
Rumah orangtua Kevin sudah sepi. Seluruh keluarga sudah pulang sejak pemakaman Papanya tadi siang.
Sejak hari ini Kevin akan tinggal lagi dirumah ini bersama istri, Mama dan adiknya.
Mertuanya baru saja pulang setelah selesai makan malam bersama. Mereka mengantarkan barang-barang dan baju-baju Sheila kerumah keluarga Kevin.
Malam ini adalah malam pertama mereka tidur bersama karena tadi malam Kevin tidak tidur di kamar. Dia tidur di ruang keluarga menemani jenazah Papanya sebelum dimakamkan.
Sheila dari tadi sudah gelisah karena mengira Kevin akan melaksanakan tugasnya untuk melakukan malam pertama. Kevin sangat mengerti kegelisahan istrinya itu.
Sedari tadi Sheila takut untuk naik ketempat tidur. Dengan tetap menggunakan mukenanya dia masih diatas sajadah pura-pura memainkan hpnya.
"Sampai kapan kamu tetap di situ Sheil?" tanya Kevin.
"Ha... aaku masih memeriksa pesan dari karyawan toko" elak Sheila.
"Aku tau kamu gelisah kan? Tenang saja aku tidak akan meminta hakku sebelum kamu benar-benar siap" ucap Kevin.
Seketika Sheila melipat mukenanya dan naik keatas tempat tidur. Dia sudah kedinginan duduk dilantai hanya beralaskan sajadah.
Kevin tersenyum melihat sikap istrinya itu.
"Sini mendekatlah padaku. Jangan takut.. aku hanya ingin memelukmu. Aku sangat lelah sekali. Mungkin tidur sambil memelukmu akan meringankan beban fikiranku sehingga aku bisa tidur dengan nyenyak" ucap Kevin.
Sheila tak kuasa menolak permintaan suaminya itu, lagian dia juga takut berdosa jika melawan pada perintah suaminya. Sheila segera merapatkan tubuhnya dekat dengan Kevin.
Walau segala gerak geriknya terlihat kaku dan tegang tapi dia berusaha untuk mendapatkan kenyamanan agar badannya tidak pegal saat bangun pagi nanti.
"Ternyata istriku sangat cantik ya. Dia menyembunyikan kecantikannya didalam jilbabnya" Kevin mencium lembut puncak kepala Sheila.
Seketika hati Sheila bergetar dan jantungnya berdetak kencang. Perasaan apa ini? Mengapa rasanya ada sesuatu yang hangat mengalir di dadaku. Batin Sheila.
"Terimakasih sayang.. kamu menjaga diri kamu dengan baik hanya untuk lelaki sepertiku. Aku menyesal dulu mempunyai ba..." ucapan Kevin terhenti.
"Sssst... tidak usah membicarakan tentang masa lalu kalah hal itu adalah sesuatu yang buruk" potong Sheila.
Kevin semakin mengencangkan pelukannya. Seakan tak ingin berpisah dengan istrinya. Malam ini mereka tidur hanya berpelukan. Kevin mencoba menyambungkan aliran darah yang kencang memompa sampai kejantung. Berusaha menetralkan gairah yang tak mungkin tersalur tanpa izin istrinya.
Tak mungkin dia memaksakan keinginannya. Biarlah seperti ini saja dulu sampai istrinya siap menerima dan mencintainya. Semoga hati itu segera datang. Doa Kevin.
*****
Sebulan berlalu...
Omar, Kevin dan August sedang asik membahas proyek yang sedang dijalankan perusahaannya. Tiba-tiba hp Omar bergetar.
My Mine
__ADS_1
Mas aku pengen makan Es krim Cake
Sejak hubungannya dengan istrinya berjalan baik, Omar mengganti nama istrinya di memory hpnya. Dari Istri Aladin menjadi My Mine.
Tapi berbanding terbalik dengan Jasmine, sejak saat itu dia merubah nama Omar di hpnya menjadi Aladin. Karena menurutnya kisah cinta mereka sangat keren seperti dongeng-dongen sebelum tidur. Putri Jasmine dan Aladin.
Aladin
Es krim Cake bagaimana sayang? Aku belum pernah melihat dan mendengar namanya? Apa kamu tidak bisa meminta Mama saja untuk membuatkannya?
Sejak kehidupan mereka normal kembali Jasmine menyerahkan Toko Kue Jasmine dibawah pengawasan mertuanya.
Selain agar mertuanya mempunyai kesibukan Jasmine juga dilarang Omar untuk terlalu banyak kegiatan. Dia takut kejadian dulu terulang lagi saat kehamilan Jasmine yang pertama.
Kini Zahra semakin mengembangkan bakat memasaknya. Banyak menu cake baru yang dijual di Toko Kue Jasmine hasil dari karya Zahra sendiri.
Seluruh karyawan juga sudah mengetahui status Zahra sebagai Ibu Mertua Jasmine pemilik toko kue ini. Mereka sangat menyukai dan menghormati Zahra.
My Mine
Aku tidak mau buatan Mama.
Aladin
Jadi kamu maunya apa sayang?
My Mine
Aladin
Tunggu sebentar ya, aku gosok dulu lampu ajaibnya biar si Jin muncul
Jasmine tertawa membaca pesan terakhir dari suaminya. Pasti lucu membayangkan wajah bingung Omar dan wajah kesalnya August memenuhi permintaannya ini.
"Gus kamu keruanganku sebentar" perintah Omar dari interkom di meja kerjanya.
Tak lama August datang dengan tergesa-gesa. Melihat tatapan Omar perasaan August langsung gak enak. Dia mencium bau-bau yang aneh disini.
"Gus baca ni pesan dari Jasmine" perintah Omar.
August langsung memegang hp Omar dan membacanya. Benar kan feelingnya yang tak enak tadi. Ada saja permintaan ratu ajaib ini.
Mau nolak takut dipecat. Batin August.
"Baik Bos, aku akan mencarinya dan segera mengantarkannya kerumah Bos" jawab August.
August bergegas meninggalkan ruang kerja Omar.
__ADS_1
Dengan wajah kesal dia berjalan menuju mobilnya.
Sial... yang hamilin siapa yang mengabulkan ngidamnya siapa? Dendam apa kamu nak pada Om mu yang yang jomblo ini. Dari dalam perut aja kamu dah buat aku susah. Dasar Omar junior. Umpat August dalam hati.
August keluar masuk ke beberapa toko kue, dia menceritakan maksud kedatangannya dan menerangkan cake seperti apa yang dia cari.
Sampai ke toko kue yang ke sepuluh akhirnya dia menemuka cake yang dia cari. Agar es krimnya tidak meleleh sampai dirumah Omar akhirnya August memesan termos es. Agar es krimnya tetap beku.
Satu jam kemudian dengan harap-harap cemas dengan keberadaan cake yang diinginkan tuan putri akhirnya sampailah August dirumah Omar.
"Lho Kak August gak kerja?" tanya Oryza yang terkejut dengan kedatangan August sahabat kakaknya kerumah disaat Omar sedang di kantor.
"Kerja Za, Kakak mau mengantarkan permintaan tuan putri Jasmine" balas August.
"Kenapa kakak memanggil Kak Jasmine dengan sebutan Tuan Putri Jasmine?" tanya Oryza penasaran.
"Karena dia Tuan Putri Jasmine istrinya Aladin. Dan aku adalah Jin yang mengabulkan semua permintaannya" jawab August kesal.
"Kalian lucu sekali kak hihihihi" Oryza tertawa mendengar penjelasan August.
"Kakak ke dapur dulu ya" ucap August. Dia kemudian berjalan menuju dapur membawa termos es besar berisikan Es Krim Cake. Oryza mengikutinya dari belakang karena dia penasaran dengan permintaan kakak iparnya yang harus dikabulkan si Jin eh August maksudnya. Oryza tersenyum menyebut nama sebutan untuk August.
Jasmine sedang duduk di depan meja makan rumahnya.
"Nih Tuan Putri pesanan anda sudah sampai" jawab August dengan wajah datarnya.
Jasmine membuka termos es besar dan melihat isinya. Alangkah senangnya dia. Permintaannya sudah dikabulkan oleh August.
"Terimakasih Jin. Kamu sudah mengabulkan permohonanku. Nanti aku akan menyuruh Aladin untuk memberikan bonus kepada kamu. Satu hari bebas tugas keluar dari lampu ajaib. Biar kamu bisa cari si Kunti dan ajak dia nikah. Jadi kamu gak jomblo lagi" jawab Jasmine.
Sontak Oryza tertawa mendengar perkataan kakak iparnya.
"Za tolong fotoin Mbak donk" pinta Jasmine.
Oryza langsung mengambil hp Jasmine dan mengambil foto Jasmine sedang menikmati es krim cake yang dia inginkan.
cekrek...
Jasmine segera melihat hasil jepretan Oryza kemudian mengirimkan foto itu ke suaminya.
My Mine
Si Jin emang oke Mas 🤣🤣
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG