
Ting...
Bunyi hp Jasmine menandakan pesan masuuk.
Mama
Sayang kamu segera pulang ya, ada sesuatu yang terjadi dirumah.
Jasmine terkejut mendapat pesan seperti itu dari Mamanya, spontan dia membereskan barang-barangnya diruang kerjanya dan turun kebawah hendak pulang.
"Masih jam setengah delapan kamu sudah mau pulang?" tanya Sheila heran.
"Aku dapat pesan dari Mama disuruh pulang segera" jawab Jasmine.
"Oke, hati-hati ya dijalan" ucap Sheila.
Jasmine segera keluar dari toko menuju parkiran dan masuk ke mobilnya setelah itu bergerak meninggalkan area Toko Kue Jasmine.
Sesampainya dirumah Jasmine melihat ada mobil yang berhenti di halaman rumahnya.
Mobil siapa itu, siapa yang bertamu malam-malam begini? tanya Jasmine dalam hati.
"Assalamu'alaikum Ma" ucap Jasmine ketika masuk kedalam rumah melalui garasi.
"Wa'alaikumsalam. Tuh Jasmine sudah pulang. Sini sayang, kami ada diruang tamu" ucap Mamanya sedikit berteriak.
Jasmine semakin merasa heran dengan sikap Mamanya malam ini. Dengan rasa penasaran dia melangkah menuju ruang tamu rumah orangtuanya.
Alangkah terkejutnya dia melihat Omar dan asistennya sudah duduk manis di sofa ruang tamu rumahnya. Dia tidak menyangka secepat ini Omar menemui orangtuanya padahal baru tadi siang mereka sepakat untuk menikah.
"Sayang ada Nak Omar datang kemari. Kamu kog gak pernah cerita sudah kenal dekat dengan beliau?" tanya Mamanya lemah lembut.
__ADS_1
"Ha... anu Ma Jasmine memang belum pernah cerita soal itu" jawab Jasmine gugup.
"Sebelum kamu datang saya sudah cerita pada kedua orangtua kamu tentang hubungan kita selama ini. Dan kedatangan saya kesini ingin meminta restu pada Bapak dan Ibu untuk bertunangan dengan Putri kalian minggu depan sekaligus acara perayaan ulang tahun saya" Omar menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya kerumah orangtua Jasmine.
Papa Jasmine masih diam dan membaca situasi yang terjadi dengan anaknya dan pria yang ada dihadapannya ini.
"Pa.." Panggil Jasmine. Dia merasa gugup saat menatap wajah Papanya. Pasti Papanya akan meminta penjelasan.
"Nak Omar sudah menceritakan awal mula pertemuan kalian pada Papa dan Mama, kemudian niat baiknya untuk melamar kamu. Papa selaku orangtua hanya bisa memberikan restu kalau memang itu membuat kamu bahagia. Jujur kami sangat terkejut mendengar semua cerita ini, karena kamu tidak pernah bercerita kepada Papa dan Mama mengenai hal ini. Tapi itu tak perlu dipersoalkan lagi, yang penting sekarang bagaimana perasaan dan keputusan kamu" ucap Papa Jasmine bijak.
"Maaf Pak kalau kedatangan saya kerumah ini mendadak. Terus terang satu bulan yang lalu saya di desak oleh Paman saya yang selama ini sudah saya anggap sebagai orangtua saya setelah Papa saya meninggal. Beliau meminta saya untuk membawa dan mengenalkan calon istri saya tepat saat saya merayakan ulang tahun saya minggu depan. Setelah itu saya bertemu dengan anak Bapak dan saya merasa cocok dengannya. Pilihan saya jatuh pada Jasmine yang akan saya jadikan pendamping masa depan saya. Saya tidak mau membuang waktu percuma dengan menjalin hubungan seperti anak remaja, usia saya sudah tidak cocok lagi dengan hubungan yang seperti itu sehingga hari ini saya melamar anak Bapak dan dia meminta satu permintaan kepada saya untuk mendapatkan restu dari Bapak dan Ibu. Oleh sebab itu saya memberanikan diri langsung menemui Bapak dan Ibu malam ini untuk meminta restu Bapak dan Ibu dan mengizinkan saya menikahi Jasmine putri kalian" ucap Omar tegas.
Kali ini Jasmine melihat keseriusan diwajah datar Omar. Walau Jasmine tidak bisa membaca apakah ada kebahagian diwajah Omar atau tidak tapi Jasmine yakin Omar tidak main-main dengan tindakannya ini.
Bima Ardhan menatap lembut wajah putri kesayangannya, seolah mencari jawaban dari permintaan pria muda yang ada dihadapannya.
"Bagaimana sayang? Keputusan ada ditangan kamu. Kalau memang ini pilihan kamu dan kamu bahagia atas keputusan ini Papa dan Mama akan merestuinya. Bagi kami yang terpenting adalah kebahagiaan kamu" ucap Papa Jasmine.
"Apapun jawaban kamu kami akan mendukungnya sayang" ucap Jelita Mama Jasmine.
Tiba-tiba Jasmine merasa haru dengan situasi ini. Tanpa dapat dia cegah airmatanya mengalir. Dia kembali teringat akan kejadian minggu lalu saat dia membuat sebuah kesalahan dan dosa besar bersama pria yang ada dihadapannya walau kejadian itu tanpa sadar mereka tapi semuanya terjadi tanpa paksaan.
Jasmine juga teringat akan mimpinya yang berulang kali datang belakangan ini. Menurutnya itu adalah petunjuk Allah untuknya. Dengan menarik nafas panjang Jasmine memberikan jawaban.
"Bismillah, Jasmine terima lamarannya Pa" ucap Jasmine.
"Alhamdulillah. Kamu dengar Nak Omar. Jasmine menerimanya itu artinya kami akan merestui kalian" sambut Papa Jasmine.
Omar mengucap syukur dalam hati, satu persatu langkahnya menuju tujuannya sudah terlalui. Walau dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti dengan masa depan dan rumah tangganya setidaknya rencana dia sejauh ini bisa dibilang berhasil.
"Terimakasih Pak, kalau begitu minggu depan saya harap Bapak dan Ibu dapat hadir dalam acara ulangtahun saya sekaligus acara pertunangan saya dengan Jasmine. Setelah itu nanti saya akan membawa keluarga saya kesini untuk membicarakan pernikahan. Seperti yang saya ucapkan sebelumnya, saya tidak mau menjalani hubungan seperti anak remaja lagi. Mungkin jaraknya tidak akan lama dengan waktu pertunangan kami, saya ingin segera menikah dengan Jasmine" Omar memberi penekanan pada kata 'waktu' kepada Jasmine dan orangtuanya.
__ADS_1
Dan hal ini dimengerti oleh Jasmine beserta Papa dan Mamanya.
"Saya mengerti, sebaiknya hal itu kita bicarakan dengan keluarga Nak Omar. Bagaimanapun kamu kan masih mempunyai keluarga lebih baik kita bicarakan dan rencanakan bersama" sambut Papa Jasmine.
"Kalau begitu mari kita makan bersama dulu Nak Omar. Ibu sudah menyiapkan semuanya. Sebenarnya sudah lewat waktu makan malam karena kita sebelumnya membahas hubungan kalian" ajak Mama Jasmine.
"Ayo Omar kita makan bersama" sambung Papa Jasmine.
"Baik Pak" Omar melirik kearah August dan August memberi dukungan pada sahabatnya ini.
Sebenarnya Omar sangat canggung berada dalam keadaan seperti ini. Sudah lima belas tahun dia tidak pernah mendapatkan ataupun berada dalam situasi seperti ini. Kehangatan sebuah keluarga.
Ada yang menusuk hatinya, dia merasa sedih mengingatnya. Sebenarnya dia merindukan hal ini tapi rasa bencinya pada masa lalu lebih besar dan menutupi kerinduannya akan sebuah kehangatan keluarga.
Mungkin mulai malam ini dia harus lebih sering membiasakan dirinya berada dalam situasi seperti ini. Karena kedepannya dia tidak akan hidup sendiri lagi. Ada nama baik yang harus dia jaga dalam hubungannya kelak bersama Jasmine.
Mereka melangkah menuju ruang makan keluarga, Omar menikmati hidangan dan kehangatan keluarga dalam makan malamnya kali ini. Sebisa mungkin dia menutupi kegugupannya dan kecanggungannya berada bersama keluarga Jasmine.
August sangat mengetahui hal ini, tidak ada kata yang bisa dia ucapkan untuk membuat sahabatnya ini lebih kuat menghadapi situasi ini hanya dukungan dan keberadaannya disini menemani Omar yang dia harapkan bisa dirasakan Omar sebagai kekuatan untuknya.
August tau saat ini pasti hati Omar sedang galau dan sedih karena mengingatkannya akan masa lalu bersama keluarganya. Kenangan manis sekaligus pahit untuk dikenang.
.
.
BERSAMBUNG
Kenangan apakah itu, apakah kalian penasaran? Ikuti terus ya dan jangan bosan membaca kelanjutannya.
Jangan lupa like dan commentnya.
__ADS_1
Terimakasih..