omar terkejut
"Berbagi donk Mas, yang masak sayur dan sop Sheila sedangkan aku masak ikan dan kepiting" balas Jasmine.
"Pantesan sopnya enak banget rupanya calon istri aku yang masak. Nanti kalau kita nikah kamu masak sop tiap hari ya Sheil" pinta Kevin.
"Darah tinggi kalau tiap hari makan daging" Jawab Sheila ketus.
"Huft..." August menahan tawanya melihat wajah Kevin melongo.
"Tenang Sheil kan bisa langsung disalurkan ke kamu. Lemaknya gak akan ngendap. Paling ngendap dikamu alias tek dung" Goda Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya.
Jasmine tersenyum melihat sepasang manusia yang udah mirip tom and jery di depannya.
Setelah selesai makan Jasmine mengeluarkan dessert yang dibuat Zahra tadi siang.
Kevin langsung bersorak melihat hidangan penutup yang baru keluar dari kulkas.
"Widiiih lezat banget nih pastinya" sorak Kevin.
Mereka langsung menyicipi hidangan penutup.
"Mmmm.... lumer dimulut. Terasa banget susunya. Adem, manisnya juga pas" komentar Kevin.
Jasmine menunggu tanggapan suaminya.
"Enak, kamu yang buat ini Mine?" tanya Omar.
"Nggak Mas. Yang buat Mama" jawab Jasmine.
"Mama siapa, Mama kamu?" tanya Kevin pada Jasmine.
"Mama mertua" bisisk Jasmine singkat sambil tersenyum pada Omar.
"Mama?" Omar menatap wajah istrinya mencari jawaban.
"Iya, Mama kamu sayang" bisiknya lagi Jasmine.
Kabar ini masih mereka sembunyikan dari keluarga Omar karena misi mereka ingin mengorek rahasia lama. Jadi mereka tidak mau salah satu keluarga Omar mengetahuinya. Termasuk Kevin, walaupun dia sahabat dekat Omar, Omar tidak ingin Kevin mengetahuinya.
__ADS_1
Masakan Mama memang selalu enak. Dari dulu aku paling suka masakan Mama. Walau pelayan dirumah banyak tapi urusan makan selalu Mama yang memasak untuk keluarga.
Dulu setiap pulang sekolah aku selalu mencari Mama di dapur. Mama terlihat sangat bahagia jika melihat aku lahap memakan semua masakannya.
Mama... Mama... ah satu kata yang sudah lama tidak kusebut. Satu kata yang aku rindukan sekaligus aku benci. Tapi rasa benci itu kini mulai terkikis.
Mama.. aku berjanji akan mencari kebenarannya. Entah mengapa saat ini aku berharap kau tidak melakukannya. Batin Omar.
"Maksud kamu Mama mertua gimana Jasmine?" tanya Kevin penasaran.
"Ih si Abu kepo banget. Ya Mama akulah. Mama siapa lagi" elak Jasmine. Hampir saja ketahuan Kevin.
"Abu? Siapa, aku?" tanya Kevin penasaran.
"Iya Bro. Kamu selalu menyebutku Aladin dan August adalah Jin. Jadi aku dan Jasmine sudah memutuskan dan menobatkan kamu sebagai Abu. Monyet Aladin yang nakal" tegas Omar.
"Wuahaahahaha.... Pas Bos, pas banget. Cocok tu julukannya untuk si Kevin. Mati lo nyet" umpat August.
"Dasar kalian, seenaknya saja panggil aku Abu. Emangnya aku monyet" tolak Kevin.
"Iya kamu emang monyet, suka lompat dari satu wanita ke wanita lain" sambung Sheila.
"Hahahaha.... rasain lo" ejek August.
"Aku gak terima, wajah tampan seperti ini disamain sama monyet" Jawab Kevin kesal.
"Tampan dari mana? Dari hongkong?" cibir Sheila.
"Hahaha sudahlah Vin kali ini kamu kalah telak. Sudah gak bisa mengelak lagi. Terimalah julukanmu dengan lapang dada" ucap Jasmine.
Semua yang ada disitu sontak tertawa melihat wajah kesal Kevin.
Mati aku, hancur sudah nama baikku dibuat si Jin dan Aladin ini. Harga diriku tercabik-cabik. Parasku yang tampan sudah berubah menjadi Sun Gokong. Batin Kevin sedih.
"Tega banget kamu Mar. Mengapa peranku yang paling jelek disini. Jasmine jadi putri. Kamu anak mudanya yang ingin menikahi Jasmine. August walaupun jin masih lebih mending punya andil penting dalam kesuksesan Aladin memenuhi semua permintaan Aladin, nah aku masak jadi monyet? Gak asik banget" ucap Kevin pasrah.
"Karena itu memang cocok untuk kamu" ledek Sheila.
"Kamu mau punya suami monyet Sheil? Kamu juga tega banget Sheil ikut-ikutan mereka menyebutku monyet. Hatiku sedih Sheil hiks.." Kevin berakting sedih.
"Halaaah palsu. Gak mempan akting kamu" tolak Sheila.
"Rasain kamu kena batunya. Aku jadi terhura melihat kesedihan kamu" sambung Jasmine.
"Ada juga terharu Jasmine, bukan terhura" ucap Kevin membetulkan.
"Iya hatiku jadi terhura-hura hahaha" ledek Jasmine.
"Puas...puas... enak banget ya kalian. Malam ini aku jadi objek penderita" Kevin mulai membuat perlawanan tapi tetap saja dia yang kalah empat lawan satu.
Malam ini kamu kasian banget ya Vin....
Hari semakin larut, Sheila, Kevin dan August pamit pulang. Kevin akan mengantar Sheila karena tadi Sheila tidak bawa mobil. Dia datang bersama Jasmine tadi sore naik mobil Jasmine.
__ADS_1
"Jasmine kami pulang ya. Terimakasih atas jamuan makan malamnya yang ueeeenak banget. Sering-sering ya ajak kami makan malam seperti ini. Apalagi ada Dek Sheila, tiap hari pun aku mau" Oceh Kevin.
"Kamu yang enak aku yang bangkrut Abu. Kamu mah endut tiap hari makan enak, gratis lagi" ejek Omar.
"Ya anggaplah kamu lagi sedekah sama kaum duafa" jawab Kevin.
"Gaya seperti kamu dibilang duafa? Gak salah tu Bu?" ledek Omar.
"Hehehe Canda Din. Dedek Sheila udah siap?" tanya Kevin pada Jasmine.
"Udah" jawab Sheila singkat.
"Titip teman aku ya Bu, jangan diapa-apain?" pesan Jasmine.
"Mending aku apain kali ya Jasmine, biar cepat dinikahkan" sambut Kevin.
"Apaan sih. Otaknya korslet kali. Aliran listrik di kepalanya gak nyambung makanya gini nih mikirnya kotor terus" ejek Sheila.
"Kalian ini udah seperti Tom and Jery gak ada akurnya" balas Jasmine.
"Bisa akur kalau lagi diranjang kali Jasmine" ucap Kevin asal.
"Ya ampun, ada bycl** gak Mine. Aku mau cuci otaknya pakai pemutih. Biar bersih" jawab Sheila.
"Bro kamu ngomongnya urusan ranjang terus yang ada Sheila takut lagi sama kamu" bisik August gerah dengar perkataan Kevin gak ada sehat-sehatnya. Bawa Virus mesum bagi yang dengar.
"Napa Gus, iri aja bilang. Tenang Bro sebentar lagi Jasmine akan carikan kamu kuntilanak biar gak jomblo lagi" ucap Kevin.
"Hei kalian kapan pulangnya sih dari tadi ngobrol gak jelas gitu kemana arahnya. Aku mau istirahat" potong Omar.
"Bilang aja mau wig...wig..." goda Kevin.
"Iri kamu. Makanya cepat nikah biar gak kotor tuh otaknya" ejek Omar.
"Ya udah deh kami pulang dulu ya entar kalau kemalaman kami bisa dinikahkan lagi sama Papanya Sheila begitu nyampe rumah" ucap Kevin.
"Itu maunya kamu" ledek August.
"Tau aja kamu. Jin ya bisa nerawang?" balas Kevin.
August langsung pasang wajah datar.
Jasmine jadi tertawa melihat perubahan wajah August.
Sepertinya emang kudu dicarikan kuntilanak ni si Jin biar sering diajak ngakak sama si kunti. hihihihi.... Batin Jasmine.
.
.
BERSAMBUNG
Hai teman-teman, mau lihat jejak kalian. Masih setia kan???
__ADS_1
Ditunggi like dan commentnya ya..
Terimakasih.