BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 52


__ADS_3

Seperti rencana Jasmine kemarin. Hari ini dia akan mempertemukan Oryza dengan Bu Zahra, dan Jasmine akan menyampaikan kebenarannya.


Jasmine meminta Oryza datang ke toko kuenya dengan alasan dia ingin mengajak Oryza belajar membuat menu resep baru di toko kuenya.


Dengan sangat senang hati Oryza menjawab 'ya' kepada Jasmine.


Jam dua siang Oryza sudah tiba di Toko Kue Jasmine. Dia langsung naik keatas, ketempat ruang kerja Jasmine.


"Kamu sudah datang, cepat banget?" sapa Jasmine.


"Iya Mbak siang ini gak ada jadwal kuliah" jawab Oryza.


"Sebentar ya, Mbak mau panggil Bu Zahra dulu" ucap Jasmine sambil meraih hpnya.


"Halo Sheil, tolong suruh Bu Zahra naik ke atas" perintah Jasmine.


"Oke Mine" jawab Sheila.


Kemudian Jasmine menutup hpnya.


Tak lama kemudian Bu Zahra sudah naik dan masuk keruangan Jasmine.


"Silahkan duduk Bu Zahra" perintah Jasmine.


"Senang bertemu Ibu lagi" sapa Oryza sambil menjabat tangan Zahra.


Zahra hanya membalasnya dengan senyuman.


"Begini Za, ada yang pengen Mbak tunjukkan pada kamu" ucap Jasmine


"Bu Zahra bawa barangnya kan?" tanya Jasmine pada Zahra.


"Bawa Jasmine" Jawab Zahra sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya kemudian dengan isyarat dari Jasmine, Zahra memberikan sebuah foto kepada Oryza.


"Ini foto aku, Kak Omar, Mama dan Papa. Apa makdudnya Bu. Ibu kenal keluarga kami?" tanya Oryza.


Zahra mulai menangis dan mengangguk. Dia mengeluarkan beberapa foto lagi. Foto dia bersama Oryza. Foto Zahra bersama Omar. Dan foto Oryza dan Omar sedang bermain, makan dan banyak lagi yang lainnya.


"Mengapa Ibu bisa memiliki banyak foto keluarga kami. Siapa Ibu?" tanya Oryza curiga.


"Ibu.... Ibu... " ucap Zahra terbata-bata.


"Bu Zahra adalah wanita yang ada di dalam foto itu" potong Jasmine.


"Ma... maksud Mbak.... Mamaaaa?" tanya Oryza terkejut.


"Iya" jawab Jasmine.


"Mamaaaa..." panggil Oryza kearah Zahra.


Tangis Zahra pecah, dia tidak bisa membendung perasaan dihatinya.


"Mamaa..." Oryza memanggil lagi.


"Iya sayang" jawab Zahra sambil terisak.

__ADS_1


"Mama...." panggil Oryza lagi tak percaya.


"Iya Oza sayaaaang" jawab Zahra.


Oryza ingat panggilan itu, panggilan sayang hanya dari Mamanya. Ya hanya Mamanya yang memanggilnya seperti itu.


Oryza memeluk Zahra kuat.


"Mamaaaaa" mereka berpelukan sambil menangis.


"Mama kemana aja selama ini? mengapa meninggalkan aku dan Kak Omar Ma. Mama.... aku kangen sekali sama Mama huhuhuhu" isak Oryza.


"Mama juga kangen sama Oza sayang. Kangen sama Omar... kangen kalian berdua. Maaf Mama lama banget datang kepada kalian. Maaf membuat kamu jadi kesepian" jawab Zahra sambil terus memeluk putri bungsunya.


"Mama.... Mama pergi. Aku selalu sendiri Ma. Kak Omar kuliah keluarga negeri. Aku dititip sendiri dirumah Om Rey. Aku kesepian, aku kangen Mama" ucap Oryza.


"Maafkan Mama sayang... maafkan Mama" isak Zahra.


"Kita pulang ya Ma. Ayo kita temui Kak Omar" ajak Oryza.


Zahra menggelengkan kepalanya.


"Jangan sayang... ada sesuatu yang kamu tidak tau. Saat itu kamu masih terlalu kecil. Apa kamu ingat kejadian saat Papa meninggal dan bagaimana Papa meninggal?" tanya Zahra.


Oryza menggelengkan kepalanya.


"Aku gak ingat. Yang aku tau Om Rey bilang Papa meninggal karena sakit" jawab Oryza.


"Bagaimana bisa? saat itu kamu ada dilokasi kejadian bersama Mama?" tanya Zahra tak percaya.


"Aa..aku hanya ingat aku berlari memeluk Kak Omar dan Papa... Papa..." Oryza memegang kepalanya yang semakin pusing, seketika Oryza pingsan dalam pelukan Zahra.


Zahra panik dan segera memeluk Oryza dengan sekuat tenaga.


"Oza..." panggil Zahra.


"Ya ampun Oryza. Ayo bu letakkan Oryza di sofa" perintah Jasmine.


Jasmine mengambil minyak angin dan mengoleskannya di hidung dan kening Oryza. Sedangkan Zahra menggenggam kuat tangan Oryza yang terasa begitu dingin.


"Mengapa Oryza seperti ini Bu?" tanya Jasmine.


"Mungkin dia syok atas kejadian itu Jasmine. Saat itu dja terlalu kecil" jawab Zahra lembut.


Zahra memijit kening Oryza penuh kasih sayang.


"Oza.. za... bangun sayang" panggil Zahra.


Tak lama mata Oryza terbuka.


"Mama" ucapnya lemah.


"Kamu sudah sadar sayang?" tanya Zahra.


"Mama..." panggil Oryza.

__ADS_1


"Iya sayang.." jawab Zahra lembut.


"Mama jangan pergi lagi" Oryza kembali menangis.


"Iya sayang Mama gak akan pergi lagi. Mama akan selalu didekat kamu" jawab Zahra.


"Kamu sudah ingat kejadian waktu Papa meninggal Za?" tanya Jasmine hati-hati.


"Nggak Mbak. Maaf Ma" jawab Oryza sambil menatap kearah Zahra.


"Gak apa-apa sayang. Mama mengerti, saat ini Mama belum bisa mengatakannya pada kamu. Kita tunggu saja sampai kamu ingat ya.. Mama di fitnah sayang, Mama tidak punya bukti apa-apa. Kamu satu-satunya yang bisa membela Mama saat itu. Hanya kamu yang ada didekat Mama pada saat itu" ungkap Zahra.


"Aku gak mengerti yang Mama katakan" balas Oryza.


"Gak apa-apa, Mama yakin suatu saat kamu akan mengingatnya. Jangan dipaksakan kalau itu menyakiti kamu" ujar Zahra.


"Mama akan ikut aku pulang kan?" tanya Oryza.


"Maaf sayang Mama tidak bisa pulang dengan kamu. Mama belum bisa menunjukkan wajah Mama dihadapan semuanya, dihadapan keluarga kita. Belum waktunya Mama muncul dihadapan mereka. Seharusnya lima tahun lagi tapi Mama sendiri tidak menyangka bisa secepat ini Mama bisa bertemu kalian" ungkap Zahra.


"Maksud Mama, aku gak mengerti?" tanya Oryza.


"Nanti kamu akan tau Oza. Sekarang Mama mohon kamu rahasiakan dulu pada siapapun kalau kamu bertemu dengan Mama ya" pinta Zahra.


"Tapi aku boleh bertemu Mama lagi kan?" desak Oryza.


"Iya Oza sayang, kapan pun kamu bisa ketemu Mama. Tapi jangan ada yang tau ya. Sementara rahasiakan dulu pertemuan kita ini. Kamu mengerti?" tanya Zahra.


"Iya Ma Oza mengerti. Oza juga akan cari tau pelan-pelan apa sebab meninggalnya Papa, agar Oza bisa mengingatnya" Jawab Oryza.


"Tapi kamu harus hati-hati sayang, jangan sampai ada yang curiga" pesan Zahra.


"Iya Ma akan Oza ingat. Oza akan berhati-hati. Sekarang Mama tinggal dimana?" tanya Oryza.


"Mama ngontrak di Jalan XXX sayang" jawab Zahra lembut.


"Kapan-kapan aku boleh main kesana?" tanya Oryza penuh harap.


"Boleh, kamu bisa datang kapanpun. Tapi ingat hati-hati, jangan sampai ada yang curiga dan mengetahuinya?" pesan Zahra.


"Iya Ma, Oza ngerti. Oza kangen Mama" ucap Oryza sambil memeluk tubuh Zahra kembali.


"Mama juga kangen kamu sayang" balas Zahra.


Jasmine sangat bahagia bisa menyaksikan kejadian itu. Dia berfikir keras mengapa Oryza bisa melupakan kejadian itu. Pada siapa dia harus menanyakan ini. Kalau kepada Omar, Jasmine takut Omar akan marah. Seperti kata Oryza, Omar tidak mau mendengar nama Mamanya disebut atau diingat-ingatkan kepada Mamanya.


Pada siapa aku harus bertanya? gumam Jasmine dalam hati. Aaaaah aku tau.... Teriak hati Jasmine.


KEVIN... Kamu harus membayar kesalahan kamu padaku dengan cara ini. Batin Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2