
"Oryza hamil?" tanya Jasmine.
"Gak tau kak. Aku gak merasa apapun. Kak August yang sakit dari tadi pagi kepalanya pusing terus dan kondisinya lemah banget. Maunya tiduran aja ditempat tidur" jawab Oryza.
Perawat datang menghampiri August dan Oryza.
"Maaf Ibu yang tadi dirujuk dari ruang UGD silahkan masuk, agar segera diperiksa dokter" perintah perawat.
"Baik sus" jawab Oryza.
August dan Oryza segera masuk keruang praktek dokter kandungan sementara Omar dan Kevin beserta istri mereka tidak jadi pulang.
Mereka ingin mendengar kabar mengenai Oryza yang sedang diperiksa di dalam.
"Silahkan duduk Bapak Ibu" sapa dokter dengan ramahnya.
August dan Oryza kemudian duduk didepan meja kerja dokter.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter tersebut.
"Begini dok, dari tadi pagi kepala saya berat dan pusing, badan saya juga sangat lemas jadi istri saya membawa saya ke rumah sakit. Setelah melalui pemeriksaan kata dokter di UGD saya sehat dan dirujuk ke sini" jawab August.
Dokter wanita yang sedang dihadapan mereka tersenyum penuh arti.
"Baiklah kalau begitu. Kapan terakhir ibu datang bulan?" tanya Dokter kepada Oryza.
"Seminggu sebelum pernikahan kami dok, tepatnya lima minggu yang lalu" Jawab Oryza bingung.
"Coba ibu berbaring di tempat tidur agar saya periksa" perintah Dokter.
Oryza berbaring diatas tempat tidur. Dokter segera melakukan pemeriksaan.
"Lihat Pak, Bu dilayar monitor terlihat ada kantung yang berisi. Itu artinya Ibu sedang hamil, usia kandungan lima minggu. Selamat" ucap Dokter.
"Benar kah Dok?" tanya August tak percaya.
"Benar Pak" jawab Dokter sambil tersenyum.
"Apa hubungannya dengan keadaan saya ini Dok?" tanya August penasaran.
"Bapak sedang mengalami sindrom kehamilan simpatik. Dimana Ibu yang sedang hamil tetapi Bapak yang mengalami ngidamnya. Jadi istilah lainnya berbagi tugas Pak" Dokter sedikit tertawa menjelaskannya.
"Ma.. maksud dokter saya akan merasakan ngidam seperti wanita hamil? pusing dan mual begitu?" tanya August tak percaya.
__ADS_1
"Iya Pak. Apa Bapak merasa mual juga?" tanya dokter tersebut.
"Hari ini sih tidak ada dok, saya hanya pusing dan lemas rasanya lebih enakan kalau dibawa tiduran" jawab August.
"Mmm.. baiklah itu artinya Bapak sangat mencintai istrinya sehingga Bapak tidak ingin Ibu yang mengalami hal sulit ini ketika hamil muda" jawab dokter.
August dan Oryza saling pandang.
"Kalau begitu saya akan kasi resep vitamin untuk ibu yang sedang hamil sedangkan untuk bapak saya kasi obat pusing dan mual ya. Buat persediaan siapa tau besok-besok bapak merasakan mual" ucap sang Dokter.
Setelah menerima resep untuk Oryza dan August. Mereka keluar dari ruang praktek dokter kandungan.
Mereka langsung disambut oleh Omar, Kevin dan istri mereka.
"Gimana hasilnya?" Tanya Omar yang sangat khawatir dengan keadaan adik tersayangnya.
"Alhamdulillah Oryza hamil lima minggu" jawab August senang.
"Tapi yang aku penasaran dari tadi yang sakit August kenapa Oryza yang diperiksa?" tanya Kevin.
"Kata dokter Mas August mengalami sindrom kehamilan simpatik. Jadi aku yang hamil dia yang ngidam" Oryza menjelaskan.
"Wah keren banget bisa begitu, jadi kuliah Oryza tidak terganggu karena kehamilannya" puji Kevin.
"Rasain Gus, salah sendiri kamu yang janji dulu tidak mau menunda kehamilan Oryza setelah kalian menikah dan kamu tidak akan menganggu kuliah Oryza dengan kehidupan rumah tangga kalian. Aku rasa Allah langsung menagih janji kamu" ledek Omar.
"Iya juga ya Bos. Aku gak pernah bayangkan hal ini akan aku alamai. Ternyata ngidam itu gak enak banget ya. Maaf Jasmine dulu aku suka ngerasa berat dan enggan dengan permintaan ngidam kamu" Aku August.
"Tidak masalah Gus. Kan masih ada Mas Omar yang akan ngabulin semua permintaanku" jawab Jasmine.
"Sekarang kita pulang kerumah yuk. Kita kasih tau Mama dirumah. Pasti Mama senang banget dapat kabar gembira seperti ini. Gus kamu bawa mobil Agust ya. August gak bisa nyetir karena lemas, Oryza hamil muda. Biar mereka naik mobil aku aja" perintah Omar.
"Oke Bro. Gus mobilmu aku bawa pulang kerumah ya dan sorry bro aku gak bisa ikut kerumah kamu karena udah kemaleman" ucap Kevin pada Omar dan August.
Akhirnya mereka berpisah diparkiran Rumah Sakit. Omar dan August beserta istrinya pulang bersama Omar kerumah keluarga Omar sedangkan Kevin dan istrinya pulang kerumah mereka.
Satu jam kemudian.
"Assalamu'alaikum Ma" ucap Oryza.
"Wa'alaikumsalam. Lho Oza sama August kok bisa datang barengan sama Omar dan Jasmine. Tapi Omar bilang tadi pagi August sakit gak masuk kantor?" tanya Zahra bingung.
"Iya Ma, tadi kami ketemu mereka di prakter dokter kandungan" jawab Omar.
__ADS_1
"Lho sebenarnya siapa yang sakit? August atau Oryza?" tanya Zahra bingung.
"Jadi gini Ma tadi pagi Mas August sakit, kepalanya pusing dan lemas. Seharian gak pulih juga jadi aku bawa ke Rumah Sakit. Setelah diperiksa Mas August itu baik-baik saja. Dokter UGD merujuk aku yang ke dokter kandungan. Ternyata hasilnya aku hamil tapi yang ngidam Kak August" Oryza menjelaskan.
"Duh kasihannya menantu Mama yang satu ini" peluk Zahra.
August tersenyum malu-malu.
"Kalian sudah makan?" tanya Zahra.
"Belum Ma, tadi sangkin paniknya aku lupa ngajak Mas August makan malam" jawab Oryza.
"Ya udah Mama siapkan makan malam ya. Biar kita makan malam bareng. Mama juga belum makan tadi nungguin Omar dan Jasmine pulang" ajak Zahra.
Oryza yang setelah menikah ikut bersama suaminya tinggal di apartemen August jarang sekali bisa berkumpul dan makan malam bersama keluarganya. Malam ini keluarga mereka berkumpul bersama dan menikmati makan malam yang hangat malam ini.
"Kalau kehamilan kamu merepotkan kalian bisa tinggal disini" ajak Omar kepada adik dan adik iparnya.
"Sejauh ini nggak kog kak. Lagian aku libur semester selama satu bulan. Jadi aku bisa santai kak" jawab Oryza.
"Gimana Gus?" Omar bertanya kepada adik iparnya.
"Aku terserah Oryza aja Mar" jawab August.
"Kami pulang aja Kak. Malam ini aja kami tidur disini ya Mas" pinta Oryza pada suaminya.
"Iya sayang, sesuka kamu. Asalkan kamu senang" balas August.
"Mama bahagia mendengar kabar ini. Sebentar lagi Mama akan mendapat cucu dua sekaligus. Walau jarak kehamilan kalian enam bulan tapi itu gak terasa. Nanti anak Omar dan Jasmine sudah mulai besar baru Oryza melahirkan. Mama gak sabar menunggu waktu itu tiba" ucap Zahra.
"Setelah Oryza melahirkan kalian harus memikirkan gimana kedepannya. Gak mungkin kan Oryza mengurus bayi kalian sendiri" ucap Omar.
"Nanti aja Kak difikirkan, masih delapan bulan lagi. Nanti gampanglah itu. Ada Mama dan Mama mertuaku. Gak apa-apa ya Ma jika aku minta bantuan kaliam kalau aku pergi kuliah?" tanya Oryza pada Mamanya.
"Gak masalah sayang. Mama senang sekali mengurus cucu-cucu Mama" jawab Zahra.
"Mama ku juga pasti senang sekali Ma, maklum baru aku yang menikah di keluargaku. Adik-adikku masih pada sendiri" sambung August.
Malam ini August dan Oryza menginap di rumah orangtua Omar.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG