
Jam 6 Pagi Jamsine dan kedua orangtuanya sudah dijemput oleh utusan keluarga Omar menuju hotel tempat dilangsungkan acara akad nikah dan dilanjutka dengan resepsi pernikahan mereka.
Jasmine segera didandani oleh MUA yang diatur oleh WO pernikahan mereka begitu juga dengan kedua orangtuanya.
Keluarga Omar juga sudah tiba di hotel dan mereka menempati kamar yang disediakan untuk mereka berdandan dan bertukar pakaian.
Jam 8 pagi acara akad nikah akan dimulai. Baik Omar dan Jasmine sudah siap dikamar mereka masing-masing.
Lima belas menit sebelum akad nikah Omar dan Jasmine juga beserta keluarga turun ke Ballroom hotel tempat diadakannya acara pernikahan Omar dan Jasmine.
Jasmine terlebih dahulu disembunyikan diruang khusus menunggu sampai ijab kabul terlaksana setelah itu baru Jasmine akan disandingkan dengan Omar.
Tepat jam 8 akad nikah dilaksanakan. Ijab kabul berjalan dengan lancar dan hikmad. Sekarang status Omar dan Jasmine telah sah menjadi pasangan suami istri secara agama dan hukum.
Jasmine dibawa keluar ruangan menuju tempat akad nikah. Jasmine dituntun oleh Mamanya berjalan menuju tempat Omar melangsungkan ijab kabul tadi.
Entah mengapa saat menatap wajah Jasmine yang berjalan mendekat jantung Omar bedebar.
Omar bertanya dalam hati, perasaan apa ini? Apakah sebesar ini kekuatan pernikahan? Mengapa dia sangat cantik hari ini? Dia yang barusan aku sunting dari orangtuanya dan sekarang sudah menjadi milikku dengan seketika dalam jabat tangan dan ikrar ijab kabul pernikahan.
Sekarang dia telah menjadi tanggung jawabku, yang kelak akan aku pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Apakah aku sanggup? Apakah aku bisa melindungi dan menyayanginya? Bahkan aku saja baru belajar untuk menerimanya berada didekatku dan menjadi istriku. Berbagai pertanyaan terus bergulir silih berganti dalam benak Omar.
Jasmine menatap mata Omar. Aku sudah menjadi istrinya, aku sudah menjadi milik pria yang ada dihadapanku. Apakah aku bahagia? Apakah dia juga bahagia? Apa yang harus aku lakukan sekarang, tersenyum menerima uluran tangannya dan mencium tangannya serta menghormatinya sebagai suami dan imamku? Jasmine juga merasakan hal yang sama, bertanya dalam hati mereka masing-masing.
Omar memasangkan cincin pernikahan di jari manis Jasmine. Sebelumnya cincin pertunangan mereka sudah di copot terlebih dahulu. Bergantian Jasmine memasangkan kembali cincin nikah dijari Omar setelah itu dia mencium tangan suaminya dan Omar mengecup kening Jasmine untuk pertama kalinya.
Seluruh keluarga Omar yang mengetahui kelemahan Omar seketika tegang menyaksikan kejadian itu. Mereka sangat gusar apa yang akan terjadi setelah Omar melakukan itu.
Tapi ternyata dugaan mereka salah. Omar baik-baik saja tidak ada tanda-tanda buruk yang terlihat dari wajahnya.
Jantung Omar dan Jasmine berpacu kencang, ini adalah interaksi pertama mereka setelah menikah dan halal dimata agama.
Semua keluarga dan tamu undangan bertepuk tangan menyaksikan kejadian itu. Cara selanjutnya berjalan dengan lancar. Kedua pengantin meminta restu dan sungkem kepada keluarga mereka baru setelah itu mereka menerima ucapan selamat dari keluarga dan tamu yang juga merupakan keluarga dekat mereka.
"Selamat ya Kak akhirnya kakak menikah. Aku senang sekali melihat kakak bahagia. Semoga kakak dan Mbak Jasmine menjadi keluarga yang SAMAWA ya" Oryza memeluk erat Omar. Kakak satu-satunya yang amat dia sayangi.
"Terimakasih Za" jawab Omar singkat.
"Mbak Jasmine selamat ya, terimakasih mau menerima kakakku sebagai suami kakak. Aku senang mempunyai kakak seperti Mbak Jasmine. Aku titip Kak Omar ya" ucap Oryza sambil memeluk Jasmine.
__ADS_1
"Walaupun dia kaku dan dingin yakinlah sebenarnya dia sangat penyayang dan memiliki hati yang hangat" bisik Oryza ditelinga Jasmine.
Jasmine tersenyum mendengar kata-kata Oryza.
"Terimakasih Oryza sayang" jawab Jasmine.
Setelah selesai akad nikah mereka beristirahat sebentar dikamar pengantin yang ada di hotel tersebut. Dan setelah selesai Maghrib nanti malam resepsi akan dilanjutkan.
Keluarga juga dipersilahkan bersantai dan beristirahat dikamar mereka masing-masing.
Jasmine membuka hiasan jilbabnya dan membersihkan makeupnya. Kemudian mengganti bajunya di dalam kamar mandi.
Ini kali kedua Omar melihat Jasmine tanpa ditutupi jilbab. Jasmine menggunakan pakaian santainya kemudian Jasmine melaksanakan shalat dzuhur.
Setelah selesai shalat Jasmine mencoba mengajak Omar bicara.
"Ka..kamu mau berganti pakaian?" tanya Jasmine.
"Nanti saja" jawab Omar singkat. Dia sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.
Sebenarnya Jasmine sangat canggung sekali berada di dalam ruangan tertutup hanya berdua dengan laki-laki. Tapi karena laki-laki itu adalah suaminya tak mungkin Jasmine mengusirnya.
"Jika kamu membutuhkan sesuatu katakan saja biar aku mengiapkannya untuk kamu" ucap Jasmine.
"Hem..." balas Omar.
Cih hanya begitu jawabannya. Umpat Jasmine kesal. Jasmine akhirnya istirahat diatas tempat tidur meluruskan kakinya yang letih karena memakai sepatu tinggi tadi. Tanpa sadar Jasmine malah tertidur.
Omar yang kurang tidur tadi malam mulai mengantuk karena tidak ada aktivitas yang bisa dia lakukan di ruangan ini. Mau keluar dia malas menanggapi tatapan orang yang melihat pengantin baru kenapa meninggalkan pasangannya sendiri di kamar.
Tadi saja kalau bukan karena desakan Om dan Tantenya dia malas sekali masuk ke kamar pengantin ini. Akhirnya Omar juga tertidur di sofa.
Sampai jam5 sore Jasmine tersentak dari tidurnya. Dia melihat hanya dia yang tidur di tempat tidur. Dimana Omar? Jasmine melemparkan pandangannya ketempat tadi Omar duduk sebelum dia tidur, ternyata Omar juga tertidur diatas sofa.
Jasmine masuk ke kamar mandi dan mandi setelah itu dia shalat ashar dan bersiap-siap karena sebentar lagi MUA akan datang mendandani mereka.
"Mmm... Mas bangun.." panggil Jasmine.
Tapi Omar tidak juga bangun.
"Omar bangun" panggilnya dengan suara yang lebih tinggi. Omar tersentak dari tidurnya dan terkejut Jasmine sudah ada didepannya.
__ADS_1
"Kamu ngapain?" tanya Omar.
"Aku hanya membangunkan kamu. Kamu gak mandi? Sebentar lagi MUA akan datang mendandani kita" Jasmine mengingatkan.
Omar mengambil posisi duduk. kemudian berdiri dan berjalan memuju kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya agar terasa lebih fresh dan segar malam ini.
Jasmine membuka koper yang dia duga pasti milik Omar. Jasmine mengambil baju ganti lengkap dengan pakaian dalam Omar dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Jasmine megeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi. Tak lama kemudian pintu kamar di ketuk. Jasmine membukanya dan dua orang MUA masuk ke kamar mereka untuk melaksanakan tugas mereka.
Saat mereka sedang mendandani Jasmine, pintu kamar mandi terbuka dan Omar keluar dengan hanya melilitkan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Pakaian kamu sudah aku siapkan diatas tempat tidur" ucap Jasmine.
Omar hanya diam dan mengambil pakaiannya yang telah disiapkan Jasmine kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian dia keluar lagi.
"Pak, ini pakaian yang akan Bapak pakai untuk acara malam ini" ucap salah satu wanita utusan dari WO.
"Letak di tempat tidur saja, nanti saya pakai sendiri" ucap Omar.
Jasmine mulai mengerti sikap suaminya yang menjaga jarak setiap bertemu lawan jenis.
"Gak apa-apa Mbak letak disitu aja nanti suami saya akan memakainya" ujar Jasmine.
"Sudah masuk shalat maghrib, saya shalat dulu ya. Setelah itu baru mulai dandannya" ucal Jasmine halus.
"Kami tidak shalat?" tanya Jasmine pada Omar.
"Nanti saja" jawab Omar singkat.
"Kami keluar sebentar ya Mbak. Sepuluh menit lagi kami datang lagi" ucap salah satu wanita itu, kemudian keduanya keluar dari kamar pengantin.
Omar hanya asik memainkan hpnya dan duduk dengan santainya disofa.
Jasmine shalat maghrib sendiri. Sebenarnya dia ingin sekali menegur Omar untuk shalat tapi dia tidak mau hari pertama mereka menikah sudah bertengkar. Biar sajalah nanti pelan-pelan Jasmine akan menegurnya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1