
Hari ini Jasmine akan pergi ke Perusahaan Barrakh Corp lagi. Sesuai dengan janji mereka kemarin pertemuan akan dilakukan pukul 10.00 Wib di gedung Barrakh Corp.
Pagi ini Jasmine memakai celana katun berwarna hitam dan kemeja hijau toska tak lupa menutup kepalanya dengan jilbab dengan warna yang senada. Tampilan yang manis dan cerah di pagi ini.
Jasmine turun keruang makan seperti biasa menikmati sarapan pagi bersama kedua orangtuanya sebelum berangkat ke TK.
"Kamu cantik sekali hari ini sayang?" sapa Mamanya.
"Bukannya setiap hari aku selalu cantik Mam" jawab Jasmine.
"Tapi hari ini sepertinya beda. Kamu lebih bercahaya dari biasanya. Apa ada yang spesial hari ini?" tanya sang Mama penasaran.
"Jam 10 nanti aku mau ke Perusahaan Barrakh Corp" jawab Jasmine singkat.
"Bukannya perusahaan itu sudah membuat kontrak dengan toko kue kamu?" Kali ini Papanya yang bertanya.
"Iya Pa. Tapi hari ini mereka meminta aku datang kesana. Karena dua minggu lagi CEO nya akan berulang tahun. Mereka mau mengadakan acara dan sepertinya akan memesan beberapa kue di toko kue aku. Jadi hari ini kami akan bertemu menentukan konsep acaranya agar bisa disesuaikan" Jasmine menjelaskan pada kedua orangtuanya.
"Wah itu pasti acara besar sayang. Kamu beruntung sekali mendapatkan proyek seperti itu" puji Mamanya.
"Yah mudah-mudahan semua berjalan lancar Ma. Doa kan saja ya" pinta Jasmine pada Papa dan Mamanya.
"Tanpa kamu minta kami selalu mendoakan kamu" jawab Papanya.
"Mama dengar CEO nya masih muda dan ganteng lho sayang" ucap sang Mama.
"Trus?" tanya Jasmine.
"Apa kamu gak mau sekalian meliriknya. Ada pepatah cinta bisa datang dimulai dari perut naik ke hati" jawab Mamanya.
"Emang ada pepatah seperti itu Ma?" tanya Papanya penasaran.
"Ya siapa tau Pa gara-gara makan cake buatan Jasmine CEO itu jadi jatuh hati" ucap Mama Jasmine menggoda.
Papa Jasmine tertawa mendengar perkataan istrinya.
"Mama ini ada-ada saja" potong Papa Jasmine.
"Lho namanya juga doa Pa, siapa tau anak kita bisa berjodoh dengan pengusaha sukses. Lagian umur Jasmine juga sudah sangat cukup untuk menikah. Sampai saat ini dia belum pernah membawa calonnya main kerumah ini" ucap Mamanya.
"Nanti ada waktunya Ma, tenang saja. Aku berangkat dulu ya Pa, Ma, takut kena macet kalau kelamaan perginya" Pamit Jasmine pada kedua orangtuanya. Dia sengaja mengelak dari pembicaraan pagi ini.
Mama tidak tau kalau CEO itu alergi wanita. Jangan doain aku berjodoh dengan dia Ma, gak kebayang punya suami gak mau sentuhan dengan wanita. Gimana aku bisa punya anak kalau suaminya seperti itu. iiiihh.... Batin Jasmine bergidik membayangkannya.
*****
Pagi ini Jasmine hanya mengecek sebentar keadaan TK Cerianya. Dia tidak bisa berlama-lama berada disana karena dia mempunyai janji jam 10 nanti.
__ADS_1
Satu jam sebelum waktu yang ditentukan Jasmine sudah berjalan menuju gedung Barrakh Corp. Dia tidak mau terlambat dalam pertemuan seperti ini. Karena kedisiplinannya dalam menghargai waktu merupakan nilai plus dalam menjalankan usahanya.
Kalau dia tidak tepat waktu gimana orang lain akan percaya padanya. Oleh sebab itu dia bergerak lebih cepat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Lima belas menit sebelum jam 10 Jasmine sudah sampai di loby kantor.
"Permisi Mbak saya ada janji dengan Bapak Omar dan Bapak August jam 10 pagi ini" lapor Jasmine pada karyawan yang menjaga di loby utama.
"Sebentar saya hubungi keruangannya ya Bu. Maaf dengan Ibu siapa?" tanya wanita itu.
"Saya Jasmine" jawab Jasmine.
Wanita tersebut menghubungi seseorang melalui telepon.
"Silahkan langsung naik bu ke lantai paling atas ruangan CEO" perintah wanita tersebut.
"Terimakasih" Jawab Jasmine sambil tersenyum.
Jasmine naik ke lantai atas, ini kali kedua dia masuk keruangan CEO.
"Hai Jasmine" sapa Kevin.
"Eh Pak Kevin" jawab Jasmine.
"Udah aku bilang panggil Kevin aja biar lebih akrab" Kevin mengeluarkan senyuman mautnya.
"Aduh saya merasa canggung Pak eh Kevin" jawab Jasmin sungkan.
"Kamu mau keruangan Omar kan? masuk yuk" ajak Kevin.
Mereka berdua masuk keruangan sang CEO dimana Omar dan August sudah menunggu kedatangan Jasmine.
Sebenarnya Omar saat ini sedang panas dingin karena mereka akan menjalankan rencana Kevin yang sampai saat ini belum dia ketahui dengan jelas tapi kali ini dia percaya pada Kevin. Kevin pasti tidak akan mengecawakannya dan akan membantu dia menyelesaikan masalah ini.
"Selamat Siang Pak Omar, Pak August" sapa Jasmine.
"Selamat siang" balas Omar.
August hanya menundukkan kepalanya tetapi wajahnya tetap datar.
"Kita langsung saja ya Nona Jasmine. Perusahaan kami menginginkan Toko Kue Jasmine yang bertanggung jawab dalam menyediakan kue dan cake di acara Ultah Bapak Omar dua minggu lagi" August mulai menyampaikan tujuan Jasmine di panggil ke perusahaan ini.
"Saya sudah menyiapkan daftar menu beserta gambar cake nya Pak. Ada juga foto Kue Tart Bapak tinggal memilih yang mana atau Bapak menginginkan konsep yang lain boleh saja. Bapak tinggal pesan ke kami" jawab Jasmine sambil menyerahkan berkas yang telah dia sediakan dari kemarin.
Omar mengambil berkas-berkas itu, sengaja berlama-lama untuk mengulur waktu.
Kevin mulai bergerak melancarkan siasatnya.
__ADS_1
"Aku haus, kalian mau pesan minum apa. Aku sedang berbaik hati hari ini. Biar aku yang memesan langsung ke patry" Kevin menawarkan bantuan.
"Aku seperti biasa kopi hitam?" jawab Omar.
"Kamu Gust?" Kevin menatap August sambil mengedipkan sebelah matanya memberi kode
"Aku sama kan aja seperti biasa" jawab Auguts.
"Kamu mau minum apa Jasmine?" tanya Kevin pada Jasmine.
"Saya teh aja Pak eh Kevin" jawab Jasmine gugup.
"Baiklah" Kevin bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar.
"Saya memilih yang ini saja" ucap Omar sambil menunjuk gambar kue tart yang ada di serahkan Jasmine tadi.
"Baik Pak" jawab Jasmine singkat.
"Nona Jasmine, mengenai menu kue atau cake yang akan kami pesan beserta jumlah pesanannya nanti akan menyusul kami kirim melalui email" tambah August.
"Baik akan saya tunggu" jawab jasmine.
Tak lama Kevin masuk bersama seorang OB yang membawa beberapa cangkir minuman mereka.
"Silahkan diminum Jasmine, santai saja. Kita gak buru-buru kog lagian acaranya masih lama. Masih banyak waktu untuk kamu menyiapkan semuanya" ucap Kevin mencairkan suasana.
Mereka mulai meminum minuman yang mereka pesan tadi.
Setelah meminum teh nya Jasmine merasa kepalanya pusing sekali dan matanya sangat berat.
"Ada apa Jasmine?" tanya Kevin pura-pura khawatir.
"Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing sekali ya?"Jasmine merasa ada yang tidak beres dia berusaha berdiri tapi tiba-tiba dia sudah tidak sadarkan diri.
Kevin dan August segera membawanya kamar pribadi Omar yang ada di dalam ruang kerjanya.
"Ayo cepat kamu buka baju dan jilbabnya. Aku akan menyiapkan kamera" perintah Kevin.
"Kamu gila Vin, apa harus seperti ini" elak Omar.
"Ssst.. Kan sudah aku bilang kemarin kamu harus mengikuti apapun perintahku hari ini, jangan membantah" Kevin mengingatkan kata-katanya kemarin.
Omar tidak bisa mengelak lagi dan segera menjalankan perintah Kevin.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG