
"Tidak... aku tidak menyetujuinya" ucap Omar
Omar berlalu meninggalkan yang lainnya dikamar menatap kepergiannya.
August terlihat sangat terpukul dengan penolakan Omar. Sedangkan Oryza kembali menangis.
"Kakaaaaaak" panggil Oryza.
"Sudah kalian tenang dulu ya. Aku tau August serius mengatakan apa yang baru kita dengar tadi. Aku juga bisa merasakan perasaan kalian yang saling memiliki. Mungkin Mas Omar sangat terkejut mendengarnya. Kalian sabar ya... pelan-pelan aku akan membujuknya" ucap Jasmine.
Jasmine keluar mengikuti suaminya dari belakang.
"Mas tunggu aku" Teriaknya dari belakang.
Omar mulai mengurangi kecepatan langkahnya tapi dia tidak berhenti.
"Mas... tunggu, kakiku sakit sekali" panggil Jasmine lagi.
Setelah mendengar perkataan Jasmine, Omar segera menghentikan langkahnya dan menunggu Jasmine berjalan menuju kearahnya.
Setelah posisi mereka sejajar Omar menggenggam tangan istrinya dan menuntunnya turun ke bawah kemudian melangkah menuju mobil.
"Kita pulang ya Mas. Aku mau istirahat" ajak Jasmine.
Omar hanya diam sambil menjalankan mobil melaju menuju rumah mereka.
Sementara Kevin, August, Zahra dan Oryza masih berada di kamar tadi. Mereka belum beranjak.
"Sudah Gust, jangan putus asa. Aku yakin Omar tidak bermaksud begitu, dia pasti punya alasan lain untuk berkata seperti itu. Tapi aku yakin pada akhirnya kamu akan mendapat restu Omar" Kevin memberi semangat.
"Mama..." ucap Oryza.
"Tante... saya serius dengan perkataan saya. Saya benar-benar mencintai Oryza Tante" ucap August pada Zahra.
"Iya Gus Tante tau. Buktinya kamu sudah berhasil menjaga dan menyelamatkan Oryza dari pria jahat yang ingin memperkosanya. Mungkin Omar belum siap melepas adiknya tersayang" nasehat Zahra.
"Iya Tante saya mengerti. Mungkin benar apa yang Tante katakan. Saya akan meyakinkan Omar Tante" ucap August.
"Sekarang lebih baik kita pulang dan istirahat ya.. Semua pasti sangat lelah hari ini" sambung Zahra.
"Baik, kalau begitu mari Tante saya antar sampai kerumah" ajak August.
"Kalian hati-hati ya di jalan" ucap Kevin.
__ADS_1
Zahra, Oryza dan August melangkah meninggalkan hotel sedangkan Kevin kembali ke kamar pengantinnya.
Waktu sudah beranjak senja, adzan maghrib baru saja berkumandang. Kevin masuk ke kamarnya, kamar yang disediakan pihak hotel khusus untuk pengantin baru.
Sesuai rencana mereka hanya satu malam tidur disini, besok pagi mereka akan terbang keluar kota untuk honeymoon.
Omar benar-benar menepati janjinya memberikan kado paket honeymoon super vip selama seminggu untuk Kevin dan Sheila.
"Gimana Mas Oryza?" tanya Sheila tak sabar.
"Alhamdulillah dia baik-baik saja. August telah menolongnya untuk kedua kalinya" jawab Kevin.
"Syukurlah Oryza tidak apa-apa. Mas mandi ya, semuanya sudah aku siapkan. Setelah itu kita shalar maghrib berjamaah" ucap Sheila.
"Iya sayang, tunggu sebentar ya. Mas mandi dulu" jawab Kevin.
Tak lama kemudian Kevin telah selesai mandi dan mereka melaksanakan shalat maghrib bersama. Setelah selesai shalat mereka menikmati hidangan makan malam yang disiapkan oleh pihak hotel.
Makan malam yang romantis khusus dibuat untuk pasangan pengantin baru. Walau sebenarnya mereka sudah lebih sebulan menikah sah secara agama.
"Ini bunga spesial untuk wanita yang spesial" ucap Kevin.
"Makasih Mas. Bunganya cantik sekali" puji Sheila.
"Uuuh.. gombal deh" balas Sheila.
"Benar lho sayang... Aku serius. Aku sangat bersyukur mempunyai istri secantik, sebaik dan sesolehah kamu. Rasanya aku mendapatkan jackpot kehidupan yang tak mungkin aku lupakan dan lepaskan" puji Kevin.
"Aku juga bersyukur mempunyai suami seperti kamu. Baik, humoris, dan bertanggung jawab. Kedepannya semoga menjadi imam yang lebih baik ya Mas buat keluarga kecil kita" ucap Sheila.
"Aamiin... tolong ingatkan aku ya jika aku lalai atau menyakiti kamu. I Love you sayang..." tutur Kevin.
"Love you too Mas.." balas Sheila.
Untuk pertama kali Kevin mengecup lembut bibir istrinya. Mereka berpelukan mencurahkan perasaan yang sudah terbalaskan. Kini bukan hanya Kevin yang mencintai tapi Sheila juga merasakan hal yang sama. Mereka saling mencintai.
Selesai sudah makan malam romantis. Mereka kembali ke kamar pengantin mereka dengan saling bergandengan tangan. Kevin tidak mau melepaskan tangan wanita yang kini dicintai dan mencintainya.
Wanita yang akan dia jaga dan cintai seumur hidup. Wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Wajahnya tersenyum bahagia.
Ternyata indah sekali mencintai kekasih halal. Seandainya aku tau begini indahnya tentu dari dulu aku akan menjalaninya, tak perlu aku bermain dari satu wanita pindah ke wanita lain lagi. Menyesal sudah tiada artinya. Kembali ke masa lalu juga tidak akan pernah bisa.
__ADS_1
Dosaku sangat banyak Tuhan... Berilah pengampunanMU untukku. Terimakasih KAU telah mengirimkan bidadari ini kepadaku. Aku merasa sangat beruntung memilikinya. Ridhoi setiap langkah dan perjalanan rumah tangga kami nantinya. Doa Kevin dalam hati.
Setelah sampai dikamar mereka menjalankan shalat Isya bersama. Malam ini Kevin sangat khusyuk menjadi Imam.
Kembali dia melantunkan doa-doa untuk pernikahan mereka tapi kali ini dia tidak berdoa sendiri ada seorang wanita yang sangat dia sayangi mengaminkan doanya dari belakang.
Kevin tidak menyangka rumah tangganya seindah ini. Air mata menetes , isak tangis mengiringi disela-sela doanya. Rasa syukur yang tak pernah berhenti dia ucapkan.
Setelah selesai melaksanakan shalat Isya Kevin berbaring diatas tempat tidur, sedangkan Sheila masih sedang melipat mukena dan sajadag shalat mereka.
Kemudian Sheila kembali ke kamar mandi mempersiapkan sesuatu. Setelah merasa tenang dan memiliki kekuatan Sheila keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingerie.
Sheila menghampiri Kevin yang sedang asik bermain game di hpnya. Sontak Kevin terkejut dan menelan salivanya.
"Sayang.... kamu..." ucapnya terpotong.
Sheila menganggukkan wajahnya dan tersenyum malu.
Seketika hati Kevin meletup seperti sedang berpesta kembang api didalam sana. Alangkah senangnya dia mendapatkan kado pernikahan seperti ini dari istri tercintanya.
Kevin meletakkan hpnya di nakas disamping tempat tidur. Perlahan dia menarik lembut istrinya untuk duduk diatas pangkuannya. Dengan sangat hati-hati seolah tidak ingin menyakiti istrinya Kevin mengecup lembut bibir istrinya perlahan dan sangat lama kemudian berubah menjadi kecupan kecupan hangat dan membara.
Malam ini Sheila akan menjalankan kewajibannya menjadi seorang istri. Dia ikhlas me nyerahkan seluruh hidup jiwa dan raganya hanya kepada suaminya tercinta, Kevin Barrakh.
Kevin melakukannya dengan sangat lembut dan Sheila menikmatinya. Malam panas mereka terus berlanjut hingga keduanya berada dipuncak gairah yang sama dan berakhir dengan nafas yang menderu kencang.
Sungguh indah malam ini. Tak pernah Kevin merasakan malam seindah dan sepanas malam ini. Walau dulunya dia sudah sering melakukannya pada teman wanitanya.
"Terimakasih sayang kamu memang bidadari yang dihadirkan hanya untukku" ucap Kevin sambil mengecup istrinya yang berada dalam pelukannya.
Mereka istirahat dsn tertidur setelah pertarungan yang panjang dan melelahkan tapi pastinya membuat ketagihan.
Malam bahagia untuk Kevin dan Sheila.
.
.
BERSAMBUNG
Perjuangan cinta Kevin sudah selesai dan happy ending.
Tinggal si Jin yang harus memperjuangankan cintanya.
__ADS_1
Baca terus ya teman-teman...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian