BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 26


__ADS_3

"Harap maklum ya Mbak sama sikap Omar, dia itu emang kaku kalau sama wanita dan kalau dekat-dekat sama wanita yang baru dia kenal pasti lebih memilih menghindar. Saya aja baru kali ini melihat Omar dekat dengan wanita. Makanya waktu dia mengenalkan Jasmine sebagai calon istrinya kami sekeluarga terkejut sekaligus senang dengan pilihan Omar. Kami semua sangat setuju dan suka dengan Jasmine. Dia wanita yang baik dan cantik" ucap Sena.


"Ah Mbak bisa saja. Jasmine juga jarang dekat dengan pria. Dia selalu menjaga jarak dan selalu berhati-hati berhubungan dengan pria. Pernah kami dengar dia dekat dengan teman prianya saat kuliah dan saat bekerja di kantor dulu tapi dia tidak pernah mengenalkannnya pada kami. Baru Omar lah pria yang dia bawa kerumah dan dia kenalkan sebagai calon suaminya. Kami juga sangat terkejut mendengarnya. Tapi karena Omar datang kerumah dan melamar Jasmine dengan serius akhirnya kami menyetujuinya" Jawab Jelita Mama Jasmine.


"Omar memang begitu Mbak dalam memutuskan suatu hal, apapun itu. Dia tidak pernah main-main dan akan menjalaninya dengan serius. Jadi Mbak gak perlu khawatir, Omar pasti akan bertanggung jawab pada pernikahannya dia tidak akan mempermainkan Jasmine. Tapi ya gitu sikapnya kaku mbak kalau berhadapan dengan wanita. Coba Mbak perhatikan interaksi mereka tadi gak ada romantis-romantisnya kan?" ucap Sena sambil tertawa ringan.


"Iya Mbak sama anak aku juga begitu. Mudah-mudahan mereka bahagia dengan pernikahan mereka" doa Mama Jasmine.


Mereka pun keluar dan berjalan ke Cafe depan butik untuk menikmati makan siang.


**


Di Toko Perhiasan dalam Mall XX


Omar dan Jasmine sudah sampai di Toko Perhiasan kenalan keluarga Omar. Mereka melihat perhiasan yang di pajang di etalase toko.


"Kamu suka yang seperti apa?" tanya Omar.


"Aku suka yang sederhana saja tidak perlu berlebihan" jawab Jasmine.


"Sama. Aku juga seperti itu" sambut Omar.


Gak ada juga yang nanya? batin Jasmine.


"Coba Mas lihat yang ini" Omar menunjuk pada sepasang cincin pernikahan.


"Bagaimana menurut kamu ini?" tanya Omar.



"Boleh juga" jawab Jasmine.


"Kalau begitu kita ambil yang ini" ucap Omar.


Omar meminta pelayan toko membungkus sepasang cincin pernikahan yang mereka pilih tadi kemudian membayarnya.


"Aku lapar, kamu mau ikut makan denganku?" tawar Omar.


"Baiklah" jawab Jasmine singkat.


Omar membawa Jasmine masuk kedalam restourant mewah di Mall tersebut. Mereka memilih dan memesan menu yang akan mereka nikmati siang ini.


"Setelah menikah kita akan tinggal sendiri. Aku tidak mau ada bantahan" tegas Omar.

__ADS_1


"Terserah kamu, asalkan kamu tidak lupa akan janji kamu. Kamu tetap mengizinkan aku bekerja dan tidak akan mengatur hidupku" ucap Jasmine mengingatkan.


"Tenang saja, aku ingat semua janjiku" jawab Omar.


Hidangan makan siang telah datang, mereka menikmati makan siang tanpa pembicaraan lagi, seakan tidak ada lagi yang perlu dibahas tentang masa depan mereka.


Masing-masing sibuk dengan fikirannya sendiri. Menjalani tahap demi tahap yang memang harus mereka lalui untuk sampai pada pernikahan yang mereka lakukan tanpa cinta. Jasmine menerima tawaran Omar karena ingin menutupi aib dan nama baik keluarganya sekaligus menebus dosa besar yang telah mereka lakukan sedangkan Omar karena desakan pamannya untuk menikah sampai dia harus menjebak Jasmine agar mau menikah dengannya.


Seperti apa rumah tangga yang akan mereka jalani biarlah semua mengalir seperti air. Saat ini mereka tidak mau membebani fikiran mereka memikirkan hal yang belum terjadi.


Setelah selesai makan siang Omar mengantarkan Jasmine ke Toko Kue milik Jasmine. Lagi-lagi, tidak ada pembicaraan yang mereka bahas di dalam mobil. Mereka hanya fokus pada jalan dan lalu lintas siang itu.


Tiba-tiba Hp Jasmine bergetar dan menandakan pesan masuk.


"Omar ada pesan dari Papa, beliau mengundang kamu makan malam bersama dirumahku nanti malam" ucap Jasmine.


"Baiklah. Jam berapa aku harus datang?" tanya Omar.


"Jam 7 kamu sudah bisa bergerak" jawab Jasmine.


"Kalau begitu aku jemput kamu dulu ke Toko setelah itu kita sama-sama kerumah kamu. Lagian kamu memang butuh tumpangan untuk pulang kan malam ini karena mobil kamu dibawa Mama kamu tadi" ucap Omar.


"Ya sudah, aku tunggu di toko nanti malam" jawab Jasmine.


Mobil Omar sudah sampai di depan Toko Kue Jasmine.


"Aku antar kamu sampai disini saja, aku tidak singgah lagi. Ada kerjaan kantor yang harus aku selesaikan" tegas Omar.


"Siapa juga yang menawarkanmu singgah" umpat Jasmine pelan.


"Apa?" tanya Omar.


"Tidak.. aku turun sekarang ya, terimakasih sudah mengantarku" jawab Jasmine.


Jasmine keluar dari mobil Omar dan berjalan masuk ke dalam toko sedangkan Omar melajukan mobilnya kembali menuju perusahaannya.


Tanpa mereka sadari mereka sudah terbiasa saling bertemu. Walau karena terpaksa untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan dalam acara pernikahan mereka yang akan dilaksankan tiga minggu lagi.


.


"Kamu dari mana Mine dan barusan diantar siapa?" tanya Sheila.


"Omar" jawab Jasmine singkat.

__ADS_1


"Cieeeh yang semakin mesra sama calon suaminya. Uluuuh uluh sekarang udah pakai diantar-antar segala" goda Sheila.


"Tadi baru dari fitting baju dan cari cincin nikah" jelas Jasmine.


"Trus mobil kamu mana? tumben di antar jemput si Mas" Sheila masih menggoda sahabatnya itu.


"Dari butik Mama bawa mobil aku. Aku dan Omar pergi cari cincin dan makan baru balik ke sini" jawab Jasmine.


"Uh yang sebentar lagi mau nikah, jadi iri pengen segera menyusul" sambut Sheila.


"Kalau pengen ya secepatnya kamu cari calonnya biar gak jealous" ledek Jasmine balik.


"Nanti aku akan cari pas pesta pernikahan kamu. Pasti banyak cowok ganteng dan kaya disitu. Suami kamu kan pengusaha yang sukses pasti tamu undangannya dari semua kalangan. Mudah-mudah ada yang jatuh cinta padaku pada pandangan pertama" ucap Sheila sambil berangan - angan.


"Jangan kelamaan mimpinya jeng. Sadar... jangan ketinggian, ntar jatuh sakit lho" ledek Jasmine.


"Mimpi dulu lah Mine baru jadi kenyataan. Kesuksesan seseorang itu berawal dari mimpi setelah itu berusaha untuk meraih mimpinya sampai berhasil" Sheila membela diri.


"Ya udah nanti aku jodohin sama August" usul Jasmine.


"Asisten pribadi itu? Gak mau ah Mine wajahnya datar dan kejam. Persis seperti semp*k baru, ketat" canda Sheila.


Jasmine tertawa mendengar istilah Sheila itu.


"Atau Kevin?" ucapnya memberi usul baru.


"Sang casanova itu? Oh BIG NO. Aku gak mau sama pemain, entar aku ketularan penyakit macem-macem. Iiiih amit-amit" Jawab Sheila geli.


Jasmine semakin tertawa melihat tingkah lucu sahabatnya itu.


"Semoga kamu mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari yang aku dapatkan. Ingat siapapun nanti pria itu dia pasti sesorang yang terbaik Allah kirimkan pada kamu" Jasmine memeluk erat sahabatnya.


"Aamiin" sambung Sheila.


Jasmine tulus berdoa untuk sahabatnya ini, dia tidak mau sahabat terbaiknya memilki nasib yang sama dengannya. Sheila kan tidak tau apa alasannya mengapa Jasmine menerima lamaran pernikahan yang Omar tawarkan.


Kalau Sheila mengetahuinya sudah pasti Sheila akan marah besar dan Jasmine tidak ingin satu orangpun mengetahui apa yang telah dia lakukan. Jasmine sangat malu, cukup kepada Allah dia memohon ampun yang sebesar-besarnya atas kekhilafannya yang sangat fatal terhadap hidupnya.


Dan cukup mereka berempat, Jasmine, Omar, Kevin August yang tau alasan terlaksananya pernikahan Jasmine dan Omar tiga minggu lagi.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2