BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 106


__ADS_3

August mengantarkan Zahra dan Oryza sampai kerumah mereka.


"Terimakasih ya August" ucap Zahra.


"Sama-sama Tante" balas August.


"Tante masuk duluan ya" Zahra meninggalkan Oryza dan August. Memberi waktu untuk mereka mengucapkan sesuatu. Bagaimanapun Zahra pernah muda. Dia sangat mengerti situasi seperti ini.


August menarik tangan Oryza dalam genggaman tangannya.


"Kak nanti dilihat kak Omar" cegah Oryza.


"Tidak apa-apa, untukmu aku siap menerima hukuman apapun dari Omar" jawab August.


"Terimakasih ya Kak... Kakak sudah memperjuangkan aku didepan semua keluargaku" ucap Oryza.


"Karena kamu pantas untuk diperjuangkan Oza sayang" jawab August penuh lemah lembut.


"Kakak gak masuk dulu" ajak Oryza.


"Tidak usah. Kakak langsung pulang saja. Kita semua butuh istirahat yang cukup malam ini. Aku tidak mau memaksakan keadaan. Aku takut Omar akan semakin tidak menyetujui hubungan kita kalau aku terus menempel padamu. Biarlah pelan-pelan kita lakukan. Aku yakin kita akan mendapatkan restu Omar" jawab August.


"Kak... aku mencintaimu" ungkap Oryza.


"Aku lebih mencintaimu" balas August.



"Ehm... belum sah dosa tuh" ucap Jasmine yang tiba-tiba sudah ada dihadapan mereka.


"Mbak Jasmine.. " teriak Oryza terkejut. Oryza langsung menjaga jaraknya dengan August.


"Maaf Jasmine aku tidak bermaksud seperti ini. Semua mengalir tanpa aku sadari. Aku pun tidak menyangka seperti ini rasanya jatuh cinta" ungkap August jujur.


"Mbak apakah kak Omar ada di dalam?" tanya Oryza takut.


"Dia ada di kamar. Aku tadi keluar hendak mengambil minum, kemudia aku lihat Mama masuk sendiri tanpa kalian. Makanya aku mencari sampai kesini" terang Jasmine.


"Jasmine aku mohon tolong..." ucapan August terpotong.


"Aku sudah lama melihat gerak gerik kamu mengagumi Oryza dalam diam. Kamu selalu tersenyum melihat wajah Oryza saat tertawa. Kamu tidak sadarkan August kamu semakin tampan saat jatuh cinta. Tapi aku menunggu reaksi kamu. Apakah kamu hanya berani menjadi pengagum rahasia, mencintai dalam diam. Atau kamu dengan lantangnya akan mengikrarkan cinta kamu dihadapan kami semua. Ternyata kamu pria pemberani kamu memilih pilihan yang kedua. Aku turut bahagia dan mendukung hubungan kalian. Tapi ingat jaga jarak jangan mesra -mesra sebelum nikah. Dosa" nasehat Jasmine.

__ADS_1


"Iya Jasmine aku tau makanya aku ingin secepatnya bisa menghalalkan Oryza" jawab August.


Oryza menatap wajah serius August saat mengatakan itu pada Jasmine.


"Tapi kak Omaaar" sambung Oryza.


"Tenang dan sabar ya.. aku janji akan membujuknya. Bahkan kalau perlu aku akan mogok makan sampai lahiran pasti dia akan mengabulkan permintaanku" ungkap Jasmine bangga.


"Terimakasih Mbak" Oryza memeluk sayang kakak iparnya.


"Terimakasih Jasmine. Kalau begitu aku pamit dulu. Sudah malam, waktunya kita semua istirahat. Assalamu'alaikum" ucap August.


"Wa'alaikumsalam" jawab Jasmine dan Oryza bersamaan.


August masuk kedalam mobilnya kemudian melaju meninggalkan rumah keluarga Omar.


Jasmine dan Oryza masuk kedalam rumah.


"Mbak aku langsung ke kamar ya. Mau mandi dan bersih-bersih badanku sudah lengket rasanya" pinta Oryza.


"Iya Za, Mbak juga mau masuk ke kamar. Mas Omar udah nungguin dari tadi" balas Jasmine.


Mereka berpisah dan masuk ke kamar masing-masing.


"Aku tadi keluar ngambil minum Mas lalu aku lihat Mama dan Oryza pulang diantar August. Jadi aku ngobrol sebentar sama mereka" jawab Jasmine.


"Sudah pulang bajingan itu?" tanya Omar. Dia masih kesal pada August.


"Mas kenapa kamu begitu marah pada August. Dia kan sahabat kamu" Jasmine mengingatkan.


"Sahabat apa itu yang mengincar adik sahabatnya sendiri. Kayak gak ada saja wanita lain" ucap Omar kesal.


Jasmine duduk disamping suaminya diatas tempat tidur. Kemudian dia membelai perutnya yang semakin membesar setiap harinya.


"Mas cinta itu datang sendirinya dan tidak bisa memilih siapa yang akan dia cintai. Seperti itulah yang dialami August dan Oryza" ucap Jasmine.


Omar memperhatikan gerakan tangan Jasmine diatas perutnya. Omar ikut membelai perut Jasmine.


"Tapi aku tetap tidak bisa menerimanya sayang. August sudah melihat Oryza sejak bayi. Papaku dan Papa August bersahabat dan aku dan August juga sudah kenal dekat dan bersahabat dari kecil. Dia selalu bermain dirumahku. Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa mencintai wanita yang sudah dia lihat dari kecil. Dia melihat Oryza menangis, pup dan ngompol. Apa dia tidak aneh dengan semua itu. Dan yang paling menjijikkan August sudah menganggap Oryza sebagai adiknya sendiri. Aku tak bisa membayangkan menikah dengan adikku sendiri" ungkap Omar tegas.


"Tapi mereka kan tidak ada hubungan darah Mas, mereka boleh menikah. Jangan Mas bayangkan diri Mas, karena Oryza memang adik kandung Mas. August berbeda Mas. Rasa cinta bisa saja datang seiring perjalanan waktu" balas Jasmine.

__ADS_1


"Harusnya kamu senang Oryza mendapatkan pria yang kamu kenal dengan sangat baik. Pria yang baik dan bertanggung jawab. Dia pasti bisa membahagiakan adik kamu Mas. August tidak akan menyakiti dan menyia-nyiakan Oryza" sambung Jasmine.


Omar terdiam dan memikirkan omongan istrinya.


"Coba kalau Oryza salah jalan dan jatuh kedalam pelukan mantan pacaranya yang mencoba memperkosanya tadi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup Oryza kelak" timpa Jasmine.


"Tapi aku masih sulit menerimanya sayang... Aku merasa aneh saja August bisa mencintai Oryza. Gadis kecil ingusan dan penuh kotoran yang selalu mengganggu aku dan August bermain dirumah. Oryza selalu menangis jika sehari saja August tidak menggendongnya. Apakah August tidak mengingat itu semua? Masih bisa cinta hadir saat dia membayangkan Oryza kecil?" tolak Omar.


"Bisa sayang... buktinya sekarang August mencintai Oryza. Dan apa kamu tidak bisa melihat keseriusan diwajah August. Aku yakin ini cinta pertamanya. Bahagianya Oryza menjadi cinta pertama seorang pria" ucap Jasmine bersemangat.


"Hei... kamu juga cinta pertama seorang pria. Kamu cinta pertamaku My Mine. Apa kamu tidak bahagia?" balas Omar.


"Hahaha... iya Mas aku lupa. Aku sangat bahagia sudah menjadi cinta pertama kamu dan satu-satunya cinta di hati kamu. Wanita lain tidak akan pernah bisa. Karena mereka pasti akan mengalami hal yang sama seperti yang cindy alami hahahah" Jasmine tertawa bahagia membayangkan wajah cindy penuh dengan muntahan Omar.


"Kamu satu-satunya cinta dihatiku sayang... Aku sangat mencintai kamu dan keluarga kecil kita. Rasanya aku tidak akan pernah puas bersyukur kepada Tuhan yang telah mengirimkan bidadari secantik dan sebaik kamu" Omar mengecup bibir Jasmine.


Jasmine menyambut perlakuan mesra suaminya dengan bahagia.


"Apakah kamu sangat lelah malam ini sayang?" tanya Omar dengan rencana bulusnya


"Tidak terlalu. Mas mau apa? Mau makan sesuatu biar aku ambilkan?" Jasmine menawarkan diri.


"Aku mau makan kamu malam ini" bisik Omar di telinga Jasmine.


Sontak wajah Jasmine bersemu merah.


"Kamu masih saja malu-malu mendengarnya padahal kita sudah hampir satu tahun menikah" sambung Omar sambil menyentuh tempat-tempat favouritenya ditubuh istrinya.


"Mas ini gak mau kalah ya sama pengantin baru" canda Jasmine.


"Iya donk, aku juga mau coblos kamu malam ini dan aku tidak pernah bosan terus-terusan mencoblos kamu"


Mereka tertawa bersama dan melakukan kegiatan olahraga malamnya.


Malam ini tiga pasang anak manusia sedang dimabuk cinta.


Omar dan Kevin yang berbahagia memeluk istrinya sedangkan August berbahagia memeluk guling dan membayangkan wajah Oryza.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2