
Satu minggu kemudian.
Jasmine
Oryza kamu mau belajar buat cake kemarin langsung dari chef nya?
Oryza
Mau.. mau .. Mbak
Jasmine
Kalau gitu kamu datang ke toko kue Mbak ya. Mbak tunggu.
Oryza
Oke Mbak.
Hari ini adalah hari Jumat, rencananya hari ini Jasmine mau mengajak Oryza belajar membuat cake kesukaan Omar dan Oryza di toko kuenya langsung dengan Bu Zahra.
Setelah itu Jasmine ingin mengajak adik iparnya itu menginap diapartemen mereka. Jasmine pasti pulang telat hari ini. Terlebih dahulu Jasmine mengirimkan pesan pada suaminya.
Istri Aladin
Mr. Flat hari ini aku ajak Oryza belajar buat cake yang kemarin di toko kueku. Setelah itu aku bawa Oryza nginap di apartemen ya.
Omar
Iya
Istri Aladin
Mungkin akan telat pulang, jadi aku gak sempat masak. Kamu mau makan apa? Biar nanti kami beli aja dijalan sebelum pulang.
Omar
Terserah kalian, apapun aku mau.
Istri Aladin
Apapun?
Omar
Iya. Asal jangan rendang pedas seperti yang kamu masak dulu membuat aku sakit perut.
Istri Aladin
🤣🤣
Jasmine tertawa membaca pesan terakhir suaminya. Kamu masih belum berubah Mr. Flat. Masih tetap Flat seperti biasa tapi lumayanlah terkadang sudah bisa lebih banyak bicara. Dan sekarang kamu sudah terbiasa berdekatan denganku. Buktinya setiap pagi aku selalu terbangun dalam pelukanmu.
Kamu gak romantis, bisanya peluk-peluk aku saat aku tidak sadar dan tertidur. Kalau saat sadar gimana ya ekspresi wajah kamu. Apakah masih saja Flat seperti biasanya. Batin Jasmine.
Jasmine tertawa membayangkan wajah suaminya.
Jam 3 sore sepulang kuliah Oryza sudah sampai di Toko Kue milik Jasmine. Sheila yang sudah kenal dengan adik ipar Jasmine itu menyambutnya dengan ramah.
"Kamu langsung aja Za ke atas, Jasmine ada diatas" ucap Sheila.
"Terimakasih Mbak Sheila" jawab Oryza ramah.
__ADS_1
Oryza naik kelantai dua dimana ruang kerja Jasmine terletak.
"Eh Ryza udah datang rupanya, udah lama?" tanya Jasmine.
"Baru kog Mbak" jawabnya singkat.
"Kamu dari mana, sudah makan?" Jasmine bertanya lagi.
"Dari kampus Mbak, udah makan tadi disana" sambutnya.
"Masih capek atau gimana? Kita langsung kebawah belajar masak atau kamu rebahan dulu?" tawar Jasmine.
"Langsung aja deh Mbak. Aku gak capek kog" jawab Oryza semangat.
Mereka kemudian turun kebawah menuju dapur tempat memasak kue dan cake yang dijual di Toko Kue Jasmine.
"Bu Zahra, kenalkan ini adik iparku. Dia pengen banget belajar masak cake buatan Ibu. Dia dan suamiku suka sekali cake buatan Bu Zahra" ucap Jasmine pada Zahra.
Zahra terlihat pucat dan salah tingkah.
Ada apa dengan Bu Zahra. Kemarin juga saat dia bertanya nama Mr. Flat tiba-tiba loyang yang dia pegang jatuh. Apa kau mengenal suami dan adik iparku? Jasmine berfikir curiga.
"Hai Bu kenalkan saya Oryza" ucap Oryza ramah.
"Hemmm... Saya Zahra" jawab Zahra.
Mereka saling berjabat tangan. Tangan Zahra terasa dingin dan berkeringat.
"Ibu sehat? tangan Ibu dingin sekali?" tanya Oryza.
"Eh saya sehat kog Mbak. Tadi baru buka kulkas ambil bahan-bahan kue" jawab Zahra.
"Yuk kita mulai Bu, aku sudah gak sabar pengen belajar. Mbak duduk aja perhatiin jangan capek-capek. Mbak kan lagi hamil muda. Entar kalau ada apa-apa dengan Mbak, Kak Omar bisa marah padaku" ucap Oryza semangat.
"Iya Bu, jalan tiga bulan" jawab Jasmine lembut.
"Selamat ya atas kehamilan Mbak Jasmine, maaf saya baru tau" ucap Zahra.
"Gak apa-apa bu, emang belum kelihatan kalau saya lagi hamil soalnya masih mabok darat. Jadi masih kuyus. Masih sering mual dan muntah-muntah kalau pagi" ungkap Jasmine.
"Ya udah Mbak Jasmine duduk saja biar saya dan Mbak Oryza yang buat cake nya" pinta Zahra.
"Baiklah" jawab Jasmine kemudian Jasmine duduk di kursi memperhatikan Zahra mengajari Oryza membuat Cake.
Zahra memberitahukan resep kuenya dan mereka langsung mempraktekkan cara membuat cakenya. Sebenarnya ini adalah resep lama tetapi Zahra tetap menyimpannya dan ini adalah resep andalan yang dia miliki.
Zahra terlihat sangat bahagia memasak bersama Oryza. Dia sangat sabar mengajarkan resep dan langkah-langkah membuat cakenya.
Jasmine memperhatikan interaksi mereka. Semakin dilihat lama kelamaan Jasmine merasa Oryza dan Zahra begitu mirip.
Seeer.... Dada Jasmine berdesir. Cara senyum mereka, lirikan mata dan tawa mereka sama walau bentuk wajah sedikit berbeda.
Apakah benar Bu Zahra ada hubungannya dengan suaminya dan adik iparnya? Jasmine semakin penasaran. Sepertinya dia harus mencari jawabannya segera. Siapa tau ini adalah kunci masa lalu suaminya yang membuat suaminya menjadi sosok pria yang dingin dan datar.
Oryza memperhatikan satu persatu langkah pembuatan cake buatan Bu Zahra. Setelah semua selesai mereka tinggal menunggu Cake dipanggang di Oven.
Zahra mengatur tingkat suhu oven tersebut dan mengatur waktunya. Tiga puluh menit kemudian cake marmer jadulnya sudah masak.
"Hemmm... wanginya Bu" seru Oryza.
Zahra tersenyum sendu menatap wajah Oryza. Jasmine memperhatikan semua gerak gerik Zahra. Dia merasa ada keanehan dari sikap Zahra tapi dia belum bisa memastikannya.
__ADS_1
Sementara Jasmine hanya menerka-nerka Zahra kenal dengan suami dan adik iparnya dan sepertinya ada sesuatu diantara mereka.
"Kita bawa pulang aja ya Za, Mas Omar pasti suka" ucap Jasmine sambil melirik wajah Zahra.
Zahra terlihat semakin sendu ketika nama Omar disebut.
Jam 5 sore Jasmine dan Oryza pulang ke apartemen dijemput supir. Kemudian mereka singgah dirumah makan padang membeli makan malam.
Karena Omar suka rendang Jasmine membelikan Omar rendang yang pasti gak pedas seperti yang pernah Jasmine makan.
Mungkin karena hari terakhir kerja dalam minggu ini jalanan lebih ramai dan macet. Mereka sampai di apartemen sekitar jam 7 malam berbarengan dengan Omar pulang.
"Jangan terlalu lelah nanti kamu kecapekan" ucap Omar.
"Nggak kog Mas, di toko aku lebih banyak duduk begitu juga di TK" jawab Jasmine.
"Mbak Jasmine ngajar juga?" tanya Oryza terkejut.
"Nggak, Mbak cuma mengecek keadaan TK saja" jawab Jasmine.
"TK siapa Mbak?" Oryza balik bertanya.
"TK Mbak Za" jawabnya singkat.
"Wah Mbak Jasmine hebat masih muda udah punya banyak usaha. Punya TK dan Toko Kue" jawab Oryza takjub.
"Lebih hebat Kakak kamu CEO perusahaan terkenal" puji Jasmine.
Omar melirik kearah Jasmine.
"Kak Omar itu cuma meneruskan Mbak, apa susahnya tinggal melanjutkan saja" ledek Oryza.
"Enak aja kamu fikir menjalankan perusahaan besar seperti itu gampang? Kamu aja yang gak tau semenjak perusahaan Kakak pimpin, perusahaan berkembang sangat pesat" bela Omar.
"Iya... iya... Kak Omar hebat, kakakku pualiiiing hebat sejagat raya" Oryza memeluk lengan Omar manja.
Jasmine tersenyum memperhatikan interaksi dua bersaudara itu. Ternyata Mr. Flat punya hati yang hangat dan sayang keluarga. Aku bisa melihat dia sangat menyayangi adiknya hanya saja memang sikapnya selalu dingin seperti itu. Sehingga orang jadi salah sangka dengan sikapnya.
"Sekarang kita semua mandi dan bersih-bersih ya, baru setelah itu makan malam bareng" perintah Jasmine.
"Siap Bos" jawab Oryza ceria.
Oryza masuk kedalam kamar tamu sedangkan Jasmine dan Omar masuk kedalam kamar mereka.
"Aku yang mandi duluan ya" pinta Omar.
"Ya udah, aku siapkan baju kamu dulu" jawab Jasmine.
Omar masuk kedalam kamar mandi sedangkan Jasmine menyiapkan pakaian ganti untuk Omar kemudian meletakkannya diatas tempat tidur.
Sambil menunggu Omar selesai mandi, Jasmine menyiapkan meja makan untuk makan malam mereka.
"Giliran kamu mandi, biar aku yang teruskan" ucap Omar.
"Udah siap kog. Ya udah aku mandi, Mr. Flat santai aja nonton-nonton dulu gitu biar gak bosan" jawab Jasmine.
Omar meninggalkan dapur dan duduk santai di depan TV, menunggu istri dan adiknya selesai mandi. Kehadiran dua wanita ini di apartemennya membuat hidupnya terasa bahagia, apalagi ada calon bayi dalam perut Jasmine. Walau Omar belum mencintai Jasmine tapi dia sudah mulai membuka diri dan belajar untuk mempercayai seorang wanita.
Semoga perasaannya bisa berkambang menjadi cinta dan kasih sayang.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG