BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 70


__ADS_3

Jasmine menceritakan semua kejadian yang sesungguhnya kepada Omar.


"Aku tidak percaya Mine. Aku melihat sendiri wanita itu memegang pisau yang tertancap di perut Papa" Ucap Omar mulai emosi.


"Sayang saat itu kamu masih sangat muda. Kamu masih labil. Apa yang Om Rey katakan semuanya pasti kamu dengar dan kamu terima. Sekarang kan kamu sudah dewasa kamu bisa menilai mana yang benar. Coba kamu tanyakan lagi sama Om Rey gimana kejadiannya saat itu dan coba kamu bandingkan dengan cerita aku ada yang aneh tidak? Apa Om Rey sempat melihat pria yang sedang bersama Mama kamu?" tanya Jasmine meyakinkan Omar.


"Aku tidak pernah bertanya seperti itu pada Om Rey. Sejak kematian Papa aku tidak mau mengingatnya apalagi membicarakannya. Semua sudah diurus yang berwajib" jawab Omar.


Omar terdiam mendengar penjelasan istrinya. Fikirannya mulai terbuka mengingat dan mereka ulang dalam ingatannya bagaimana kejadian saat Papanya meninggal.


"Tadi kamu katakan kamu akan berdamai dengan masa lalu. Coba kamu cari apa yang terjadi sebenarnya Mas, setelah kamu mendapat kebenarannya baru kamu bisa menilai ataupun menyalahkan. Aku akan selalu mendukungmu Sayang" ucap Jasmine sambil memeluk suaminya.


Omar kembali berfikir. Tadi memang dia berjanji akan berdamai dengan masa lalu tapi dia sama sekali tidak menyangka harus secepat ini mendengar berita ini.


"Apakah tidak ada sedikitpun kasih sayang kamu tersisa untuk Mama? Dia wanita yang telah melahirkan kamu, membesarkan dan mengurus kamu dari lahir sampai kamu berusia lima belas tahun dengan penuh kasih sayang. Tidak gampang memutus rasa sayang pada darah daging kita Mas. Apalagi pada anak kandung kita sendiri. Pernah tidak kamu bayangkan bagaimana sedihnya hati Mama kamu harus berpisah dengan Mas dan Oryza. Apalagi saat itu Oryza masih sangat kecil Mas" Jasmine meneteskan airmatanya. Dia dapat merasakan sakitnya perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya.


"Aku yang kehilangan anak saat masih dalam kandungan saja sedihnya minta ampun Mas, gimana Mama yang sudah melahirkan dan membesarkan kalian berdua harus berpisah dengan anak kandungnya. Hatinya pasti hancur sekali Mas" sambung Jasmine.


Omar semakin diam membisu. Selama ini dia sungguh egois hanya memikirkan luka hatinya. Sibuk melupakan masa lalu dan menyalahkan Mamanya. Tidak pernah sekalipun memikirkan perasaan Mamanya.


Mama yang dulu sangat dia sayangi dan juga menyayanginya. Mama yang penuh kasih sayang, lembut dan keibuan. Selalu sabar dengan segala kenakalannya.


Benar kata Jasmine bisa saja meninggalnya Papa karena salah paham. Bisa juga karena ketidak sengajaan dan bisa karena kecelakaan. Dia baru tersadar, Mamanya yang penuh kasih sayang tidak mungkin setega itu membunuh seseorang. Apalagi orang tersebut adalah suaminya sendiri. Ayah dari anak-anak yang sangat dia cintai.


Selama dia ingat Papa dan Mamanya tidak pernah bertengkar, rumah tangga mereka terlihat baik-baik saja dan harmonis. Apa benar Mamanya selingkuh?


Seingat Omar Mamanya selalu dirumah menjadi ibu rumah tangga yang baik. Sangat jarang keluar rumah dan bertemu seseorang. Dan tidak ada hal yang mencurigakan yang pernah Omar lihat.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan terus bermain didalam fikiran Omar. Mengapa baru sekarang dia memikirkan semua kemungkinannya ya? Batin Omar.


"Terimakasih sayang, kamu sudah membuat fikiranku terbuka. Selama ini aku tidak pernah memikirkan hal ini. Allah sangat sayang padaku sehingga dia mengirimkan kamu untuk ada disisiku" ucap Omar.


"Aku tidak mau mempunyai suami pendendam dan suka membenci. Apalagi benci kepada Mamanya sendiri. Apapun hasil yang kamu dapatkan nanti, berjanjilah jangan membenci Mama sayang. Dia sangat menyayangi kalian. Dia tidak akan tega menyakiti perasaan anak-anaknya" sambung Jasmine.


Omar kembali terdiam.


"Dimana kamu bertemu dengannya? Bagaimana kalian bisa kenal dekat?" tanya Omar penasaran.


"Mama dihukum dua puluh tahun penjara, karena dia berkelakukan baik dia mendapatkan potongan menjadi lima belas tahun masa hukumannya. Saat dia keluar dari penjara dia butuh pekerjaan untuk menafkahi hidupnya. Mama melamar menjadi karyawan di toko kueku. Banyak resep dan cake yang dibuat Mama enak dan disukai pelanggan di tokoku. Termasuk blackforest, marmer cake dan cake es teler yang menjadi best cake di Toko Kue Jasmine" jawab Jasmine.


"Jadi cake yang selalu kamu bawa kerumah semuanya buatan Mama?" tanya Omar tanpa sadar. Setelah lima belas tahun dia kembali memanggil Mama kepada wanita yang sangat dia benci.


"Iya, dan kamu sangat menyukai semua cake yang dibuat Mama" ucap Jasmine tersenyum.


"Suatu saat Mama tau kalau nama suamiku adalah Omar Barrakh, dia sangat terkejut sampai menjatuhkan sesuatu dalam genggamannya. Dia juga salah tingkah ketika ketemu Oryza pertama kali, waktu Oryza minta diajarin membuat cake. Dan yang membuat aku semakin penasaran saat itu. Mas menjemputku ke toko kue, dia melihat Mas dari jauh dan menangis di dapur. Keesokan harinya aku melihat dari video CCTV. Saat itu aku memaksanya untuk bercerita dan akhirnya Mama mengaku kalau dia adalah Mama mertuaku. Dan dia menceritakan semua kejadian saat Papa kamu meninggal. Sejak saat itu aku mencoba mengobati rindu hatinya pada kalian. Aku mempertemukan dia dengan Oryza. Walau Oryza belum mengingat kejadian saat Papa kamu meninggal tapi Oryza tidak membenci Mama. Malah dia sangat senang bisa bertemu Mama lagi. Aku juga membantu Mama melepaskan kerinduannya pada kamu. Walau Mama belum berani untuk bertemu kamu tapi Mama dan Oryza sering datang ke apartemen kita untuk memasakkan makanan kesukaan kamu. Dan setiap kamu makan masakan Mama aku selalu melihat mimik wajah kamu Mas. Mas selalu lahap dan seperti sangat merindukan makanan itu" sambung Jasmine.


"Sudah berapa lama Mama bekerja di toko kamu?" tanya Omar.


"Mmm... sekitar empat bulan kalau aku gak salah. Sejak usia kehamilanku memasuki bulan kedua" jawab Jasmine.


"Sudah selama itu aku sering memakan masakan Mama?" Omar bertanya tak percaya, wajahnya terlihat sangat terkejut.


"Yup. Dan kamu semakin gendut karenanya. Karena semua masakan Mama habis kamu santap tak bersisa" Jasmine tersenyum bahagia melihat perubahan diwajah suaminya.


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintai kamu" ucap Omar sambil mengecup lembut bibir istrinya.

__ADS_1


"Apakah dada kamu sudah terasa lebih ringan?" tanya Jasmine sambil mengelus dada suaminya.


"Lebih lega" jawab Omar singkat.


"Apakah sudah tidak menyalahkan Mama?" tanya Jasmine lagi.


"Masih ada sedikit, sebelum semuanya jelas" jawabnya jujur.


"Sudah siap bertemu Mama?" Jamsine bertanya lagi.


"Aku akan mencobanya" Omar memeluk erat tubuh istrinya.


"Alhamdulillah. Ternyata benar ya kata orang, kalau dalam rumah tangga, jika sedang menghadapai sebuah masalah, segera selesaikan diatas ranjang" goda Jasmine sambil tertawa.


"Nakal kamu sekarang ya" Omar menggelitik pinggang istrinya.


Jasmine tertawa karena tak kuat menahan geli.


Mereka bahagia malam itu karena satu masalah besar baru saja mencair. Walau belum sepenuhnya selesai tapi setidaknya beban didada sudah sedikit berkurang.


Semoga Omar bisa menerimanya dengan lebih baik lagi. Dan memaafkan Mamanya. Doa Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2