BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 86


__ADS_3

Omar sudah sampai dirumah Reynhard Dwi Barrakh Omnya. Dia menggandeng tangan Jasmine memasuki rumah Reynhard.


Jasmine berjalan di depan Omar seperti sedang menarik tangan Omar untuk masuk ke dalam rumah.



"Eh Mas Omar datang toh" sapa Bi Iyem pembantu rumah itu yang sudah lima belas tahun bekerja disana.


Dulu Bi Iyem sebelumnya bekerja dirumah Omar. Karena alergi Omar muncul kepada setiap wanita sejak kejadian kematian Papanya, Reynhard sengaja mengganti pelayan dirumah dengan pelayan dirumah kakaknya Richard.


Omar sangat sayang kepada Bi Iyem, karena Bi Iyem yang selalu mengasuh dan mengurus semua kebutuhan Omar dirumah itu.


Bi Iyem menyayangi Omar dan Oryza dengan tulus. Dia dulu sangat menyayangi Fatimah Zahra Mamanya Omar dan Oryza, sejak tragedi terbunuhnya Richard Utama Barrakh dan Fatimah Zahra di penjara, Bi Iyem menganggap Omar dan Oryza seperti anaknya sendiri.


Dia sangat sedih melihat nasib yang menimpa kedua anak majikannya tersebut. Mereka adalah anak-anak yang baik.


Omar memeluk Bi Iyem penuh kasih sayang, dia tidak pernah menganggap Bi Iyem sebagai pembantu dirumah itu.


Selain Tante Sena Omar juga sudah mengganggap Bi Iyem sebagai ibunya. Menggantikan kasih sayang Mamanya yang tidak dia dapatkan selama lima belas tahun ini.


"Bibi sehat?" tanya Omar.


"Sehat Mas, Mas dan Mbak Jasmine sehat kan?" tanya Bi Iyem.


"Sehat Bi" jawab Jasmine sambil mencium tangan Bi Iyem dengan hormat.


"Kata Oryza Mbak Jasmine lagi hamil ya?" Bi Iyem kembali bertanya.


"Iya Bi" sambung Jasmine.


"Alhamdulillah Mbak. Bi Iyem senang mendengarnya" balas Bi Iyem.


"Ayo masuk ke dalam, Bapak dan Ibu ada diruang keluarga" ajak Bi Iyem.


Omar dan Jasmine berjalan menuju ruang keluarga. Oryza sejak pulang kuliah tadi sudah sampai dirumah Reynhard karena Omar mengabari bahwa mereka akan makan malam bersama di rumah Omnya.


"Assalamu'alaikum Om Tante" ucap Omar dan Jasmine.


"Wa'alaikumsalam. Eh Omar datang Pa" jawab Sena istri Reynhard.


Reynhard berdiri menyambut Omar dan istrinya. Omar dan Jasmine menjabat tangan Reynhard dan Sena penuh hormat.


"Apa kabar kalian?" tanya Reynhard.


"Alhamdulillah sehat Om" jawab Omar.


"Mari duduk" Tante Sena mempersilahkan Omar dan Jasmine duduk disofa ruang keluarga.


"Bi Iyem siapkan makan malam ya, Omar dan Jasmine datang ini. Sudah lama mereka tidak makan malam bersama kita" ucap Sena ketika Bi Iyem datang membawakan minum.


"Iya Nyonya" Jawab Bi Iyem.


Bi Iyem tersenyum penuh kasih sayang kepada Omar.


Omar membalas senyuman Bi Iyem tak kalah lembutnya.


"Bibi akan siapkan makanan kesukaan Mas Omar" ucapnya.

__ADS_1


"Terimakasih Bi" balas Omar.


Bi Iyem kembali kedapur.


"Kami dapat kabar dari Oryza katanya kamu lagi hamil Jasmine" ucap Sena ramah.


"Iya Tante" jawab Jasmine lembut.


"Hati-hati ya. Lebih baik kamu jangan terlalu banyak kegiatan. Masih hamil muda apalagi kemarin baru..." nasehat Tante Sena.


"Mama... Jasmine kan sudah dua kali hamil tentu dia lebih berpengalaman sekarang. Jangan tambahin beban fikirannya" potong Renhard.


"Ah gak apa-apa kog Om. Iya Tante sekarang aku lebih hati-hati kog dan sejak aku hamil aku belum ada keluar. Baru kisini diajak Mas Omar. Katanya kangen pulang kerumah" jawab Jasmine.


"Kevin mana Om?" tanya Omar.


"Biasalah Mar kayak kamu gak tau aja Kevin gimana. Sejak kamu menikah dia lebih sering pulang ke apartemennya dari pada pulang kerumah. Kalau dulu kan dia suka tinggal di apartemen kamu" jawab Reynhard.


"Tadi kami udah janjian mau kesini. Tadi dikantor saya udah bilang sama dia kalau saya mau pulang kerumah" ucap Omar.


"Ooh begitu. Mungkin sebentar lagi dia sampai" sambung Reynhard.


"Tuh panjang umur Pa, baru juga disebut namanya eh orangnya udah datang" ucap Sena.


Kevin datang bersama Sheila.


"Lho ada Sheila rupanya" sorak Sena senang dengan kedatangan calon menantunya.


Sheila mencium tangan kedua orangtua Kevin.


Setelah itu Sheila sengaja mengambil posisi duduk disamping Jasmine.


"Kevin maksa, katanya orangtuanya ngundang aku makan malam bersama" bisik Sheila.


Jasmine tersenyum mendengarnya. Rupanya Sheila dikerjain Kevin. Tapi baguslah mungkin bisa membuat hubungan Kevin dan Sheila menjadi lebih dekat.


"Sebentar Tante ke dapur dulu ya, mau bilang sama Bi Iyem kalau anggota yang ikut makan malam bertambah" Ucap Sena.


Sheila terkejut mendengar perkataan Sena kemudian menatap kearah Kevin meminta jawaban.


Sial.. ternyata aku dikerjain sama monyet si Aladin ini. Umpat Sheila. Kevin hanya tersenyum-senyum penuh arti.


"Gak usah Tante biar aku aja. Sekalian aku mau kebelakang" potong Omar.


Omar bangkit dari tempat duduknya. Rumah Reynhard sudah menjadi rumahnya selama lima belas tahun ini sejak meninggalnya Papanya. Jadi dia bebas saja melakukan apapun dirumah Omnya ini.


Omar melangkah menuju dapur menemui Bi Iyem yang sedang memasak makan malam bersama dua orang pelayan lainnya.


"Bi pesan Tante Sena porsinya ditambah. Ada Kevin sama calon istrinya datang" ucap Omar.


"Ooo Mas Kevin dan Mbak Sheila kan namanya Mas?" tanya Bi Iyem.


"Iya" Jawab Omar.


"Mas Kevin dan Mbak Sheila datang juga rupanya. Wah makan malam kali ini jadi rame ya" sambut Bi Iyem.


"Bi, ada yang ingin aku tanyakan sama Bibi" ucap Omar mendekati Bi Iyem.

__ADS_1


"Mau tanya apa Mas?" tanya Bi Iyem penasaran.


Jarang-jarang anak majikannya ini bersikap seperti ini. Walau Omar memang dulu sering bermanja kepadanya.


"Kita duduk ditaman belakang aja yuk" ajak Omar.


Omar dan Bi Iyem melangkah menuju taman belakang. Mereka duduk diteras belakang rumah.


"Bibi masih ingat gak kejadian meninggalnya Papa?" tanya Omar.


Bi Iyem terkejut mendengar pertanyaan Omar.


"Mas Omar kenapa menanyakan itu pada Bibi?" Bi Iyem balik bertanya.


"Gak boleh ya Bi?" tanya Omar balik.


"Boleh Mas. Boleh banget cuma Bibi terkejut aja biasanya Mas gak mau ataupun marah setiap ada yang menyinggung tentang kejadian meninggalnya Tuan Richard" jawab Bi Iyem.


"Sekarang aku sudah semakin dewasa Bi. Aku ingin berdamai dengan masa lalu. Rasanya sekarang aku sudah lebih kuat mendengar cerita tentang kematian Papa" ucap Omar.


"Mas Omar, sebenarnya Bibi tidak tau kejadiannya karena tidak ada yang melihat kejadian itu selain Nyonya dan Mbak Oryza. Tapi Bibi yakin Nyonya tidak bersalah Mas. Cuma Bibi tidak bisa membelanya Mas karena Bibi tidak bisa membantu Nyonya" ungkap Bi Iyem.


"Bibi jaga rahasia ini ya. Janji?" Tanya Omar.


"Apa Mas, rahasia apa?" tanya Bi Iyem penasaran.


"Janji dulu donk" desak Omar.


"Iya Bibi janji Mas" jawab Bi Iyem.


"Mama sudah bebas Bi dan saat ini Mama ada diapartemen aku" ucap Omar.


Bi Iyem sontak menangis mendengar ucapan Omar.


"Alhamdulillah akhirnya Nyonya bebas Mas, dan Mas tidak membenci atau menyalahkan Nyonya lagi kan atas meninggalnya Tuan?" tanya Bi Iyem.


"Nggak Bi. Aku sudah memaafkan Mama dan berharap seperti yang Bibi ucapkan tadi. Berharap Mama memang tidak bersalah atas meninggalnya Papa" jawab Omar.


"Percaya sama Bibi dan Nyonya Mas. Nyonya tidak bersalah, Bibi tau Nyonya sangat menyayangi dan mencintai Tuan. Nyonya tidak akan mengkhianati ataupun membunuh Tuan" ungkap Bi Iyem.


"Itu makanya Bi, aku mau mencari kebenarannya. Makanya aku mengajak Bibi kesini. Aku ingin menanyakan hal penting kepada Bibi" ucap Omar.


"Apa Mas?" Tanya Bi Iyem penasaran.


"Selain Om Rey, apa Bibi melihat ada pria lain masuk kerumah kita siang itu?" tanya Omar.


Bi Iyem terkejut mendengar pertanyaan Omar.


.


.


BERSAMBUNG


Hai teman-teman masih setia baca novel ini kan?


Aku tunggu Like dan comment kalian ya...

__ADS_1


Ayo mana jejaknya???


__ADS_2