BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 80


__ADS_3

"Mama...." panggil Omar.


Zahra mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk karena menangis. Dia sangat terkejut mendengar putra kesayangannya akhirnya memanggilnya Mama.


"Bangun Ma, jangan duduk seperti itu" Omar menarik tangan dan tubuh Mamanya. Kini Omar dan Zahra sudah berdiri berhadapan.


"Sayangku Omar Barrakh" panggil Zahra.


Sontak Omar memeluk Zahra. Itu adalah panggilan kesayangan Zahra pada putranya. Dan Omar paling suka dipanggil seperti itu.


"Mama..."


"Mama..."


"Mama..."


Satu kata yang selama lima belas tahun ini tak pernah dia sebut, kini dia bisa memanggilnya kembali.


Mama kata yang paling dia rindukan sekaligus dia benci. Tapi kini kebencian dalam hatinya sudah mulai terkikis.


"Lagi Ma... sebut lagi..." pinta Omar.


"Sayangku Omar Barrakh" ucap Zahra.


Omar semakin mempererat pelukannya. Wangi wanita ini masih sama. Wangi yang sangat dia rindukan. Tubuh yang semakin kurus dan semakin menua kini sudah kembali dalam pelukannya.


Jasmine dan Oryza yang sedari tadi mengintip dari balik pintu, saling berpelukan dan ikut menangis menyaksikan kejadian yang ada dihadapan mereka.


"Akhirnya Kak Omar bisa menerima kehadiran Mama Mbak" ucap Oryza.


"Terimakasih ya Allah, KAU telah melembutkan hati suamiku" Jasmine memeluk adik iparnya.


Mereka tadi hanya membuat alasan agar Omar dan Zahra lebih leluasa berbicara berdua saja. Oleh sebab itu Jasmine dan Oryza sengaja berpura-pura pergi mencari sesuatu padahal mereka masih memantau keadaan Ibu dan Anak itu saling melepas rindu.


"Terimakasih Mama dapat bertahan sampai saat ini demi aku dan Oryza. Terimakasih Mama sudah kembali dan mencari kami" ucap Omar.


"Maaf Ma, aku belum bisa menerima semua cerita Mama. Karena sangat sulit merubah sebuah keyakinan yang sudah aku percayai selama lima belas tahun ini tapi aku berjanji kepada Mama. Aku akan mencari kebenaran atas kematian Papa. Jika memang bukan Mama pelakunya aku akan berjuang untuk membersihkan nama baik Mama" janji Omar.


"Mama mengerti. Terimakasih sayang kamu sudah menerima Mama" Zahra membelai punggung anaknya.


Kini Omar dan Zahra sudah duduk kembali. Mereka duduk bersebelahan. Omar menggenggam tangan Zahra erat seolah takut berpisah lagi.


"Bagaimana keadaan Mama?" tanya Omar.


"Alhamdulillah sehat sayang, seperti yang kamu lihat sendiri. Istri kamu memberi Mama uang setiap bulannya selain gaji Mama di toko kue. Itu sudah sangat cukup membuat Mama bisa hidup dengan baik" ungkap Zahra.

__ADS_1


"Dia ternyata sudah menggantikan tanggung jawabku memenuhi kebutuhan Mama" jawab Omar.


"Iya sayang, istri kamu sangat baik sekali" puji Zahra.


"Iya Ma dan aku sangat mencintainya" ucap Omar.


"Mama tau sayang, Mama tau dari semua sikap kamu kepadanya" balas Zahra.


"Mama tinggal dimana sekarang?" Omar bertanya lagi.


"Mama ngontrak rumah di dekat Toko Kue Jasmine" jawab Zahra.


"Malam ini bisakah Mama dan Oryza menginap di apartemenku. Aku masih rindu" pinta Omar.


"Bisa sayang, malam ini Mama akan bersama kalian. Sudah lama kita tidak berkumpul bersama. Terimakasih ya Allah KAU telah mengabulkan doaku. Setiap malam di dalam penjara Mama selalu berdoa semoga kalian sehat dan baik-baik saja. Mama selalu berdoa agar dikasih kesempatan untuk bertemu dan berkumpul bersama kalian" ucap Zahra.


Omar kembali memeluk Mamanya. Kemudian Jasmine dan Oryza datang memeluk mereka dari belakang.


"Terimakasih Kak, Kakak sudah menerima dan memaafkan Mama" ucap Oryza.


"Aku mencintaimu sayang" ucap Jasmine.


"Aku mencintai kalian semua, tiga wanita yang sangat berarti dalam hidupku" Omar berbalik dan memeluk ketiga wanita yang sangat dia sayangi.


Mereka mengakhiri makan siang bersama dengan penuh haru. Tangisan dan airmata kesedihan kini telah berganti dengan kebahagian.


Itu sudah menjadi PR besar bagi Omar. Saat ini dia adalah kepala keluarga. Dia harus bisa melindungi Mama, istri dan adiknya.


Setelah selesai acara makan siang bersama Omar kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya sedangkan Jasmine dan Zahra kembali ke Toko Kue Jasmine diantar oleh Oryza.


Oryza pulang kerumah Omnya Reynhard untuk mengambil baju dan seluruh keperluannya kemudian berpamitan kepada Tantenya. Malam ini dia akan tidur dirumah Kakaknya Omar.


Kemudian Oryza kembali ke Toko Kue Jasmine untuk menjemput Mama dan Kakak iparnya. Sore harinya mereka berangkat bersama menuju apartemen Omar dengan mengendarai mobil Oryza.


Wajah bahagia terpancar dari wajah mereka bertiga. Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir mereka. Mereka sudah merasa lebih lega karena satu masalah telah selesai. Mereka bisa berjalan bebas bersama seperti ini tanpa takut diketahui Omar.


Dikantornya Omar juga tak henti-hentinya tersenyum. Dia sangat bersemangat untuk segera menyelesaikan semua pekerjaannya agar dia bisa segera pulang ke apartemen. Mama, Istri dan adiknya pasti sudah menunggu kepulangannya.


Jam lima sore Omar sudah bersiap-siap hendak pulang. Kevin penasaran dengan tingkah laku Omar yang tidak seperti biasanya.


"Mau kemana Bro?" tanya Kevin penasaran.


"Pulang" jawab Omar singkat.


"Cepat banget?" tanya Kevin lagi.

__ADS_1


"Aku sudah janji sama istriku hari ini aku akan pulang cepat" balas Omar.


"Ternyata gak cukup ya Bro seminggu homeymoon diluar kota tanpa gangguan sedikitpun" goda Kevin.


"Kalau tentang itu tidak akan pernah cukup Bu. Kan kamu sendiri yang bilang" ledek Omar.


"Gak nyangka udah ngerasain enaknya wig..wig.. kamu jadi ketagihan gini ckck.." goda Kevin.


"Tapi bagiku hanya cukup satu Bu, istriku Jasmine Ardhan. Bukan seperti kamu yang berganti wanita setiap hari" ejek Omar.


"Itu dulu Din, sekarang aku sudah bertaubat. Dihatiku kini hanya ada satu nama wanita yaitu Sheila Wardhana" ucap Kevin bangga.


"Tapi sayang dia menolak kamu" ejek Omar.


"Lihat saja aku akan membuatnya tak bisa lepas dariku" tegas Kevin.


"Buktikan saja. Aku menantikan hal itu" ucap Omar.


Omar merapikan berkas-berkas yang ada diatas mejanya.


"Apa hari ini Jasmine masak enak?" tanya Kevin.


"Tiap hari juga dia masak makanan yang enak-enak" jawab Omar.


"Aku ikut Din" pinta Kevin.


"Enak saja, kalau kamu ingin makan enak setiap hari secepatnya nikahi Sheila jangan ganggu rumah tanggaku" ancam Omar.


Bisa gawat kalau Kevin ikut ke apartemenku. Saat ini belum ada yang boleh mengetahui keberadaan Mama. Kalau ada yang curiga akan sulit mencari kebenaran tentang kematian Papa.


"Kamu pelit ah Din, gak asik. Aku cuma minta makan sama kamu, belum minta sekolahin dan tinggal sama kamu" ucap Kevin pura-pura sedih.


"Gak usah bacot lo Bu. Sana gih halalin Sheila secepatnya biar ada yang ngurus dan ngelonin lo tiap malam" desak Omar.


"Sabar bro lagi OTW KUAnya. Gitu Dedek Sheila jawab Oke langsung deh aku datangkan lima KUA sekaligus" oceh Kevin.


"Banyak amat?" tanya Omar, dia tertawa mendengar ocehan sepupunya.


"Ya biar fenomenal aja dan viral beritanya SANG CASANOVA MENIKAH DENGAN DIDAMPINGI LIMA KUA" Jawab Kevin asal.


"Ngaco Lo. Udah ah gak mutu ngobrol sama kamu. Aku pulang dulu ya. Bye..." ucap Omar sambil berlalu meninggalkan Kevin sendirian diruagannya.


Omar melangkah menuju mobilnya dengan semangat, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan tiga wanita paling penting dan paling dia sayang di dalam hidupnya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2