
"Maaf Pak... Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami tidak bisa menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan Bu Jasmine. Pendarahan yang dialami Bu Jasmine sangat banyak sehingga Bu Jasmine keguguran" dokter menyampaikan kabar buruk.
Omar lemas mendengar penjelasan dokter. Dia bangkit dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan dokter terswbut dan berjalan dengan pandangan kosong menuju ruangan Jamsine diperiksa.
August segera berlari mengikuti Omar dari belakang.
"Maaf dok sepertinya saudara saya itu sangat syok mendapat kabar ini. Jadi bagaimana keadaan Jasmine saat ini?" tanya Kevin.
"Keadaan Bu Jasmine sangat lemah, dia kehilangan banyak darah. Kami sedang melakukan transfusi darah dan beliau kami suntik obat bius agar bisa istirahat dengan tenang dan tidak merasakan sakit. Dua jam lagi Bu Jasmine akan sadar" Dokter memberi penjelasan kepada Kevin.
"Beri pengobatan yang terbaik buat istri dari saudara saya tadi dokter" pinta Kevin.
"Kami akan memberikan yang terbaik Pak" jawab dokter.
"Terimakasih dokter, saya pamit dulu" ujar Kevin, kemudian Kevin berjalan menuju ruangan Jasmine.
Jasmine sudah dipindahkan keruangan Super VIP. Saat ini Jasmine masih tidak sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat bius. Jasmine terbaring dengan wajah yang sangat pucat.
Omar menggenggam erat tangan Jasmine dan tidak ingin berjauhan darinya. Dia ingat kemarin saat meninggalkan apartemen karena sedang marah dia melihat Jasmine terjatuh saat mengejarnya. Tapi Omar tidak menghiraukannya. Emosi sedang menguasainya, Omar berlalu begitu saja meninggalkan Jasmine.
Benturan dan stres yang menyebabkan Jasmine keguguran, itu penjelasan yang Omar dapatkan dari perawat yang mengurus Jasmine tadi.
Omar merasa sangat bersalah kepada Jasmine karena dialah yang menyebabkan Jasmine sampai keguguran seperti ini.
"Maafkan aku Mine, Maafkan aku... aku tidak mau kehilangan kamu" ucapnya berulang-ulang sambil menggenggam dan mencium tangan Jasmine.
"Kamu tenang Bro, saat ini Jasmine masih dalam pengaruh obat bius, dua jam lagi dia baru sadar. Kata dokter kondisinya saat ini sangat lemah jadi kami harus bisa menahan diri jangan sampai kamu mengeluarkan kata-kata yang membuatnya semakin sedih" Kevin mencoba mengingatkan Omar.
"Mine... maafkan aku. Jangan tinggalkan aku" ucap Omar lagi, tanpa sadar airmatanya mengalir.
"Sabar Bos, aku yakin Jasmine wanita yang kuat dia pasti akan sembuh" hibur August.
Dua jam mereka menunggu Jasmine sadar. August dan Kevin keluar masuk ruangan Jasmine dengan gelisah sedangkan Omar masih tetap dalam keadaan menggenggam tangan Jasmine sambil terus mengucapkan kata-kata maaf.
Perlahan tangan Jasmine bergerak dan matanya terbuka. Omar sontak terkejut dan senang melihat istrinya sudah sadar.
"My Mine... maafkan aku. Apa yang kamu lihat semuanya tidak benar. Kamu salah sangka Mine" ucap Omar sambil mencium tangan Jasmine.
"Terimakasih Tuhan, kamu telah mengembalikan My Mine padaku" sambungnya.
__ADS_1
"Aku dimana? apa yang terjadi?" tanya Jasmine.
"Kamu dirumah sakit Mine. Kamu pingsan di apartemen" jawab Omar.
Jasmine mengingat kejadian diapartemen tadi pagi.
"Kamu..."
"Sssst... jangan berfikir keras Mine, semuanya tidak benar. Aku berjanji setelah kamu sembuh aku akan bercerita semuanya, apapun kepada kamu. Aku janji tidak akan ada lagi rahasia diantar kita. Tolong please... maafkan aku" pinta Omar sambil menangis.
"Anakku... anak kita?" tanya Jasmine.
Omar terus menangis sambil mencium tangan Jasmine.
"Anak kita su...sudah di surga sayang" jawab Omar sambil terisak.
Oh Tuhan mengapa kesedihan dan kehilangan yang harus selalu aku alami. Tidak pantaskah aku bahagia? Tolong beri aku kesempatan untuk bahagia Tuhan. Aku akan kembali padaMU.. Tekad Omar.
"Apa Maaas... Anak kita su..sudah tidak ada?" tanya Jasmine terbata-bata.
"Iya" Omar menganggukkan kepalanya.
Mereka menangis bersama melepas kepergian calon bayi mereka.
"Maaf Jasmine, aku dan Omar tidak melakukan apapun tadi malam. Tadi malam dia mabuk dan muntah sehingga mengotori bajuku dan bajunya. Aku hanya membuka baju Omar, hanya itu. Tidak yang lain. Kamu mungkin salah menilai. Tadi pagi kami tidur hanya tidak menggunakan baju, yang lainnya masih utuh kami pakai" ungkap August.
Jasmine menatap kearah Omar mencari jawaban.
"Iya sayang, semua yang dikatakan August benar" sambung Omar.
"Maafkan aku Mas, maafkan aku sudah membuat kamu kecewa kemarin dan maafkan aku yang salah menilaimu. Maaf kan aku karena aku tidak bisa menjaga anak kita" tangis Jasmine.
"Kamu tidak salah, aku yang salah sudah marah kepada kamu harusnya aku mendengarkan penjelasan kamu" ucap Omar.
"Sudahlah masalah itu nanti saja kalian bahas yang penting sekarang Jasmine secepatnya sembuh dan keluar dari rumah sakit. Kalau dia sudah sembuh kalian bisa menyelesaikan masalah yang ada diantar kalian berdua" Kevin memberi nasehat.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya" ucap Kevin.
"Aku juga Bos, ada yang bisa kulakukan untuk kalian?" tanya August.
__ADS_1
"Tolong kabari Oryza dan minta tolong padanya untuk membawa baju ganti untukku dan Jasmine kesini" perintah Omar.
"Oke Bos akan segera aku kabari Oryza" jawab August.
"Mas kabari Mama dan Papa ya" pinta Jasmine.
"Iya sayang" jawab Omar lembut.
Jasmine baru sadar dari tadi Omar terus memanggilnya sayang, apakah Omar sudah bisa menerima dan mencintainya.
Seandainya itu benar alangkah bahagianya dia. Walau mereka baru saja mendapatkan musibah kehilangan calon bayi mereka tetapi Allah segera menggantikannya dengan kebahagian yang lain.
Yaitu hati dan cinta Omar untuknya. Semoga saja impiannya benar.
August dan Kevin keluar dari ruang rawat inap Jasmine dan meninggalkan merek berdua dikamar itu.
"Sayang... mulai hari ini apakah kamu mau memulai rumah tangga yang sesungguhnya bersamaku?" tanya Omar.
"Maksud Mas?" Jasmine balik bertanya.
"Rumah tangga yang didasari dengan cinta, kasih sayang, kejujuran dan kesetianaan?" pinta Omar.
"Aku sudah melakukannya sejak dulu Mas, kamu saja yang tidak sadar pada sikapku dan kamu yang belum menc..."
"Aku mencintai kamu. Aku tidak bisa kehilangan kamu. Jadilah istriku yang selalu berada disisiku. Dan aku mohon bantu aku untuk kembali mendekatkan diri pada Allah menjadi imam yang baik dalam rumah tangga kita" potong Omar.
"Alhamdulillah Mas.. Aku sangat senang mendengarnya. Aku juga mencintai kamu, mari sama-sama kita mencapai ridho Allah" balas Jasmine sambil tersenyum lemah karena masih belum pulih.
Omar memberanikan dirinya untuk mengecup lembut kening istrinya.
Kecupan pertama yang dia lakukan dalam keadaan sadar dan mencintai istrinya sepenuh hati.
"Terimakasih sayang kamu mau menerima Mas seutuhnya, menerima semua kekurangan Mas" ucap Omar.
"Kita semua punya kekurangan Mas, bukankah dalam pernikahan fungsi pasangan untuk menutupi segala kekurangan pasangannya?" balas Jasmine.
"Kamu memang wanita yang baik, istri sholehah" jawab Omar..
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG