BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 33


__ADS_3

"Omar, kamu dari mana?" Panggil Mama Jasmine ketika melihat Omar berjalan tergesa-gesa.


"Dari kamar Kevin dan August Ma, ada yang ingin aku bicarakan sama mereka" jawab Omar.


"Jasmine mana?" tanya mertuanya.


"Dikamar Ma" jawab Omar singkat.


"Masih tidur?" Mertuanya kembali bertanya.


"Tadi waktu aku tinggalkan dia sudah bangun Ma, gak tau sekarang lagi ngapain di dalam" Omar semakin kikuk menjawab pertanyaan mertuanya.


"Ajak Jasmine kebawah, kita sarapan bersama. Kami tunggu ya..." ucap Mertuanya sambil berlalu meninggalkan Omar.


"Iya Ma" hanya itu yang bisa Omar jawab.


Apa yang harus aku lakukan? Tadi Kevin bilang kalau wanita marah aku harus membujuk dan merayunya, tapi bagaimana caranya? tanya Omar dalam hati. Fikirannya semakin kacau.


Omar kembali masuk kedalam kamarnya dan istrinya.


Dia melihat Jasmine masih sembunyi di dalam selimut.


"Sampai kapan kamu mau terus seperti itu, sampai mata kamu bengkak karena kebanyakan nangis? Tadi Mama mengajak kita sarapan pagi dibawah. Kamu mau menemui mereka dengan tampilan mata sembab seperti itu biar semua orang bertanya apa yang terjadi dengan kita dan akhirnya semua mengetahui rahasia pernikahan kita?" tanya Omar kepada Jasmine.


Aku harus mengajaknya berfikir secara logika. Batin Omar.


Benar saja Jasmine langsung membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Terlihat masih ada sisa airmata di pipinya.


"Kalau kamu mau seperti itu silahkan, ayok. Aku akan tunjukkan pada mereka semua bagaimana malam pertama kita tadi malam" ancam Omar.


Jasmine langsung bangun dan duduk.


"Aa..apa maksud kamu?" tanya Jasmine ragu. Dia takut Omar akan berbuat yang tidak-tidak. Dia sangat yakin Omar bisa melakukan semua itu. Karena setiap kata yang terucap dari bibirnya itu adalah sebuah kenyataan.


"Aku akan cerita semuanya pada orangtua kamu, apa alasan kita menikah dan apa yang terjadi pada kita tadi malam. Kalau kamu tidak bisa menentukan arah pernikahan kita biar mereka saja yang memutuskan. Kita lanjut atau cukup sampai disini saja pernikahan kita yang baru sehari ini" ancam Omar lagi.


"Kamu gila. Aku tidak mau menyakiti hati orangtuaku" jawab Jasmine.


"Itu kan yang kamu mau?" tanya Omar.


"Tidak, aku tidak mau seperti itu" bantah Jasmine.


"Kalau begitu, cepat ganti baju kamu dan dandan yang rapi. Aku tidak mau mereka melihat kita seperti habis bertengkar. Kalau ingin melanjutkan pernikahan ini simpan semua kesedihan kamu. Kamu harus totalitas berakting. Jaga nama baikku di depan umum" perintah Omar.

__ADS_1


"Makan sana nama baikmu" umpat Jasmine.


"Aku tunggu sepuluh menit" tegas Omar.


Jasmine bangun dari tempat tidur dan segera mengganti pakaiannya, kemudian dia memakai make up tipis untuk mengurangi sembab dimatanya karena menangis tadi.


Setelah dia merasa sudah percaya diri, Jasmine berjalan kearah Omar yang sedang duduk di sofa.


"Kamu sudah siap? keluarkan senyumanmu. Aku tidak ingin melihat wajah cemberut seperti itu" perintah Omar.


Dasar pria arogan, taunya merintah saja. Suruh aku senyum, dia sendiri saja gak pernah senyum. Ejek Jasmine dalam hati.


"Jangan mengumpatku" tegas Omar.


Sial, apa dia punya indra ke enam ya. Kog dia tau aku sedang mengumpatnya. Pria dingin. Batin Jasmine.


Mereka turun kelantai bawah menuju ruang makan pribadi yang khusus untuk acara sarapan pagu bersama seluruh keluarga.


Terdengar canda tawa dan suara ceria keluarganya yang sedang bercengkarama dan berbincang-bincang.


"Eh pengantin baru sudah turun" sapa Mama Jasmine.


"Gimana malam pertamanya sayang?" tanya Tante Sena pada Jasmine


Wajah Jasmine bersemu merah, rasanya dia malu sekali ditanya seperti itu didepan seluruh keluarga.


August dan Kevin yang mengetahui dengan jelas apa yang dilalui sepasang pengantin ini tersenyum sambil membuang muka kearah lain.


Omar melihat tingkah mereka berdua.


Awas kalian! umpatnya dalam hati.


Mereka makan bersama anggota keluarga yang lain. Jasmine mengambilkan makanan dan melayani suaminya. Dia belajar dari Mamanya yang setiap hari selalu seperti ini kepada Papanya.


Omar merasa sangat risih tapi dia tidak bisa berontak takut keluarganya curiga. Seluruh keluarga Omar menyaksikan interaksi Omar dan Jasmine. Mereka menunggu reaksi Omar.


Tapi lagi-lagi Omar biasa saja, tidak ada tanda-tanda aneh dari wajahnya. Hal ini membuat keluarga menjadi sangat senang ternyata penyakit Omar bisa disembuhkan oleh Jasmine.


Ternyata memang Jasmine lah jodoh yang pantas untuk Omar.


"Duh Kak Omar sekarang udah ada yang melayanin, enak banget. Udah gak kesepian lagi donk sendirian di apartemen. Kan sekarang udah ada temannya" ucap Oryza manja.


Jasmine tersenyum memandang wajah cantik Oryza.

__ADS_1


"Kapan-kapan boleh donk Oryza main ke apartemen Kak Omar. Kalau dulu Oryza males kesana karena apartemennya selalu sepi gak ada orang. Kak Omar sibuk kerja terus. Kalau sekarang kan ada Mbak Jasmine. Boleh kan Mbak?" Tanya Oryza kepada Jasmine.


"Boleh sayang" Jasmine mengelus punggung Oryza dengan lembut. Oryza saat ini duduk tepat disebelah Jasmine.


"Tapi kamu jangan buat rusuh di apartemenku ya" ancam Omar.


"Siap Bos" jawab Oryza singkat.


Semua yang mendengar tertawa melihat interaksi dua bersaudara itu.


"Setelah selesai makan kami akan pulang kerumah masing-masing Mar. Kalian bagaimana?" tanya Om Reynhard.


"Kami balik ke apartemen aku Om, Papa dan Mama sudah tau. Aku sudah pamit sama mereka sebelum pernikahan" jawab Omar.


"Baiklah kalau begitu. Selamat menjalani kehidupan yang baru, ingat harus saling terbuka dalam hal apapun agar persoalan cepat selesai" nasehat Om Reynhard.


"Iya Om" Omar menjawab singkat.


"Terakhir secepatnya kasi kamu cucu. Ya kan Mas" ucap Reynhard pada Omar sambil melirik besannya, Papa Jasmine.


"Betul Itu Mas, apalagi kami cuma punya anak tunggal. Kalau ada cucukan rumah tidak terasa sepi" sambut Papa Jasmine.


Omar langsung tersedak mendengar perkataan Om dan mertuanya. Jasmine refleks memberikan air minum agar batuk Omar reda.


Lagi-lago Kevin dan August tersenyum melihat Omar. Omar mendelikkan matanya dan memberikan ancama pada dua sahabatnya itu.


"Anaknya Aladin lagi OTW" ledek Kevin.


Tidak ada yang mengerti maksud perkataan Kevin kecuali Omar dan August.


Omar mengumpat dalam hati sedangkan August hanya tersenyum tipis.


Kevin ngakak tanpa rasa berasalah dan keluarga Omar hanya bisa menggelengkan kepalanya karena mereka sangat tau kenakalan Kevin.


Jasmine curiga dengan tingkah laku tiga pria ini. Pasti ada yang gak beres sama mereka. Awas kalian, aku akan memikirkan bagaimana caranya balas dendam pada kalian bertiga. Aku tau kejadian tadi malam juga pasti tipu muslihat kalian. Seenaknya saja kalian mengobrak abrik hidupku. Umpat Jasmine dalam hati.


Acara sarapan pagi yang hangat telah selesai. Seluruh keluaga sudah bubar dan pulang kerumah masing-masing. Begitu juga pasangan pengantin baru yang akan memulai hidup mereka dan tinggal bersama dalam satu atap dalam ikatan pernikahan tanpa cinta.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa password dan sandinya...


Like and comment


__ADS_2