
Satu minggu berlalu, Jasmine perlahan merubah hidup Omar yang monoton menjadi lebih berwarna. Ada saja ide-ide Jasmine untuk melakukan sesuatu yang ringan tapi membuat wajah Omar lebih banyak memunculkan ekspresi. Seperti hari ini dihari libur Jasmine tidak mau melakukan kegiatan diluar apartemen.
"Aku mau hari ini kita seharian di apartemen bersantai sambil menikmati hari libur dan kamu tidak boleh menyentuh ruang kerja ya" pinta Jasmine.
"Baiklah sesuka kamu saja" jawab Omar pasrah walau sebenarnya dia juga menikmatinya. Omar sudah mulai menunggu saat-saat seperti ini, dia merasa pasti akan ada hal baru yang dia lakukan bersama istrinya ini.
Dugaan Omar benar sekali, hari ini Jasmine mengajaknya masak bareng di dapur apartemen mereka.
Jasmine memakaikan celemek di badan kekar Omar. Jasmine tertawa melihat tampilan Omar.
"Hei tidak ada warna lain Mine, mengapa kau memilihkan warna ini padaku" ucap Omar sedikit kesal karena Jasmine memakaikan celemek pink kebadan Omar.
"Hahahaha.. kamu manis sekali Mr pria kekar dibalut warna pink" Jasmine tertawa lebar.
"Kita mau memasak apa hari ini?" tanya Omar.
"Bagaimana kalau cake blackforest kesukaan kamu?" tawar Jasmine.
"Boleh" jawab Omar singkat.
Mereka mulai menyiapkan semua bahannya di dapur dan mulai membuat cake. Setelah adonan cake siap di mixer kini tinggal meletakkannya kedalam loyang dan memanggang cake di dalam oven.
Jasmine mencolekkan adonan itu kewajah Omar.
"Kamu jangan nakal Mine. Jangan mengotori wajahku" ucap Omar.
"Hahaha wajah kamu lucu sekali Mr. Wajah serius dengan celemek pink hahaha seperti apa ya? Sini... lihat sini aku ingin mengambil foto kamu sebagai kenang-kenangan" jawab Jasmine.
Omar hanya mendiamkan saja semua permintaan dan tingkah laku Jasmine. Dia mulai menikmati setiap senyum dan tawa yang terbit diwajah Jasmine.
Sambil menunggu cake masak Jasmine dan Omar membersihkan dapur yanh berantakan karena ulah mereka. Tiga puluh menit kemudian cakenya sudah masak.
"Ini cake pertama buatanku, bagaimana rasanya ya" ucap Omar.
"Pasti enak, kamu tadi membuatnya dengan perasaan senang. Suatu hal yang dilakukan dengan bahagia pasti hasilnya bagus. Aku yakin itu" tegas Jasmine.
Setelah cake dingin Omar dan Jasmine bersama-sama menghias cake dengan coklat. Jasmine memberikan kesempatan pada Omar untuk menghias cake sesuai keinginan Omar. Walau tampilannya tidak rapi tapi Jasmine tidak memberikan komentar.
Jasmine mengambil foto cake black forest dengan hpnya kemudian membagikannya di jaringan sosial media.
Hasil kreasi with Mr. Flat hari ini 😍😍
"Kamu mau mencobanya?" tanya Jasmine.
"Mau... Aku ingin merasakan kue hasil kerja kerasku hari ini" jawab Omar tidak sabaran.
__ADS_1
Jasmine memotong cakenya kemudian meletakkannya di atas piring dan menyerahkannya kepada Omar.
"Mmmm.. tidak buruk. Rasanya enak" ucap Omar.
Jasmine sendiri juga mencoba cake buatan mereka berdua.
"Enak banget Mr, benarkan apa yang aku bilang, kalau kita membuatnya dengan hati senang pasti rasanya juga enak" ucapnya senang.
Omar memandang wajah Jasmine. Apakah sebahagia itu memakan sebuah cake? Mengapa wajahnya begitu cerah dan bahagia? Batin Omar.
Siangnya mereka duduk santai di sofa sambil nonton TV.
"Hei Mr. Flat tolong pinggirkan meja ini, aku mau tiduran di karpet" pinta Jasmine.
"Apalagi yang kamu rencanakan Mine" ucap Omar.
"Ikuti saja, aku yakin kamu pasti belum pernah melakukannya" jawab Jasmine.
Walau dengan terpaksa tapi Omar penasaran apa yang ingin dilakukan istrinya itu.
"Tolong kamu letakin bantal di karpet, sebentar aku mau ke kamar mengambil sesuatu" ucap Jasmine.
Omar meletakkan dua bantal diatas karpet sesuai perintah Jasmine. Tak lama kemudian Jasmine membawa mangkok kecil, kuas dan cermin kecil.
"Masker wajah. Aku mau merawat wajah kamu biar lebih cerah, semoga setelah perawatan ini wajah kamu gak Flat lagi hihihi" goda Jasmine.
Omar melirik tajam kearah Jasmine.
"Eits jangan marah dulu Mr. Flat, kamu coba aja, setelah itu rasakan bedanya. Aku jamin deh, wajah kamu akan lebih segar" Jasmine meyakinkan.
"Baiklah akan aku coba" jawab Omar pasrah, susah melawan wanita hamil.
"Sekarang kamu tiduran ya" perintah Jasmine.
Omar mengkuti arahan Jasmine, setelah dia berbaring Jasmine mulai mengoleskan kuas ke wajah Omar dengan kuas. Setelah selesai Jasmine memberikan cermin kearah wajah Omar.
"Tuh udah rata, semua wajah kamu sudah tertutup masker, sekarang gantian ya. Aku juga mau dipakein masker" pinta Jasmine.
Omar mulai mengoleskan masker ke wajah cantik Jasmine. Dengan telaten Omar mengerjakan tugasnya sambil menatap lekat wajah istrinya dengan jarak yang sangat dekat.
Jantung Omar berdetak sangat kencang ketika menatap wajah Jasmine.
Duh ada apa dengan jantungku, mengapa detaknya semakin kencang. Perasaan apa ini? Tanya Omar dalam hati.
Setelah mereka sama-sama memakai masker, mereka berbaring di karpet dengan beralaskan bantal. Mereka berbaring sambil ngobrol santai.
__ADS_1
"Mr. Flat bagaimana menurut kamu rumah tangga kita ini? Apakah kamu kita terus seperti ini? Aku ingat nasehat Mama, jangan ada rahasia didalam rumah tangga. Apakah menurut kamu rumah tangga kita sudah saling terbuka?" tanya Jasmine.
Omar memikirkan apa yang baru saja Jasmine katakan.
"Mulai hari ini aku tidak akan memanggil kamu Mr. Flat lagi karena menurutku sekarang wajah kamu sudah menunjukkan banyak ekspresi. Kamu sudah lebih hangat, lebih banyak bicara, lebih pengertian dan sabar menghadapi semua sikapku yang terkadang membuat kamu jengkel. Maaf ya sebenarnya aku tidak ingin berbuat seperti itu, mungkin anak kamu yang ingin melakukannya padamu hihihi" Jasmine tertawa ringan mengingat dua bulan ini perjuangan Omar memenuhi semua ngidam Jasmine.
"Aku akan panggil kamu Mas. Mas Omar... Tidak terpaksa karena sedang dihadapan umum. Dimana pun dan kapanpun aku akan memanggil kamu Mas Omar. Kamu keberatan?" tanya Jasmine.
"Tidak" jawab Omar singkat.
"Mas.... Mas Omar" panggil Jasmine.
"Hemmm...." jawabnya.
"Ish... pelit. Segitu aja jawabnya" ucap Jasmine kesal.
"Jadi kamu mau akau jawab apa hem?" tanya Omar.
"Jawab... Ya My Mine" jawab Jasmine.
"My Mine?" tanya Omar penasaran.
"Ya.. Aku ini kan emang istri kamu, milik kamu. Kamu mau gak kita bersama-sama memperbaiki rumah tangga ini. Aku tidak akan memaksa kamu untuk berkata jujur, cerita tentang masa lalu kamu. Aku akan sabar menunggunya. Mari kita awali dengan saking merubah nama panggilan. Gimana, kamu setuju?" Tawar Jasmine.
"Mmmmm....." Omar berfikir keras.
"Baiklah, aku akan mencobanya. Maaf, saat ini aku belum siap untuk bercerita kepada kamu. Aku janji suatu saat aku akan menceritakan semuanya pada kamu" janji Omar.
"Mas Omar" panggil Jasmine.
"Ya My Mine" jawab Omar lembut.
Jasmine tersenyum bahagia mendengar suara suaminya.
"Nah udah mulai kering nih maskernya, sekarang kita gak boleh ngobrol lagi ya Mas" ucap Jasmine pada Omar.
"Heeemmm.. " jawab Omar.
Mereka diam dan mulai menikmati waktu kebersamaan mereka hari ini.
Semoga cinta hadir diantara kita.. Eh semoga cinta hadir dihati kamu Mas karena tanpa aku sadari cinta sudah lebih dulu hadir di hatiku. Batin Jasmine..
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1