BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 18


__ADS_3

Waktu bergulir hampir mendekati satu minggu dari waktu yang Omar berikan. Jasmine yakin besok Omar pasti akan datang menanyakan keputusan Jasmine atas lamaran yang Omar tawarkan minggu lalu.


Hari ini Jasmine sangat galau sekali. Tidak pernah terjadi seperti ini cake yang dia buat tidak kembang sempurna padahal resep dan cara buatnya sama seperti biasa.


Roti yang dia panggang juga gosong. Membuat karyawan bertanya-tanya ada apa dengan bos cantik pemilik Toko Kue Jasmine.


"Mbak sakit?" tanya Rike


"Eeeh... nggak Ke" jawab Jasmine gugup.


"Mbak aneh hari ini, kebanyakan melamun" ucap Rike


"Haah.. apa?" tanya Jasmin balik.


"Tuh kan melamun lagi" celetuk Rike.


"Kamu lagi ada masalah?" tanya Sheila.


"Mmm.. Nggak Sheil aku hanya kurang tidur. Tadi malam memeriksa keuangan TK" jawab Jasmine.


Memang benar dia tidur larut karena itu tapi tidak ada hubungannya dengan kegalauannya hari ini. Jasmine sebenarnya sibuk memikirkan keputusan besok. Sampai saat ini dia belum mendapatkan petunjuk.


"Sheil aku pamit pulang duluan ya. Rasanya kepalaku berat sekali. Aku titip toko" ucap Jasmine.


"Beres... kamu pulang sana gih, istirahat. Toko biar aku yang urus" jawab Sheila.


Hari ini Jasmin pulang lebih cepat dari biasanya. Jam delapan malam dia sudah sampai dirumahnya tepat saat kedua orangtuanya sedang menikmati makan malam.


"Kamu sudah pulang sayang?" tanya Mama yang melihat Jasmine baru masuk dari garasi.


"Iya Ma. Badanku rasanya letih sekali. Aku pamit pulang duluan sama anak-anak" jawab Jasmine.


"Kamu sudah makan?" tanya Papa Jasmine.


"Belum Pa" jawab Jasmine singkat. Jasmine ikut duduk bergabung dengan kedua orangtuanya.


"Bik tolong tambah piring dan gelasnya satu lagi" pinta Mama Jasmine.


Bibik membawa perlengkapan makan Jasmine dari dapur dam meletakkannya tepat dihadapan Jasmin.


"Makan Non" ucap Bibik


"Terimakasih Bik" jawab Jasmine.


"Bagaimana toko kue kamu. Tinggal seminggu lagi kan acara besar itu?" tanya Bima Ardhan, Papa Jasmine.

__ADS_1


"Iya Pa. Besok mereka akan mengirimkan laporan menu yang akan mereka pesan beserta jumlah pesanannya. Mulai besok kami akan semakin sibuk berbelanja dan menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan" jelas Jasmine.


"Ya sudah malam ini kamu istirahat lebih cepat, mulai besok kan kamu semakin sibuk mengurus semua urusan kamu di toko" perintah Mama.


"Iya Ma. Jasmine naik keatas dulu ya Ma. Mau mandi dan ganti baju. Udah gerah. Dah papa" Jasmine mencium pipi papanya sambil berlalu naik ke atas.


Papa dan Mamanya tersenyum melihat tingkah anak tunggalnya itu.


Seperti perintah mamanya tadi Jasmine segera mandi dan berganti baju kemudian segera naik keataa temoat tidur. Dia ingin segera terlelap melupakan sejenak beban fikirannya.


Apa yang akan terjadi besok biarlah menjadi urusan besok. Jasmine sangat yakin dia pasti bisa melewatinya. Allah tidak akan memberinya cobaan yang tidak bisa dia lalui.


***


Di apartemen Omar.


Omar baru saja sampai di apartemennya saat jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Omar segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


Hari ini tubuhnya sangat letih sekali setelah seharian bekerja di kantornya. Dia ingin mengistirahatkan tubuhnya dan mencarger semangatnya untuk hari esok.


Hari esok adalah hari penentuan masa depannya. Tidak ada kata gagal dalam kamusnya. Dia sangat yakin Jasmine akan menerima lamarannya bila perlu dia harus mengancam Jasmine besok dengan barang bukti berupa foto-foto vulgar mereka berdua tanpa busana dibalik selimu.


Omar berbaring diatas tempat tidur dan menutup matanya. Hanya dalam hitungan detik deru nafasnya berhembus dengan teratur dan dia sudah berada di alam mimpi.


.


.


Jasmine melihat anak kecil yang dia lihat kemarin sedang duduk diatas ayunan yang diikat di dahan pohom besar dan rindang yang ada di taman ini.


"Halo sayang kita ketemu lagi" sapa Jasmine.


"Hai kakak cantik, senang beltemu lagi" jawab anak itu.


"Adik cantik ini siapa sih namanya?" tanya Jasmine gemas.


"Namaku Liza.. panjangnya Ooolizaaa" jawab anak itu celat.


"Kamu lucu sekali sayang" Jasmine mencubit pipi gadis kecil itu.


"Kamu sendirian di sini?" tanya Jasmine penasaran.


"Tentu tidaaak. Aku baleng kakak aku disana. Tadi kakak aku mau nangkap belalang dan kupu-kupu katanya" jawab gadis itu riang.


"Ow yah? kakak kamu bisa nangkap belalang dan kupu-kupu?" tanya Jasmin semakin gemas dengan tingkah gadis kecil itu.

__ADS_1


"Bisa donk, kakak aku itu baiiiiik banget. Aku sayang banget kakak aku" gadis kecil itu memuji kakaknya.


Jasmine mencium pipi gembul gadis kecil itu.


"Itu Kak, kakak aku datang" tunjuk anak kecil itu kearah seorang pria yang tubuhnya sepertinya tidak asing lagi bagi Jasmine.


Lagi-lagi wajah pria itu selalu tidak bisa Jasmine tatap. entah mengapa mata Jasmine selalu perih karena silau setiap melihay kearah pria itu yang datang searah dengam teriknya cahaya matahari.


"Kakak kemali cepat" teriak gadis kecil yang mengaku bernama liza.


Pria itu datang menghampiri adiknya dan Jasmine.


Jasmine malu kalau terlihat penasaran ingin melihat wajah pria itu. Secara refleks Jasmine menundukkan wajahnya.


"Kakak kenalkan ini Kak Jasmine. Cantik kan kakak ini?" tanya Liza pada kakaknya.


Jasmine tidak mendengar jawaban dari pria itu.


"Kenalan donk kak sama kakak aku" pinta Liza.


"Kenalkan aku Jasmine, kamu siapa?" tanya Jasmine sambil mengangkat wajahnya melirik dan menatap kearah pria yang ada dihadapannya.


"Aku suami kamu" jawab pria itu.


Saat mata mereka saling bertemu alangkah terkejutnya Jasmine ketika melihat dan mengenal siapa pria itu.


'"Omaaaar" teriak Jasmine dan dia tersadar dari mimpinya.


Wajahnya penuh dengan keringat walaupun AC di kamarnya sudah sangat dingin.


Dia ingat dengan jelas wajah pria yang ada dalam mimpinya itu. Mimpi yang sering berulang beberapa minggu ini.


Setelah dia ingat-ingat bentuk tubuh dan suara pria itu, memang benar itu adalah Omar Barrakh. Pria yang melamarnya kemarin karena terpaksa dan besok menantikan jawaban Jasmine.


Ya Allah apa arti semua mimpiku belakangan ini. Apakah ini petunjuk dariMU. Bukan hanya sekali mimpi yang sama itu datang seingat Jasmine sudah empat kali dia bermimpi seperti ini. Dan kali ini semua sudah terjawab siapa pria itu


Jasmine dapat melihat secara jelas wajah pria yang ada di dalam mimpinya. Jasmine melirik jearah jam dinding. Pukul 2 dini hari, Jasmine bangun dari tidurnya dan mengambil wudhu.


Dia melaksanakan shalat tahajjud malam ini, memohon kekuatan untuk keputusan yang telah dia ambil untuk menjawab pertanyaan Omar nanti.


Kali ini dia sudah yakin menemukan jawabannya. Bismillah ya Allah, kuatkan aku untuk menjalani semua takdir yang telah KAU gariskan dalam hidupku.


Doa Jasmine dimalam itu penuh khusyuk. InsyaAllah dia sudah siap memberikan jawabnya saat bertemu Omar hari ini.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2