BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 8


__ADS_3

"Kakaaaak.... Papa. Papa Kak" Tangis gadis kecil yang tak lain adalah adik kandungnya, pecah dalam pelukan Omar.


Gadis kecil itupun pingsan dalam pelukannya.


"Oryza..." Teriak Omar.


Omar terbangun dari tidurnya. Lagi-lagi mimpi itu datang lagi. Selama hampir lima belas tahun mimpi itu selalu menghantui tidurnya.


Peluh keringat membasahi wajah Omar padahal kamarnya sudah dipenuhi dengan pendingin ruangan yang disetting dengan level dingin tertinggi.


Omar bangun dari tempat tidurnya dan duduk di sofa kamar yang menghadap kaca besar menampilkan pemandangan kota malam hari.


Omar melirik jam di tepi tempat tidurnya. Pukul 2.00 Wib tapi rasa kantuknya hilang karena mimpi buruknya barusan.


Itu adalah penggalan masa lalu yang selalu menghantui malam-malam sepinya selama hampir lima belas tahun ini.


Kenangan terakhirnya bersama Oryza kecil. Setelah Oryza pingsan dia lupa ingatan dengan apa yang telah terjadi. Kata dokter karena Oryza terlalu syok dengan apa yang dia lihat sehingga akalnya menolak untuk menyimpan memory itu dan lebih memilih melupakannya.


Padahal hanya Oryza lah kunci dari kejadian itu. Omar tiba dirumahnya saat semuanya telah terjadi.


Akh.... Omar meneguk alkohol yang ada di kamarnya.


Kenangan itu kembali datang. Kenangan pedih tentang masa lalu keluarganya.


Satu botol minuman beralkohol telah habis Omar minum. Dadanya terasa panas mengingat mimpinya.


Omar berjalan sempoyongan menuju tempat tidurnya. Dia menjatuhkan tubuhnya kasar keatas ranjang empuk itu. Dan tak lama kemudian bunyi dengkuran terdengar. Omar sudah kembali terlelap, semoga mimpi buruk itu tidak datang lagi menghampiri tidurnya.


**


Jasmine kembali berada di taman bunga indah itu. Dia sudah merasa tidak asing berada di situ. Karena dia merasa sudah sangat familiar dengan tempat ini.



Dia menikmati pemandangan indah yang ada di hadapannya. Sambil bermain dengan para kupu-kupu.


Tiba-tiba ada gadis kecil datang menghampirinya.


"Hai Kakak cantik" sapa gadis kecil itu.


"Hai sayang" balas Jasmine dengan penuh kelembutan. Dia memang sangat menyukai anak-anak.


"Kakak suka datang ke taman ini?" tanya gadis kecil itu lagi.


"Suka, sangat suka" jawab Jasmine sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku juga suka datang kesini. Setiap kali datang kesini aku sangat bahagia sekali" celoteh gadis itu.


"Kamu sering bermain disini?" tanya Jasmine penasaran, karena baru kali ini dia bertemu dengan gadis cantik ini taman bunga ini.


"Seling" jawab gadis itu singkat.


"Kamu datang sendirian ke sini?" tanya Jasmine semakin penasaran.


"Nggak, aku selalu datang belsama kakakku" jawabnya kembali.


"Mana kakak kamu? Kakak tidak melihat ada orang lain disekitar sini?" tanya Jasmine bingung.


"Tuh disana. Itu dia kakakku" tunjuk gadis kecil itu kearah seorang pria yang berjalan kearah mereka.


Sekilas Jasmine hanya bisa melihat bentuk tubuh pria itu yang diakui adalah kakak dari gadis kecil yang ada disamping Jasmine.


Pria itu memiliki tubuh yang atletis, tinggi dan gagah. Tapi sayang wajahnya tidak jelas terlihat karena mata Jasmine sangat perih, silau dengan cahaya matahari yang terik.


"Kamu siapa?" tanya Jasmine pada pria itu.


"Aku suami kamu" jawab pria yang ada di hadapannya.


Deg....


Jasmine terbangun dari mimpi indahnya. Sudah dua hari ini dia mimpi yang aneh dan herannya mengapa akhir dari mimpinya persis sama dengan mimpinya kemarin malam.


Sama seperti mimpinya kemarin malam. Tapi hari ini mimpinya sedikit lebih panjang. Dalam mimpinya dia sempat bertemu dengan gadis kecil yang mengatakan bahwa dia adalah adik dari pria yang mengaku suaminya itu.


Di mimpinya tadi Jasmine sempat merekam tubuh pria itu dalam ingatannya. Tubuh yang kekar, gagah dan tinggi tapi sayang pria itu tidak memiliki wajah. Karena sampai hari ini Jasmine tidak bisa melihat wajah dari pria tersebut.


Mimpi yang datang menjelang subuh seperti alarm yang membangunkannya untuk segera menunaikan shalat subuhnya.


Jasmine bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Dia segera membersihkan diri dan mengambil wudhu kemudian melaksanakn shalat subuhnya.


Minggu pagi yang sangat cerah. Jasmine terlihat sangat ceria keluar dari kamarnya dan segera turun kebawah menghampiri Mamanya yang ada di dapur.


"Pagi sayang" sapa Mama Jasmine.


"Pag Ma. Mama mau masak apa pagi ini?" tanya Jasmine.


"Mama mau masak nasi goreng sosis" jawab sang Mama.


"Wah enaknya. Aku sudah sangat lapar mencium aromanya" puji Jasmine.


"Kami tata meja makannya dulu sayang, sebentar lagi makanannya masak, kita ajak Papa makan ya" ucap Mama Jasmine.

__ADS_1


"Oke Ma" Jasmine mulai menata meja makan dibantu dengan ART yang bekerja dirumahnya.


Walaupun anak tunggal Jasmine tidak pernah di didik manja oleh kedua orangtuanya. Minatnya memasak diturunkan dari sang Mama sedangkan otak cerdasnya diturunkan dari sang Papa yang berprofesi sebagai dosen disalah satu universitas negeri dikota ini.


Sambil berdendang kecil Jasmine mulai menata meja makan.


"Ceria sekali anak Papa pagi ini?" tanya sang Papa yang baru saja tiba diruang makan yang terletak masih bergabung dengan area dapur.


"Harus donk Pa, masak harus kalah dan cerahnya hari ini" jawab Jasmine.


Papa Jasmine tersenyum melihat tingkah anak gadisnya.


"Gimana kabar TK dan Toko Kue kamu?" tanya Papanya.


"TK berjalan dengan baik Pa. Awal tahun ini sudah banyak yang mau mendaftar sebagai murid baru di TK aku padahal pendaftaran tahun ajaran baru belum di buka" jawab Jasmine.


"Wah bagus itu. Kalau peminatnya banyak sepertinya kamu harus membangun TK itu lebih besar lagi sayang. Agar cukup menampung semua siswa yang sudah mendaftar" Papa Jasmine memberi saran.


"Iya Pa, rencananya aku akan membangun dua kelas tambahan. Dimulai awal tahun ini dan aku harap sebelum tahun ajaran baru semua sudah selesai" sambut Jasmine.


"Tapi kamu juga harus menambah jumlah gurunya sayang. Jangan kebanyak murid sehingga guru-guru kewalahan mendidik dan menjaga anak-anak. Ingat mereka itu anak-anak kecil butuh perhatian dan pantauan dari para guru" timpa Papa Jasmine.


"Aku sedang mencari empat guru baru Pa. Satu kelas biasanya di didik oleh dua orang guru jadi kalau aku akan menambah dua kelas aku harus mencari empat guru baru" jawab Jasmine.


"Bagus itu. Trus Toko Kue kamu gimana?" Papa Jasmine kembali bertanya.


"Alhamdulillah semakin berkembang Pa, pengunjungnya setiap hari semakin bertambah. Pendapatan setiap bulan meningkat. Dan kemarin aku baru menerima tawaran kerjasama dengan Barrakh Corp untuk penyedia snack di setiap rapat yang diadakan di perusahaan mereka" jawab Jasmine.


"Wah ternyata anak Papa emang pinter ya berbisnis. Papa gak nyesal mengabulkan permintaan kamu untuk berhenti berkarier di perusahaan besar dan lebih memilih membuka usaha toko kue" puji Papa Jasmine.


Mama Jasmine yang dari tadi menyimak pembicaraan antara anak dan suaminya ikut nimbrung di meja makan sambil membawa hidangan sarapan pagi mereka.


"Bukannya Barrakh Corp itu perusahaan besar sayang?" tanya Mama Jasmine.


"Mama ternyata mengikuti perkembangan bisnis juga?" ledek Papa Jasmine.


"Mama sering lihat di TV Pa. Itu kan perusahaan yang sudah lama berdiri dan pemiliknya adalah keluarga Barrakh. Sayang pendirinya meninggal di usia yang masih dikatakan muda ya Pa dan ternyata perusahaan itu lebih berkembang di tangan putranya" ucap Mama Jasmine.


"Weish.. Mama tau banyak ni tentang perusahaan itu?" goda Jasmine.


Pagi itu Jasmine dan keluarga menikmati canda pagi bersama. Sambil berbincang-bincang mereka menikmati sarapan pagi di hari yang cerah ini.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2