
Jasmine dibantu oleh mertua dan adik iparnya berdiri.
"Kamu gak apa-apa Jasmine?" tanya Zahra.
"Nggak bu, cuma kepleset aja" Jawab Jasmine.
"Tapi Mbak kan lagi hamil" sambut Oryza.
"Mudah-mudahan Mbak kuat" balas Jasmine sambil mengelus perutnya.
"Jasmine sebaiknya Ibu pulang saja ya, Ibu takut saat Omar balik lagi kesini dia semakin marah melihat Ibu disini" ucap Zahra.
"Iya Mbak, biar aku yang antar Mama pulang" ujar Oryza.
"Iya. Terimakasih ya Bu, sudah datang hari ini. Biar nanti aku yang jelaskan sama Mas Omar. Aku yakin dia bisa menerimanya" jelas Jasmine.
"Ibu harap Omar tidak terlalu lama perginya. Kasihan kamu sendirian disini" Zahra merasa bersalah dengan keadaan yang terjadi.
"Ibu gak usah khawatir. Mas Omar pasti pulang" Jasmine meyakinkan mertuanya.
Zahra dan Oryza kemudian pamit pulang.
Sementara Omar sedang di dalam mobil berjalan tanpa tujuan.
Sialan, aku benci kamu. Kamu telah menyembunyikan sesuatu yang besar dibelakangku Jasmine. Omar marah dan memukul stir mobil dengan kuat.
Mengapa wanita itu bisa datang, bukannya dia dihukum dua puluh tahun? Ini baru lima belas tahun, masih ada sisa lima tahun lagi. Mengapa dia bisa keluar dari penjara? Mengapa dia bisa kenal dan dekat dengan Jasmine? Dan Oryza apakah dia sudah mengingat semuanya?
Akh.... bangs**.... Teriak Omar didalam mobil.
Waktu berlalu tanpa terasa Omar menghentikan mobilnya di depan sebuah taman.
Tatap matanya kosong, fikirannya berkelana kepada Jasmine.
Aku kecewa padamu Mine, kau buat aku untuk mulai mempercayaimu tapi kau hancurkan kepercayaan itu. Apakah ini alasannya berulang kali kau bertanya tentang masa laluku. Apakah kau tidak tau bahwa wanita itu jahat, dia sudah membunuh Papaku Mine. Dia sudah membuat adikku lupa ingatan walau sesaat. Dia membuat aku menjadi pria yang seperti ini.
Omar menangis di dalam mobil. Hatinya sangat sakit sekali. Luka lama yang sudah hampir sembuh karena kehadiran Jasmine kini terbuka kembali, malah Jasminelah penyebabnya.
Aaaaaaakh.... apa yang kalian rencanakan??? Apa kalian tidak tau aku sangat kecewa dan marah.... Omar kembali berteriak.
*****
Jam 20.00 Wib di Restourant XXX.
Kevin sampai diparkiran Restourant XXX, tadi sore Papanya memberikan alamat tempat pertemuannya dengan wanita pilihan papanya.
Kevin sengaja telat tiga puluh menit dari waktu yang telah ditentukan agar wanita yang akan ditemuinya merasa kesal telah menunggunya.
"Maaf Pak ada yang bisa kami bantu" sapa seorang pelayan.
"Saya Kevin Barrakh, ada janji diruang privat yang telah dipesan atas nama saya" jawabnya pada pelayan tersebut.
__ADS_1
"Oh baik. Mari Pak saya antar keruangan tersebut" ucap Pelayan itu.
Kevin berjalan mengikuti sang pelayan menuju ruangan privat yang sudah dipesan papanya. Saat pintu dibuka Kevil melihat sosok wanita sedang duduk membelakangi arah kedatangannya. Wanita tersebut memakai jilbab.
Cih wanita seperti ini yang papa pilihkan. Sungguh tidak seperti wanita idealku. Ejeknya dalam hati.
"Selamat malam" sapa Kevin.
"Selamat ma...... kamu Kevin Barrakh?" ucap wanita yang ada dihadapan Kevin terkejut.
"Ka... kamu temannya Jasmine kan?" Kevin balik bertanya.
"Iya, aku Sheila temannya Jasmine" jawab Sheila terkejut.
"Sungguh aku tidak menyangka akan bertemu kamu disini dalam keadaan yang seperti ini" ucap Kevin.
"Aku juga sama sekali tidak menyangka pria yang dimaksudkan Papaku adalah kamu sang casanova Kevin Barrakh" balas Sheila.
"Maaf membuatmu lama menunggu" Kevin merasa harus berbuat lebih sopan karena ternyata wanita ini adalah sahabat dari Jasmine, istri sepupunya.
"Aku tau kesibukan kamu diluar sana Tuan. Mungkin kau masih punya banyak janji dengan wanita-wanita lain diluar sana tapi tolong hargai waktuku" tegas Sheila.
"Maaf aku tidak bermaksud begitu" jawab Kevin.
"Sekarang sudah tidak masalah lagi. Yang penting kamu sudah datang dan kita langsung saja membicarakan maksud pertemuan kita ini. Aku ingin kamu menolak perjodohan kita ini. Karena aku tidak mau dijodohkan dengan seorang pria mata keranjang dan tidak bertanggung jawab" Sheila mengutarakan maksud hatinya bertemu Kevin malam ini.
"Apa maksud kamu aku tidak bertanggung jawab? Aku tidak pernah menghamili wanita manapun. Dan soal mata keranjang aku tidak pernah memaksa mereka tapi mereka sendiri yang menyerahkan diri" bela Kevin.
"Nah seperti yang kamu katakan barusan kamu tidak suka memaksa wanita kan dan juga aku tidak mau menyerahkan diriku padamu. Jadi kita memang tidak cocok. Sudahlah akhiri saja pertemuan kita ini. Aku tidak mau dijodohkan dan menikah dengan kamu. Cari saja wanita yang dengan suka rela mau menyerahkan dirinya pada kamu" ejek Sheila.
Wanita yang menarik, baru kali ini ada cewek yang menolak pesonaku. Biasanya para cewek yang mencoba menarik perhatian dan belaianku, wanita ini berbeda. Sepertinya wanita seperti ini yang aku cari.
Aku sudah bosan dengan wanita-wanita yang selama ini mengejarku. Mereka semua murahan, dengan gampangnya menyerahkan diri mereka padaku tapi wanita ini sepertinya punya harga diri yang tinggi.
Kita lihat saja hei siap tadi namanya?? Oh iya Sheila... Kita lihat saja Sheila, jangan sebut namaku Kevin kalau aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Batin Kevin.
Tiba-tiba hp Kevin berdering.
"Halo" ucap Kevin.
"Halo Vin kamu sibuk?" tanya August.
"Nggak, aku lagi kosong nih" jawab Kevin.
"Bukannya malam ini kamu ada janji dengan wanita pilihan Om Rey?" Tanya August penasaran.
"Nggak, udah selesai" jawab Kevin singkat.
"Cepat amat?" August bertanya tak percaya.
"Ceweknya udah pergi ninggalin aku" jawab Kevin cuek.
__ADS_1
"Rasain lo kena batunya. Tumben ada cewek nolak kamu" ledek August.
"Lihat saja bro, aku akan membuat dia menyesal telah menolak seorang Casanova seperti diriku. Oh iya ngapain kamu telepon aku?" tanya Kevin penasaran.
"Vin cepat ke club yang biasa, Omar sepertinya ada masalah ini. Dari tadi minum terus, aku takut dia mabok kalau kebanyakan minum" jawab August dari seberang.
"Ada apa dengannya? Bukannya saat pulang dari apartemenku tadi sore dia baik-baik saja?" tanya Kevin penasaran.
"Aku tidak tau, dia tidak mau bercerita. Dari tadi dia diam saja setiap aku bertanya padanya" jawab August.
"Oke aku akan meluncur kesana" Kevin langsung bergegas ketempat yang dimaksud.
Tiga puluh menit kemudian.
"Hei bro, tumben minum?" sapa Kevin pura-pura tidak tau masalah.
Omar hanya diam dan terus meneguk minumannya.
"Ada masalah? Cerita donk?" bujuk Kevin.
"Istri si Aladin itu, brengsek" umpat Omar emosi.
Kevin dan August saling pandang.
"Ada apa dengannya Bos?" tanya August penasaran.
"Dia berbohong kepadaku. Dia yang mengaja aku untuk saling terbuka dalam menjalani rumah tangga ini tali dia mengkhianati kepercayaanku" jawab Omar kesal.
"Emangnya apa yang sudah dia lakukan?" Kevin bertanya.
"Dia membawa wanita pembunuh itu keapartemenku. Ternyata dia sudah keluar dari penjara dan ternyata mereka saling kenal" Omar menguk minumannya langsung dari botolnya.
"Maksud kamu tante Fath, mama kamu?" tanya Kevin terkejut.
"Ya dan sepertinya wanita pembunuh itu, istri si Aladin dan Oryza sudah sangat akrab. Sepertinya mereka sudah sering ketemu. Aku curiga selama ini dia sering membawa wanita pembunuh itu keapartemenku" oceh Omar yang sudah mulai mabok.
"Tenang Bos, kamu bisa tanyakan baik-baik sama Jasmine apa alasan dia membawa Mama kamu ke apartemen" August mencoba menenangkan Omar.
"Iya Bro, kamu bisa bertanya dimana dan kapan mereka bertemu dan berkenalan. Aku yakin Jasmine tidak ada niat jahat pada kamu. Kalau dia berniat jahat pasti dari awal dia sudah meracun kamu" ucap Kevin.
"Semua wanita brengsek" racau Omar. Omar semakin mabuk.
Kevin dan August tidak tau harus berkata apa lagi, apapun nasehat mereka malam ini pasti tidak akan didengar Omar karen saat ini dia sedang mabuk. Mereka hanya bisa menemani dan mengawasi Omar agar tidak bertindak diluar batas.
Omar mabuk berat dan mulai meracau tak jelas dan berjalan sempoyongan dan menabrak seseorang yang ada di depannya.
"Kamu?" tatap Omar tajam kemudian Omar memukul seseorang yang dia tabrak...
Buk..buk..buk...
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG