BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 81


__ADS_3

Jasmine, Zahra dan Oryza tiba diapartemen jam enam sore. Rencananya mereka mandi dan melaksanakan shalat mahgrib dulu baru setelah itu mereka akan memasak bersama di dapur untuk makan malam bersama.


Tak lama sampai Omar juga tiba di apartemen.


"Mama dan Oryza jadi nginap disini sayang?" tanya Omar begitu dia sampai dikamar.


"Jadi Mas. Mereka lagi mandi di kamar tamu" jawab Jasmine sambil menerima tas kerja dan jas yang tadi dipakai suaminya di kantor.


"Mandi dulu Mas biar kita shalat maghrib bareng. Aku siapkan baju kamu dulu ya" tutur Jasmine.


"Oke yank" jawab Omar.


Omar melangkah ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Omar memakai pakaian yang sudah disiapkan Jasmine diatas tempat tidur. Kemudian mereka melaksanakan shalat maghrib bersama.


Setelah selesai shalat Omar istirahat sebentar di sofa sambil ngecek email di hpnya.



"Mas aku kedapur dulu ya mau nyiapkan makan malam untuk kita" ucap Jasmine.


"Nanti kalau sudah siap panggil aku ya yank" sambung Omar.


"Iya sayang" jawab Jasmine lembut.


Jasmine beranjak menuju dapur, ternyata mertua dan adik iparnya sudah lebih dulu tiba disana.


"Omar sudah pulang sayang?" tanya Zahra.


"Sudah Ma, lagi istirahat dikamar sambil cek kerjaan katanya" jawab Jasmine.


"Mas Omar itu kebiasaan gak dikantor, gak dirumah sama saja. Kerjanya ngurusin pekerjaan aja lupa sama yang lain. Untung dia bertemu Mbak kalau gak mungkin lupa juga untuk menikah" oceh Oryza.


"Hus... jangan ngomong gitu Za" larang Zahra.


"Kita mau masak apa Ma?" tanya Jasmine. Dia melihat mertuanya sudah mengeluarkan beberapa bahan makanan.


"Tadi Mama cek isi kulkas kamu. Rencananya Mama mau masak soto, bahannya lengkap nih" jawab Zahra.


"Enak tuh Ma. Aku bantuin ya" sambut Jasmine.


"Oza siapin meja ya nak, biar kita cepetan makan malamnya. Kasian kakak kamu udah lapar" perintah Zahra.


"Siap Ma" jawab Oryza singkat.


Mereka mulai bekerja sama menyiapkan menu makan malam. Semua makanan sudah hampir selesai. Wangi masakan Zahra tercium sampai ke kamar.


"Kalian masak apa. Wanginya sampai ke kamar. Aku jadi lapar" ucap Omar.

__ADS_1


"Mama masak soto Mas" jawab Jasmine.


"Hemmm aku sudah gak sabar. Sudah lama gak makan soto buatan Mama" ucap Omar.


Omar dan Oryza duduk didepan meja makan sambil menyaksikan Zahra dan Jasmine memasak. Beberapa menit kemudian makanan sudah terhidang diatas meja.


Mereka makan malam bersama sambil bercerita. Oryza yang lebih banyak bercerita tentang kuliah dan teman-temannya. Zahra, Omar dan Jasmine lebih banyak diam dan mendengarkan. Sesekali mereka ikut menimpali cerita Oryza.


Setelah selesai makan Jasmine meminta Zahra bersantai diruang TV bersama Omar dan Oryza. Dia sengaja memberikan ruang dan waktu untuk mereka saling melepas rindu.


Sedangkan Jasmine membersihkan meja makan dan dapur. Juga mencuci piring kotor bekas mereka makan.


Zahra duduk santai di sofa ruang TV bersama anak-anaknya. Mereka menonton TV bersama dan saling bercanda.


Kini Oryza sudah tiduran diatas pangkuan Mamanya. Jasmine dan Omar duduk berdampingan. Omar merangkul bahu Jasmine.


"Za" panggil Omar.


"Ya Kak" jawab Oryza.


"Kamu masih lupa kejadian saat Papa meninggal?" tanya Omar penasaran.


"Iya Kak. Aku tidak ingat apapun" jawab Oryza.


Zahra mengelus rambut Oryza didalam pangkuannya.


"Setiap aku berusaha keras memikirkan dan mengingatnya kepalaku pusing. Maaf ya Ma, aku tidak bisa membantu Mama" ucap Oryza sedih.


"Gak apa-apa sayang. Yang terpenting adalah kesehatan kamu" jawab Zahra.


"Sedikitpun kamu gak ingat Za. Setidaknya dicoba dulu" desak Omar.


"Mas jangan terlalu dipaksa nanti kalau Oryza pingsan gimana?" tanya Jasmine.


Omar terdiam mendengar perkataan istrinya.


"Besok aku akan menemui Om Rey dan menanyakan kejadian saat itu. Apakah jawabannya akan sama dengan apa yang dia katakan dulu padaku pada saat Papa baru saja meninggal. Saat itu aku memang sangat terpukul dan kacau. Mama juga saat itu langsung dibawa polisi sedangkan Oryza dibawa ke rumah sakit. Semua diurus oleh Om Rey. Dia pasti punya jawaban sendiri tentang kejadian hari itu" ujar Omar.


"Tapi ingat Mas jangan sampai dia curiga sama kamu. Gak ada yang tau kalau Mama sudah bebas. Semua taunya lima tahun lagi Mama baru bebas" Jasmine mengingatkan suaminya.


"Kamu tanya dengan detail Mar biar Om kamu bisa menceritakannya dari awal jangan sampai ada yang terlewatkan. Mama gak mau ceritanya dikurang-kurangi atau malah di tambahin" pinta Zahra.


"Tenang Ma, apapun yang terjadi Mama tetaplah Mama kami. Seandainya hasil yang aku dapat tetap mengarah ke Mama aku tetap akan memaafkan Mama. Karena Mama sudah membayar kesalahan Mama selama lima belas tahun. Saatnya kita melupakan masa lalu, berdamai dengannya dan hidup bahagia" Omar menatap Mamanya meyakinkan.


"Terimakasih sayang.. Kalian anak-anak Mama yang hebat" Mata Zahra kembali berkaca-kaca.


Tiba-tiba Jasmine berlari menuju ke kamar lalu ke kamar mandi. Omar, Zahra dan Oryza bingung dan terkejut melihat sikap Jasmine langsung tergerak mengikuti Jasmine sampai ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ueeeek... ueeeek..." Jasmine memuntahkan semua makanan yang tadi dia makan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Omar.


"Aku mual Mas. Mungkin masuk angin, tadi malam aku gak bisa tidur karena memikirkan pertemuan kamu dengan Mama hari ini" jawab Jasmine.


"Pusing?" tanya Omar.


"Sedikit" jawab Jasmine singkat.


"Sini biar Mas pijit kepala kamu" Omar menyentuh kepala istrinya.


Omar membawa istrinya tiduran diatas tempat tidur.


Zahra datang dari arah dapur membawa air hangat yang diseduh jahe.


"Coba minum ini dulu Jasmine. Mudah-mudahan bisa mengurangi mual kamu" Zahra menyerahkan secangkir air hangat kepada Omar dan Omar menyodorokannya kearah bibir Jasmine.


Jasmine kemudian meminum air yang dibuat Zahra.


Kemudian tubuhnya mulai hangat kembali. Sebelumnya tangannya mendadak dingin karena menahan rasa mual diperutnya.


"Kalau begitu kalian istirahat saja ya. Mama dan Oryza akan kembali ke kamar kami" ucap Zahra.


"Terimakasih Ma" ucap Omar.


Zahra dan Oryza keluar dari kamar Omar. Mereka istirahat dikamar tamu. Sedangkan Omar masih memijit kepala Jasmine yang pusing.


"Kamu mau makan lagi yank? Perut kamu isinya kosong karena muntah tadi" ucap Omar.


"Nggak Mas. Aku masih mual" Jasmine menutup matanya mencoba untuk tidur.


"Kalau begitu kamu tidur saja ya" Omar mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih Mas" ucap Jasmine.


"Aku yang harusnya mengucapkan kata itu sayang, kamu sudah banyak berbuat untuk keluargaku" jawab Omar.


"Kamu suamiku Mas, keluargamu adalah keluargaku. Setelah menikah kita jadi satu Mas. Sedihmu adalah sedihku, bahagiamu adalah bahagiaku" sambung Jasmine.


"Aku mencintaimu sayang" Omar mengecup lembut kening istrinya.


Malam ini Omar bisa tidur dengan tenang. Permasalahannya dengan Mamanya sudah selesai. Mereka sudah sepakat untuk berdamai dengan masa lalu.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2