BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 40


__ADS_3

Tanpa terasa pernikahan Omar sudah berjalan satu bulan tanpa ada gangguan yang berarti, walau mereka belum saling mencintai tetapi keduanya merasa sangat nyaman tinggal berdua dalam satu atap. Seperti pagi hari ini diakhir minggu. Omar tidak ke kantor setiap hari Sabtu dan Minggu oleh karena itu sejak menikah Jasmine juga jarang datang ke toko kue nya.


Dia hanya sesekali datang memeriksa keadaan toko itupun hanya sebentar dan para karyawan memaklumi keadaan sang pemilik toko yang kini sudah menikah. Tentu saja dia tidak bisa seperti dulu yang setiap hari bisa datang memeriksa dan membantu di toko kue.


Pagi ini Jasmine melakukan ekperimen barunya. Menciptakan kreasi cake baru untuk di tampilkannya di toko kemudian dirasa bersama-sama dengan para karyawan setelah layak baru akan dirilis di toko kuenya.


Puding cake with fla. Cake yang dibalut puding diatasnya kemudian di taburi fla yang meleleh. Dari wanginya yang manis dan tampilan yang cantik sudah sangat meyakinkan kalau cake tersebut sangat enak.


Jasmine menyimpannya dulu kedalam kulkas. Nanti siang baru akan dinikmatinya bersama suaminya sambil bersantai dirumah.


Bel apartemen berbunyi, Jasmine melirik suaminya ke depan tapi tidak ada, mungkin Omar sedang diruang fitnes biasanya setiap akhir minggu dia selalu seperti itu berolahraga dengan alat-alat yang ada diruang fitnesnya.


Jasmine melihat dari layar monitor yang ada disamping pintu apartemen siapa yang datang, takut-takut kalau dua anggota Trio ambisi datang ( Kevin dan August). Karena dia harus memakai jilbab kalau mereka datang.


Jasmine memberi julukan kepada mereka bertiga dengan sebutan 'Trio Ambisi'. Karena mereka sangat serius dan berambisi dalam melakukan apapun apalagi mengurus perusahaan.


Ternyata yang Jasmine lihat ada Oryza diluar sedang menunggu pintu dibuka. Jasmine segera membuka pintu apartemen mereka.


"Assalamu'alaikum Mbakku yang cantik" dapa Oryza saat masuk.


"Wa'alaikumsalam sayang. Gimana kabar kamu?" tanya Jasmine.


"Baik Mbak" jawab Oryza.


Mereka saling berpelukan melepaskan rindu. Jasmine yang anak tunggal sangat senang mendapatkan saudara seperti Oryza yang ramah dan manja.


Oryza juga sangat senang mendapatkan saudara baru karena selama ini dia merasa hanya Omar satu-satunya saudaranya yang tertinggal kecuali Kevin dan Renata sepupunya.


Karena tidak ada orangtua lagi Oryza dan Omar tinggal bersama keluarga Om mereka Reynhard. Saat kuliah Omar, Kevin dan August yang sudag bersahabat dari kecil memutuskan untuk kuliah di luar negeri.


Oryza yang saat itu masih kecil tinggal bersama Omnya. Untung ada Renata teman sekaligus saudara sepupunya yang menemani rasa kesepiannya.


Setelah tamat kuliah dan memimpin perusahaan kekuarganya Omar membeli apartemen dan dia tinggal sendiri di apartemennya. Lagi-lagi Oryza tidak bisa bermanja-manja dengan kakak tersayangnya itu.


Padahal sejak kecil Omar sangat dekat dan sayang pada adiknya itu tapi sejak papanya meninggal dan Mamanya pergi entah kemana Omar berubah menjadi pribadi yang dingin dan datar tanpa ekpresi.


Walau dia tetap sayang pada Oryza tapi Oryza tidak bisa bermanja-manja lagi seperti dulu. Itu yang membuat Oryza sangat rindu akan kasih sayang keluarga. Untung saja dia tumbuh menjadi gadis yang baik tidak seperti anak brokenhome pada umumnya.


"Kak Omar mana Mbak?" tanya Oryza sambil melihat kepenjuru apartemen yang tampak sepi.


"Diruang fitnes. Kamu mau bertemu dengannya? Susul aja keruangannya. Mbak mau buat minum dulu untuk kamu" jawab Jasmine penuh kasih sayang.


Oryza berjalan menuju ruangan yang disebutkan Jasmine dan membuka pintunya. Dia melihat Omar sedang berlari di mesin treadmill.


Omar menghentikan alat itu dan melirik kearah pintu melihat siapa yang datang.


"Kakak aku datang" sapa Oryza kemudian mencium tangan kakaknya.


"Kamu datang sama siapa?" tanya Omar.


"Sendiri" jawab Oryza.


Omar mengambil handuk kecil dan mengelap tubuhnya yang bertelanjang dada. Kemudian memakai kaosnya.

__ADS_1


"Jasmine mana?" tanya Omar.


"Mbak Jasmine membuat teh di dapur. Kita keluar yuk Kak" ajak Oryza.


Mereka keluar dari ruang fitnes Omar. Jasmine membawa nampan yang berisi cangkir teh dan cake yang dia buat tadi.


"Silahkan dinikmati Oryza" Jasmine menawarkan makaman dan minuman yang dia buat.


Dengan senanh hati dia memakan puding cake yang diberikan Jasmine.


"Ini Mbak Jasmine buat sendiri?" tanya Oryza.


"Iya" angguk Jasmine.


"Enak banget Mbak, rasanya pas tidak terlalu manis dan cakenya lembut banget. Mbak Jasmine pinter banget masak" puji Oryza.


"Syukurlah kamu suka. Kamu mau Mas?" tanya Jasmine.


Omar terkejut mendengar panggilan Jasmine kepadanya. Dia baru ingat ada Oryza diapartemen mereka. Mereka harus bertingkah seperti suami istri beneran.


"Boleh" jawab Omar.


Jasmine mengambil kembali puding cake yang dia simpan di kulkas dapur dan membawanya beserta minuman dan menyerahkannya pada Omar.


Omar mulai menikmati puding cake yang dibuat Jasmine. Seperti biasa Omar sangat menikmati makanan yang disuguhkan Jasmine. Lidahnya sudah sangat dimanjakan olen masakan Jasmine sejak mereka menikah.


"Kak aku nginap disini ya. Besok kan libur kuliah. Aku mau belajar masak sama Mbak Jasmine" ucap Oryza.


"Boleh kan Kak?" tanya Oryza lagi.


"Ehmm... boleh. Aku mandi dulu ya" jawab Omar. Omar berjalan menuju kamarnya


"Sebentar ya Oryza Mbak ke kamar dulu mau nyiapin baju Mas Omar. Kalau kamu mau makan puding cake nya lagi ambil sendiri aja ya di kulkas" perintah Jasmine.


"Oke Mbak" jawab Oryza.


Jasmine segera menyusul Omar ke kamar.


Omar yang sudah bertelanjang dada ingin membuka celana olahraganya.


"Aaa..." jerit Jasmine sambil menutup mata dan mulutnya melihat pemandangan yang baru saja dia lihat.


"Kenapa gak ketuk pintu dulu?" tanya Omar dan dia tidak jadi membuka celana olah raganya.


"Kamu lupa ya Mr. Flat diluar ada adik kamu" jawab Jasmine.


"Gimana nih Oryza mau nginap disini?" tanya Jasmine pada Omar.


"Ya gak gimana-gimana" jawab Omar santai.


"Kamu lupa, dia mau tidur dimana?" Jasmine mencoba memperingatinya.


"Oh iya aku lupa, ya udah malam ini kamu tidur disini" sambut Omar.

__ADS_1


"Trus kalau dia nanya kenapa barang2 aku semua disana gimana?" tanya Jasmine kesal.


"Kamu jawab aja kamar aku sudah penuh, jadi barang kamu disimpan disana" ucapnya cuek.


"Ish dasar Mr..Flat masih bisa santai" jawab Jasmine kesal.


Jasmine segera keluar dari kamar menjumpai Oryza yang sedang di dapur. Mereka bersama-sama mempersiapkan hidangan makan siang.


Setelah selesai makan siang Jasmine dan Oryza masuk ke kamar Jasmine untuk ngobrol santai sambil tiduran.


"Mbak tidur disini?" tanya Oryza.


"Nggak. Mbak tidur dikamar Mas Omar tapi barang-barang Mbak semua disini karena isi lemarinya sudah penuh semua" jawab Jasmine.


"Ooo.." jawab Oryza tanpa curiga sedikitpun.


Malam harinya setelah selesai makan malam dan bersantai menonton TV Oryza pamit untuk tidur lebih dahulu karena matanya sudah mengantuk.


Tinggal Omar dan Jasmine yang merasa canggung dengan keadaan mereka saat ini. Ini kali ke tiga mereka tidur sekamar dalam keadaan sama-sama sadar.


Malam pertama adalah malam pengantin, mereka separuh sadar karena dalam pengaruh obat perangsang, malam kedua pada saat Omar sakit beberapa minggu yang lalu. Dan malam ini mereka akan tidur satu kamar kembali.


"Aku masuk kekamar duluan ya, mau ganti baju" ucap Jasmine memecah kesunyian diantara mereka.


Omar pura-pura santai untuk mengalihkan fikirannya. Kira-kira satu jam kemudian baru dia masuk ke kamar karena dia fikir Jasmine pasti sudah tidur.


Benar saja Jasmine sudah tidur terlelap saat dia memasuki kamarnya. Omar masuk kekamar mandi mengganti bajunya dengan piyama. Kemudian merebahkan tubuhnya tepat disamping Jasmine.


Omar tidur menyamping menghadap Jasmine. Baru kali ini dia memperhatikan wajah istrinya yang sedang tenang tertidur.


Wajah putih mulus, alis tebal, bula mata lentik, hidung mancung dan bibir yang tipis. Rambut hitam, lurus dan panjang. Satu kata dapat melukiskan itu semua. Cantik.


Omar baru sadar wanita yang sudah sebulan menjadi istrinya ini adalah wanita yang cantik, solehah dan keibuan.


Selama satu bulan wanita ini yang melayani semua kebutuhannya dirumah ini, menyiapkan makanannya dan pakaiannya. Merawatnya disaat sakit, menunggunya dirumah ketika pulang kerja.


Wanita yang hangat, selalu ceria dan suka bercanda bahkan suka menggodanya karena wajanya yang datar dan flat menurut istrinya. Penuh dengan cerita -cerita lucu walau Omar tidak pernah memberikan komentar tapi dia tetap saja bercerita.


Omar menyentuh rambut Jasmine yang terurai dan menyelipkannya kebalik telinganya.


Kamu wanita yang baik, maaf sudah menjebak kamu dalam pernikahan yang aku sendiri tidak bisa menjanjikan masa depan yang bahagia untukmu. Tapi aku sudah mulai terbiasa akan hadirmu. Akan kah aku sanggup berpisah dan kehilanganmu? Apakah aku bisa mempercayakan hatiku untuk kau jaga dengan sepenuh hatimu? Tolong bantu aku untuk melupakan kenangan masa lalu yang sangat menyakitkan. Jadilah obat dan penyembuh rasa sakit dan kekecewaanku.


Tanpa sadar Omar mengecup kening Jasmine lembut tanpa mengusik tidurnya yang lelap.


.


.


BERSAMBUNG


***Apakah perasaan Omar sudah tumbuh? Lanjut Bab berikutnya ya...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian***.

__ADS_1


__ADS_2