
"Gimana keadaan Oryza Mar?" tanya Kevin saat Trio Ambisi berkumpul di ruang kerja Omar.
August menguping pertanyaan Kevin dan menunggu jawaban Omar.
"Dia demam, mungkin masuk angin karena berendam di bathup malam-malam" jawab Omar.
"Maaf Bos aku tidak tau cara yang lebih baik dari pada itu untuk mengatasi Oryza dalam pengaruh obat itu" ucap August merasa bersalah.
"Tidak apa Gus, itu lebih baik dan aku berterimakasih kepada kamu untuk menjaga adikku seperti adik kamu sendiri. Untung dia bersama kamu tadi malam, kalau dia bertemu pria lain aku tak bisa membayangkannya" balas Omar.
August menelan salivanya saat Omar memberi penekanan pada kata seperti adik sendiri.
Aku merasa dia bukan adik-adik lagi Bos, dan dia juga bukan adik kandungku. Tolak August dalam hati.
"Oh iya Vin sudah sebulan pernikahanmu dan Sheila. Apakah surat-surat kalian sudah selesai?" tanya Omar tiba-tiba teringat pada pernikahan sepupunya itu.
"Belum Mar, aku teralu larut pada kematian Papa dan disambut dengan kesibukan menjelang ulang tahun perusahaan. Aku sampai lupa mengurusnya" jawab Kevin jujur.
"Apa Sheila tidak keberatan akan hal itu. Bagaimana pun dia pasti mengharapkan status yang jelas diakui secara hukum agama dan negara Vin. Bicarakan kepadanya. Aku akan membantu acara resepsi pernikahan kalian. Lagian sudah satu bulan kematian Om Rey, aku rasa tidak ada salahnya kalau kita membuat sebuah pesta besar" sambung Omar.
"Terimakasih Bro. Aku akan membicarakannya kepada Sheila hari ini. Mudah-mudahan dia senang mendengar kabar ini" jawab Kevin.
Drrrt...rrrt..
Hp Omar bergetar, Omar segera meraihnya dan membuka layar hpnya.
My Mine
Mas aku ingin melihat kembang api hari ini
Aladin
Tapi hari masih terang sayang, gak seru kalau kembang api dimainkan siang hari
My Mine
Bagaimana kalau nanti malam?
Aladin
Oke Mas akan membeli kembang api saat pulang kantor nanti sore.
My Mine
Mas ajak Si Abu dan Si Jin ya.. Aku juga akan menyuruh Sheila kerumah sore ini. Jadi kalian bertiga langsung saja pulang kerumah barengan. Sekalian kita makan malam bersama dirumah
__ADS_1
Aladin
Oke sayang, Mas akan kabari mereka
Huh... Omar menghempaskan udara dan bernafas dengan berat.
"Pesan dari siapa? Jasmine? Apa seberar itukah meladeni istri yang sedang hamil?" tanya Kevin.
"Sebenarnya tidak begitu berat, permintaannya masih bisa dicari. Hanya saja aku tidak pernah menyangka sebelumnya apa yang akan dia minta. Wanita hamil memang menakjubkan" ucap Omar.
"Kau tau Mar, aku sangat ingin mengabulkan semua keinginan Sheila saat dia hamil. Tapi sayang sampai saat ini jangankan hamil disentuh aja belum pernah" sambunh Kevin.
"Makanya secepatnya urus resepsi pernikahan kalian setelah itu pergilah untuk jalan-jalan dan honeymoon. Disana cobalah merayunya. Kamu kan pinter beromantis ria, keluarkan semua jurus kamu yang selama ini kamu miliki untuk merayu istri kamu. Mana Kevin yang aku kenal selama ini" Omar memberi semangat.
"Kalau bersamanya hilang semua kepintaranku. Rasanya aku sangat bodoh dan tidak bisa mengambil hatinya" jawab Kevin pasrah.
"Hei Bos jangan menyerah. Kamu pasti bisa. Lagian Sheila itu wanita baik, aku yakin dia tidak akan memintamu menceraikannya. Dia pasti akan belajar mencintaimu" Giliran August yang memberi semangat.
"Semoga ucapan kamu itu benar Gus. Terimakasih bro... Setelah urusanku selesai aku janji setelah itu aku akan membantu mencarikanmu pasangan. Aku tau kamu selalu melirik kearah kami setiap kami sedang bermesaraam bersama istri kami. Kau juga ingin sekali menikah, ya kan?" tanya Kevin.
"Santai aja bos kalau memang jodoh pasti aku akan menemukannya" jawab August.
"Oh iya aku lupa menyampaikan pada kalian. Jasmine meminta kalian ikut kerumahku malam ini, kita akan makan bareng dirumahku" ucap Omar.
Mati aku... itu artinya aku akan ketemu Oryza. Apa yang harus aku lakukan? batin August.
"Jasmine sudah mengundang Sheila untuk kerumah kami sore ini. Jadi kita berangkat bareng dari kantor sekalian singgah sebentar mencari kembang api. Dia meminta diadakan pesta kembang api dirumahku malam ini" ujar Omar.
"Anakmu itu sangat luar biasa Bro... permintaannya benar-benar ya" sambut Kevin.
August hanya terdiam, sibuk memikirkan apa yang akan dia katakan dan lakukan saat bertemu Oryza nanti.
*****
Sore harinya mereka sepakat pulang tepat waktu dan segera berangkat menuju rumah Omar. Sebelumnya mereka singgah ke toko yang menjual berbagai jenis kembang api dan petasan sesuai permintaan Jamine.
Sesampainya mereka di rumah Omar, Sheila dan Jasmine sudah duduk diteras belakang menghadap kolam renang dan taman.
"Hai istriku sudah datang rupanya. Sama siapa tadi kesini?" sapa Kevin kepada istriny.
"Diantar supir Mas. Tadi siang Jasmine nyuruh aku kesini. Katanya kamu juga pulang kerja akan mampir kemari" jawab Sheila lembut.
Omar mendekati istrinya kemudian mengecup kening istrinya mesra.
Ya ampun.. mengapa kalian memanas-manasiku sih? Eh kuntiku mana kok tumben gak ikut bergabung. Apa dia masih sakit? August tanpa sadar menyebut Oryza sebagai kuntinya dan ekor matanya dari tadi mencari keberadaan Oryza dirumah ini.
__ADS_1
"Hatsiiiiim....." terdengar suara bersin Oryz dari belakang mereka.
"Hai kakak-kakak semua... udah pada ngumpul ya" sapa Oryza yang baru keluar dari kamarnya.
Tatap matanya terhenti sejenak ketika melihat sosok August yang masih menggunakan pakaian kerja lengkap.
Seketika wajah Oryza memerah karena malu mengingat kejadian tadi malam.
"Kamu masih demam Za, wajah kamu masih merah?" tanya Omar prihatin melihat keadaan adiknya.
"Nggak ka, demamku sudah turun tinggal flunya. Minum obat juga akan hilang" jawab Oryza.
August duduk disudut teras tanpa berkata-kata. Dia bingung harus mengatakan apa pada Oryza.
"Tante mana ?" tanya Kevin.
"Tuh di dapur lagi eksperimen cake yang baru" jawab Jasmine.
Tak lama mertuanya datang membawa membawa cake yang baru dibuatnya.
"Waaah sepertinya enak banget Tante" ucap Kevin.
"Di atasnya ini kue jadul kan Tante? Apa nama cakenya tante?" tanya Sheila.
"Cake klepon. Ayo dimakan. August kok diam aja?" tanya Zahra pada sahabat anaknya.
"Ha... mmm iya Tante nanti aku makan" jawab August.
"Gus, Tante mau ngucapin terimakasih pada kamu tadi malam udah menyelamatkan Oryza. Omar sudah menceritakan semuanya pada Tante. Terimakasih ya Gus kamu sudah menjaga Oryza seperti adik kamu sendiri" tutur Zahra.
"Iya Tante... gak masalah kok, aku akan membantu sebisa aku" balas August.
Oryza menatap wajah August sementara August membuang pandangannya kearah lain. August tidak berani membalas tatapan Oryza
"Mending kita makan malam dulu yuk, setelah itu baru makan cake buatan Mama sambil menyaksikan pesta kembang api" ajak Jasmine.
Akhirnya mereka semua berkumpul di meja makan menikmati hidangan yang dimasak Zahra.
August dan Oryza sesekali curi pandanga. Sesekali juga tatapan mereka bertemu dan langsung buang muka kearah lain.
Mereka jadi canggung dan serba salah.
__ADS_1
BERSAMBUNG