BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 54


__ADS_3

Kevin dan Jasmine mulai menyicipi hidangan makan siang mereka. Jasmine segera melahap semua pesanannya dengan cepat. Dia ingin segera mendengar cerita Kevin tentang masa lalu Omar.


Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan, Kevin meminta pelayan membersihkan meja yang ada dihadapan mereka. Agar Kevin dan Jasmine nyaman untuk bercerita.


"Bisa kita lanjutkan?" tanya Jasmine.


"Sepertinya kamu sudah tidak sabar ya" jawab Kevin tersenyum.


"Ya, aku sudah tidak sabar Vin. Ayo ceritakan semuanya padaku" pinta Jasmine.


"Baiklah..." Kevin menarik nafas panjang dan memulai ceritanya.


"Aku tidak tau persis keadaannya karena pada saat kejadian aku tidak ada dirumah mereka. Yang aku tau Papa Omar meninggal karena dibunuh. Lima belas tahun yang lalu dirumah Omar, Papanya memergoki Mamanya sedang bersama pria lain di dalam rumah dan Papanya sangat marah. Terjadilah perkelahian, entah bagaimana itu bisa terjadi yang aku tau Mama Omar lah yang membunuh Papanya dengan tangannya sendiri demi membela pria selingkuhannya. Pria itu menghapus semua bukti rekaman CCTV sehingga tidak ada yang mengetahui jelas siapa pria itu dan apa yang terjadi saat itu. Saksinya hanya Oryza dan saat itu Oryza masih kecil, masih lima tahun. Omar baru pulang kerumah saat kejadian itu. Dia menyaksikan sendiri Mamanya memegang pisau yang menancap diperut Papanya dengan berlumuran darah. Oryza berlari dalam pelukan Omar dan menangis kemudian Oryza pingsan sangat lama. Dokter bilang Oryza mengalami syok karena dia sangat terkejut menyaksikan kejadian tersebut. Rasa takut yang berlebihan membuat memory dikepalanya menyembunyikan kejadian itu. Oryza lupa atas apa yang terjadi pada saat itu" ungkap Kevin.


Jamine terkejut mendengar cerita Kevin. Ternyata inilah cerita versi keluarga Omar sangat berbeda dengan yang dia dengar dari mertuanya.


Kini Jasmine tau apa penyebab Oryza pingsan kemarin saat mengingat kejadian lima belas tahun yang lalu dan mengapa Oryza tidak bisa mengingatnya.


"Mama Omar dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara dan sejak saat itu Omar depresi berat dia selalu berteriak dan marah setiap melihat wanita. Dia sangat kecewa pada Mamanya karena Mamanya telah mengkhianati Papanya dan tega membunuh suaminya demi menutupi siapa pria selingkuhannya. Omar tidak percaya kepada semua wanita dan membencinya. Dia menganggap semua wanita sama dengan Mamanya. Itu alasannya mengapa aku memesan ruang privat untuk kita makan di Cafe ini agar tidak ada berita miring tentang pertemuan kita. Aku tidak mau dia salah mengartikan pertemuan kita ini dan menuduh kita selingkuh. Kamu bisa bahaya Jasmine, dia pasti akan marah besar pada kamu dan ketidak percayaannya pada wanita akan bertambah karena rasa kecewanya pada kamu" sambung Kevin. Kemudian Kevin memberi jeda sebentar.


"Sejak kejadian itu, Papa membawa mereka kerumah kami. Mengganti semua pelayan wanita yang ada dirumahku dan menggantinya dengan semua pelayan yang ada dirumah mereka karena itu membuat Omar lebih nyaman. Tamat SMU aku, Omar dan August kuliah diluar negeri. Papa sengaja mengutus kami untuk selalu dekat dan menjaganya karena kami adalah sahabat terdekatnya. Saat diluar negeri perlahan Omar bisa melupakan semuanya, hanya saja alerginya terhadap wanita tidak berubah. Setelah tamat kuliah, Papa meminta kami pulang ke Indonesia dan mulai mempercayakan perusahaan ditangan kami bertiga dengan Omar sebagai pemimpinnya. Barrakh Corp adalah perusahaan keluarga kami, dulu Papa Omar yang menjadi CEO nya setelah Papanya meninggal Papaku yang melanjutkannya. Dan setelah kami tamat kuliah Papa meminta Omar yang menggantikannya karena saham Papa Omar yang paling besar di perusahaan" Kevin menghembuskan nafas lega.

__ADS_1


"Huh... begitulah cerita masa lalu Omar Jasmine. Aku harap kamu bisa menerima penjelasanku dan bisa mengerti dengan semua sikap Omar pada kamu. Tolong rahasiakan ini dari Omar. Aku tidak mau dia salah menilai dan marah atas pertemuan kita ini" pinta Kevin.


"Sekarang aku mengerti dan mengetahui semua yang terjadi Vin. Terimakasih kamu mau berkata jujur padaku. Aku akan berusaha sekuat mungkin menutup rapat dan merahasiakan pertemuan kita ini. Terimakasih kamu mau menceritakan rahasia masa lalu Omar" ucap Jasmine.


Aku tak menyangka Mr. Flat kamu telah melalui masa lalu yang sangat sulit dan menyedihkan. Andai kamu tau kebenarannya kau pasti akan sangat menyesal telah membenci Mamamu. Tapi bagaimana aku harus menjelaskan padamu? Perang batin Jasmine.


"Apakah ada yang ingin kamu tanyakan lagi Jasmine? aku jarang sekali janjian makan siang dengan wanita biasanya aku bermain-main hanya di malam hari. Omar tau dan tadi dia bertanya padaku saat aku pamit keluar. Aku tidak mau dia curiga. Ku harap kau mengerti" ucap Kevin.


"Sudah tidak ada lagi Kevin. Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mau meluangkan waktumu untukku dan sudah bercerita panjang tentang masa lalu Omar" balas Jasmine.


"Anggaplah ini sebagai permintaan maafku karena telah menjebak kamu dalam pernikahan ini. Satu yang harus kamu tau, aku dan August tidak bermaksud mempunya niat jahat dan merusak hidup kamu" tegas Kevin.


"Iya, aku mengerti" balas Jasmine.


"Aku ingin menenangkan diri dan berfikir sebentar disini. Terus terang aku sangat terkejut mendengar cerita kamu. Biarlah aku disini dulu, aku hanya ingin mencari jalan keluar dari masalah ini dan bagaimana cara menyembuhkan luka Omar pada masa lalunya" ucap Jasmine.


"Berikan dia cinta dan kasih sayang, buat dia bisa kembali percaya kepada wanita, buat dia mencintai kamu. Sebelum kejadian ini Omar adalah lelaki yang riang, penuh ceria dan hangat. Dia sangat menyayangi Mamanya dan Oryza. Dia ramah kepada teman wanita disekolah. Sejak kejadian itu dia melihat sebuah pengkhiatan. Dia tidak percaya lagi yang namanya CINTA. Hatinya seperti sudah mati dan dingin, hidupnya datar seperti yang kamu lihat, wajahnya tanpa ekpresi. Yang dia lakukan hanya bekerja dan bekerja untuk menutupi rasa sedih dan kesepiannya" ungkap Kevin.


Tanpa sadar airmata Jasmine menetes, dia sangat sedih dan merasa kasihan membayangkan sakitnya kehidupan yang di jalani Omar.


"Maaf jika itu membuat kamu bersedih. Aku pamit dulu Jasmine" Kevin bangkit dan memberikan kartu kreditnya untuk membayar tagihan makan siang mereka kepada pelayan.

__ADS_1


Kevin memberikan Jasmine waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi dan mencari jalan keluar pada pernikahannya. Semoga Jasmine mengerti dan bersedia membantu Omar dalam keterpurukan. Doa Kevin.


Airmata Jasmine semakin deras mengalir. Dia tidak bisa membayangkan seandainya dia yang merasakan pahitnya hidup seperti yang Omar rasakan, mungkin dia tidak akan mau hidup lagi.


Omar maaf kan aku sempat membencimu, aku tidak tau sulitnya kehidupan yang kau jalani. Mulai saat ini aku berjanji akan membantumu keluar dari semua masalah ini. Mari kita jalani bersama-sama rumah tangga yang bahagia, aku akan membuatmu mengenal cinta dan aku akan mencoba untuk mulai mencintaimu, karena kau adalah suamiku...


Kata hati Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG


Sebenarnya aku pengen banget buat kalian penasaran, upnya besok- besok aja.


Tapi comment kalian membuat aku tak tega 😁


Karena kalau aku baca novel lain seperti itu juga gak enak banget nunggu up sampai sebulan keburu aku lupa cerita sebelumnya.


Nih aku up ya bab selanjutnya..

__ADS_1


Jangan lupa like dan commentanya biar aku semakin semangat. 😍😍


__ADS_2