BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 51


__ADS_3

"Gimana Jasmine, apa tanggapan Omar terhadap cake black forest buatan saya?" Zahra sudah tidak sabar mendengar laporan Jasmine kemarin.


Zahra sengaja naik kelantai atas begitu Jasmine tiba diruang kerjanya.


"Walau dia tidak banyak bicara seperti biasanya tapi dari ekspresi wajahnya saya yakin Bu dia sangat senang memakan cake itu. Benar Ibu bilang, dia bulak balik makan cake itu dan tadi pagi sudah hampir habis di kulkas" ungkap Jasmine.


Zahra tersenyum mendengar cerita Jasmine.


Jasmine mengeluarkan hpnya, dia menunjukkan hasil jepretannya kemarin saat Omar memakan cake buatan Zahra.


Zahra melihat foto-foto Omar yang diambil Jasmine. Terlihat Omar sangat antusias dan senang memakan cake nya. Zahra terbayang wajah Omar dulu setiap memakan cake buatannya.


Airmata Zahra mulai menetes. Omarku sayang... bagaimana kabarmu selama lima belas tahun ini nak? Mama rindu, rindu candamu, rindu tawamu, rindu ocehanmu dan rindu kejahilanmu. Maaf Mama menjadi penyebab lukanya hatimu sehingga membuatmu menjadi pria yang berhati dingin. Mama tidak bisa menjaga kalian dan tidak bisa membela diri Mama sehingga keluarga kita menjadi seperti ini. Tangis Zahra pecah.


Jasmine memeluk mertuanya.


"Dia bahagia kan bu?" tanya Jasmine.


Zahra menganggukkan kepalanya.


Kamu tampan dan gagah sekali sayang sekarang. Kamu juga pandai memilih istri. Istri kamu adalah wanita yang baik, solehah dan cantik. Mama bahagia mendengar kabar pernikahan kamu. Semoga kamu bahagia nak dengan rumah tanggamu.


Jika tiba saat Mama kembali, apakah kamu mau mendengar dan percaya kepada Mama? Tolong sayang percayalah kepada Mama. Kalian anak-anak Mama harta yang Mama miliki di dunia ini. Kalianlah yang menjadi semangat hidup Mama sampai saat ini. Kalau bukan karena kalian mungkin sudah sejak dulu Mama akan mengakhiri hidup Mama. Batin Zahra.


"Besok rencananya aku akan mempertemukan Ibu dengan Oryza. Apakah Ibu siap?" tanya Jasmine.


"Apa tidak terlalu cepat Jasmine. Dulu Oryza masih umur lima tahun, dia masih sangat kecil sekali. Pasti dia tidak mengenali Ibu lagi" jawab Zahra.


"Mungkin dia tidak ingat Ibu tapi kita harus meyakinkannya. Aku yakin Oryza dapat menerima. Dia gadis yang baik bu dan sangat pengertian" sambung Jasmine.


"Baiklah. Mungkin sudah saatnya Ibu memulai peperangan ini. Sudah saatnya Ibu memperjuangkan mereka. Hanya mereka harta yang Ibu miliki di dunia ini" ucap Zahra.


Mereka saling berpelukan dan menguatkan. Jasmine akan membantu mertuanya untuk memperbaiki keadaan keluarga mereka. Bagaimanapun dia ingin mereka semua bahagia. Mereka pantas mendapatkannya setelah lima belas tahun menderita dan dikelabui oleh kebohongan besar.


Saatnya kebenaran yang menang, cukup sudah penderitaan ini. Batin Jasmine.


****


Istri Aladin


Mr. Flat aku pengen makan kebab


Omar


Hanya kebab?


Istri Aladin


Ya hanya kebab. Mengapa kamu bertanya begitu?

__ADS_1


Omar


Biasanya ada pesan-pesan pengiringnya.


Istri Aladin


Seperti biasa, aku mau kebab yang penjualnya orang arab.


Omar


Ya ampun Mine, kemana aku harus mencarinya?


Istri Aladin


Terserah kamu kemana mencarinya, salah sendiri kenapa tawarin pilihan padaku. Kalau kamu cuma jawab 'YA' pasti tadi aku tidak akan meminta yang macam-macam. Ingat, aku minta bukti bahwa penjualnya memang orang Arab.


Omar mengacak rambutnya kesal setelah membaca pesan Jasmime


"Ada apa Bro?" tanya Kevin.


"Nih istrinya Aladin minta dibeliin kebab" jawab Omar.


"Itu mah gampang, sekarang dipinggir jalan udah banyak yang jualan" ucap Kevin.


"Masalahnya penjualnya harus orang arab dan harus ada buktinya kalau memang penjualnya orang arab. Mau kemana aku carinya?" tanya Omar kesal.


"Tinggal gosok lampu ajaib kamu, entar juga muncul si jin. Trus tinggal pesan, Gampang kan?" jawab Kevin asal.


"Mau aku kasi tau caranya?" tantang Kevin.


Omar menaikkan bahunya seakan ingin bertanya 'bagaimana?'.


"Sini hp kamu" pinta Kevin.


Omar memberikan hpnya kepada Kevin.


"Nih kamu gosok lampu ajaibnya" Kevin mengusap layar hp Omar mencari nama August.


"Trus sebutkan perintah kamu. Halooo... Gus keruangan Omar sebentar, cepat!" perintah Kevin.


Tak lama August muncul dan masuk keruangan Omar.


"Tuh jinnya muncul, kamu tinggal buat permintaan. Gus Jasmine minta dibeliin kebab, tapi cari yang penjualnya orang arab, sekarang ! Sekalian bukti nyata kalau memang penjualnya orang Arab" perintah Kevin.


"Oke Bos" jawab August pada mereka berdua.


August pergi keluar dan segera mencari penjual kebab dari aplikasi Online. Dia searching nama-nama penjual kebab.


Nah ada nih kebab Wan Abud, alamatnya dekat dari sini. Dari namanya sepertinya kearab-araban. Tidak ada salahnya aku mencoba kesana. Mudah-mudahan aku tidak salah, semoga dia memang orang arab atau setidaknya turunan arablah. Doa August.

__ADS_1


Omar menatap takjub kearah Kevin dan August.


Gile kenapa pas banget ya, si August juga mau-mau aja terima perintah seperti itu. Dia langsung pergi mencari apa yang diperintahkan Kevin. Omar gak habis fikir melihat tingkah dua pria ajaib ini.


Satu jam kemudian August pulang dengan membawa bungkusan yang berisi 4 bungkus kebab.


"Nih Bos aku beli 4 bungkus kebab" ucap August pada Omar.


"Banyak amat" ucap Omar.


"Aku bingung mau beli rasa apa. Tadi Kevin tidak ada sebut rasa apa, jadi aku beli empat rasa. Original, daging asap, ayam lada hitam dan daging plus jamur dan keju" ucap August lengkap.


"Kamu memang hebat Gus?" puji Kevin terpana.


August tersenyum mendengar perkataan Kevin, rasanya dia bangga sekali sudah menjalankan tugas dengan baik dan benar.


"Apa buktinya?" tanya Omar penasaran


"Kamu gak baca tulisan di bungkusannya Bos? Kebab Wan Abud" ucap August. Kemudian mengirimkan foto ke group obrolan mereka.


Omar dan Kevin melihat hp mereka masing-masing. Mereka melihat foto pria memakai jubah putih, wajahnya berjambang lebat dengan paras persis wajah kearab-araban.


"Walau bukan dari arab asli tapi dia keturunan arab. Aku udah cek dan introgasi" lapor August.


Kevin melakukan standing applause.


"Bravo... kamu emang the best" Kevin mengacungkan jempolnya kearah August.


"Jangan anggap remeh dengan kemampuan August" August membusungkan dadanya, bangga.


Omar tercengang menatap kedua sahabatnya ini. Mereka memang makhluk ajaib yang diutus Tuhan untuk membantunya. Selalu ada saja ide-ide gila mereka yang membuat Omar salut. Omar sendiri saja tidak pernah memikirkannya.


Kalau dalam hal seperti ini Omar merasa paling bodoh diantara mereka padahal hasil tes IQ Omar yang paling tinggi diantar dua sahabatnya ini.


"Makasih Gus, kalau tidak ada kalian aku tidak tau harus berbuat apa" ujar Omar jujur.


Omar membawa pulang kebab yang diminta Jasmine berdasarkan barang buktinya.


"Nih kebab yang kamu minta dan ini foto penjualnya" ucap Omar sambil menyerahkan bungkusan kepada Jasmine.


Jasmine membuka bungkusan yang diberi Omar dan dia menatap layar hp Omar.


"Aku yakin kebab ini bukan kamu sendiri yang membelinya. Pasti ada andil dua pria itu. Gak percuma aku menyebut kalian Trio Ambisi. Kalian memang hebat" puji Jasmine sambil tersenyum.


Padahal tadi dia cuma asal-asalan membuat permintaan seperti itu karena kesal dengan pertanyaan Omar. Jasmine tidak menyangka mereka dapat melaksanakan misi dengan sempurna.


Trio Amibisi emang TOP.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2