
Keesokan harinya..
Omar dan Jasmine sudah bersiap-siap menjalankan aktivitas mereka seperti biasa. Jasmine sudah menyiapkan semua pakaian suaminya dan meletakkannya diatas tempat tidur kemudian dia sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua pagi ini.
Omar masih mandi di dalam kamar mandi setelah itu dia memakai pakaian kerjanya. Saat sedang ingin memasang dasinya Jasmine masuk ke kamar hendak memanggilnya untuk sarapan pagi.
"Mas udah siap? sarapan yuk?" ajak Jasmine.
"Yank pasangin donk" pinta Omar.
Omar menyerahkan dasinya kepada Jasmine. Jasmine menerimanya sambil tersenyum dan menghadap suaminya.
"Semakin manja aja ya" ledek Jasmine.
"Manja sama istri pahala lho yank" goda Omar sambil mengedipka matanya.
"Kalau begitu sini aku pasangkan biar aku juga dapat pahala. Melayani suami juga pahala buatku. Emangnya Mas aja yang mau dapat pahala pagi-pagi?" Jasmine balik menggoda.
Jasmine memasangkan dasi suaminya dengan rapi. Omar membalas perlakuan istrinya itu dengan mengecup lembut bibir istrinya.
"Ini juga pahala lho Mine..." senyumnya nakal.
"Kalau hari ini kejar pahala terus bisa-bisa kita gak kerja Mas" canda Jasmine.
"Hahaha... iya..iya... Yuk kita sarapan" ajak Omar.
Mereka berjalan dengan saling merangkul sampai ke dapur.
"Kamu masak apa hari ini yank?" tanya Omar.
"Nasi goreng. Persediaan kita kosong. Nanti pulang dari Toko aku mau belanja bulanan dulu" jawab Jasmine.
"Bisa sendiri?" Omar bertanya lagi.
"Biasanya juga sendiri. Suamiku gak punya waktu untuk menemani istrinya yang manis ini pergi berbelanja. Nanti kalau ada yang culik aku jangan nangis ya" goda Jasmine.
"Maaf yank.. lain kali aku akan luangkan waktu untuk kamu. Hari ini aku gak bisa pasti banyak kerjaan menunggu dikantor karena aku cuti seminggu" jawab Omar.
"Iya aku ngerti kog Mas. Suamiku ini kan orang sibuk, CEO, pengusaha muda yang sukses, kaya dan tampan. Untungku sangat banyak menikah dengannya karena sebenarnya banyak wanita yang menginginkan dan mengejar dirinya" sindir Jasmine.
Omar jadi teringat kata-kata Jasmine waktu Omar mengajaknya menikah.
Flashback On
"Apa keuntunganku menikah denganmu?" tanya Jasmine.
"Hei Nona kau bertanya apa keuntunganmu menikah denganku? apa aku tidak salah dengar? Hahaha" Tawa Omar menggema, dia merasa lucu wanita ini menanyakan itu padanya.
"Kau menanyakan keuntungan menikah denganku. Aku ini seorang CEO, pengusaha muda yang sukses, kaya dan tampan jangan kau tanya kan lagi apa keuntunganmu. Harusnya aku yang bertanya apa keuntunganku menikah denganku?" tanya Omar.
__ADS_1
Flashback Off
"Wah ternyata kamu pendendam yank?" tanya Omar menggoda.
Mereka tertawa mengingat komunikasi mereka dulu sebelum menikah.
"Yank nanti ajak si Abu dan Jin makan malam dirumah ya. Aku akan masak enak dan setelah itu kita mau bagikan oleh-oleh buat mereka" ucap Jasmine.
"Tapi jangan masak rendang seperti dulu lagi ya yank. Mereka masih trauma kalau kamu ajak makan disini" Omar mengingatkan.
Jasmine kembali tertawa mengingat aksi balas dendamnya pada Trio Ambisi setelah menikah. Jasmine sengaja memasak rendang pedas sampai para Trio Ambisi sakit perut keesokan harinya, bahkan Omar sempat demam karena kekurangan cairan.
"Dulu kan aku emang sengaja Mas balas dendam atas perlakuan kalian yang menjebakku dalam pernikahan ini" elak Jasmine.
"Iya kami tau kog yank makanya kami gak marah pada kamu. Kami sangat tau diri telah menyeret kamu dalam masalah pribadiku. Tapi sekarang aku bersyukur akan hal itu" ucap Omar sambil menatap istrinya dengan lembut.
Omar dan Jasmine menikmati sarapan pagi mereka sambil mengobrol santai. Setelah selesai sarapan Omar bergegas berangkat ke kantor.
"Aku pergi dulu ya yank. Kamu hati-hati bawa mobilnya" pinta Omar.
"Iya Mas. Jangan lupa pesan aku tadi ya buat si Abu dan si Jin" Jasmine mengingatkan suaminya.
"Oke sayang akan aku sampaikan" balas Omar.
"Oh iya bilang juga sama Kevin, aku akan mengajak Sheila untuk ikut makan malam dengan kita biar si Abu makin semangat datang ke sini" Jasmine mengutarakan idenya.
"Wah bagus itu sayang ide kamu, pasti si Abu senang banget dapat kabar seperti ini. Udah ya hampir telat ni. Dah sayang" Omar pamit dan mengecup kening istrinya.
Jasmine sudah tidak sabar menyampaikan kabar gembira kepada Zahra kalau Omar sudah bersedia untuk bertemu dengan Zahra. Pasti mertuanya sangat senang mendengar berita ini.
****
Di Perusahaan Barrakh Corp.
"Pagi Bro, makin cerah aja ya tuh wajah pulang honeymoon, sepertinya sebentar lagi kita siap-siap mendapat kabar mendapat ponakan baru Gus" ledek Kevin.
"Iya Bos wajah kamu bersinar seperti lampu jalanan dimalam hari" sambut August.
"Apa gak ada perumpamaan yang lain Gus? Jelek amat gua disamain sama lampu jalanan" jawab Omar kesal.
"Mana oleh-oleh buat kami Bro. Kami udah bela-belain jagain kantor selama seminggu dan menahan diri untuk tidak menghubungi kamu" tuntut Kevin.
"Ada kabar gembira buat kalian. Nanti malam Jasmine mengundang kalian untuk makan malam di apartemen sekalian bagiin oleh-oleh untuk kalian" ucap Omar.
"Duh Gus mendadak aku merinding. Sepertinya istri si Aladin itu ada niat jahat mau ngerjain kita lagi Gus. Seram aku" tutur Kevin.
"Iya Vin, perasaanku juga gak enak. Terakhir kita diundang makan malam berakhir dengan diare" sambut August.
"Hahaha sudah aku duga kalian akan berkata seperti itu. Aku juga sudah bilang sama My Mine kalau kalian masih trauma diundang makan malam sama dia" Omar tertawa melihat reaksi kedua sahabatnya ini.
__ADS_1
"Tenang kali ini dia mengundang kalian dengan tulus dan tidak punya niat apapun. Malah dia berpesan khusus untuk kamu Vin. Katanya nanti malam dia juga akan mengajak Sheila makan malam dirumah" sambung Omar.
"Nah kalau berita seperti ini aku suka. Oke dengan senang hati aku datang kalaupun harus diare lagi aku rela deh asalkan bertemu dengan Dek Sheila tersayang" oceh Kevin.
"Halaaaah lebay lo bro tadi siapa coba yang bilang merinding dan trauma segala" ledek August.
"Tadikan aku gak tau Gus kalau Dek Sheila juga ikut" balas Kevin.
.
.
Siangnya di Toko Kue Jasmine.
"Terimakasih Mbak Jasmine oleh-olehnya" ucap para karyawan toko.
"Sama-sama. Maaf aku gak bisa bawa lebih ya" jawab Jasmine.
"Ini juga udah mantap Mbak" balas Rike.
Jasmine tersenyum melihat semua karyawannya tersenyum bahagia mendapat oleh-oleh darinya.
"Bu Zahra bisa ikut saya sebentar ke atas" pinta Jasmine.
"Baik Jasmine" jawab Zahra.
Jasmine dan Zahra naik kelantai atas dan masuk keruang pribadi Jasmine.
"Silahkan duduk Ma" Jasmine mempersilahkan Zahra duduk di sofa.
Sontak Zahra terkejut mendengar ucapan Jasmine.
"Mmm.. Mama?" tanya Zahra terbata-bata.
"Ya Mama... Ibu kan Mamanya Mas Omar berarti Mamaku juga. Mama mertua" jawab Jasmine sambil tersenyum.
"Ini oleh-oleh khusus buat Mama dari Mas Omar. Dia bilang Mama suka koleksi tas dulu dan Mama juga suka warna merah" Jasmine menyerahkan bingkisan khusus untuk Zahra.
Sontak Zahra menangis menerima pemberian Jasmine.
"Dia masih mengingatnya sayang?" tanya Zahra sambil memeluk tas yang dibelikan anaknya.
"Ya.. dia mengingatnya dengan baik dan ada kabar gembira buat Mama" ucap Jasmine.
"Apa Jasmine?" tanya Zahra penasaran.
"Mas Omar ingin bertemu dengan Mama...." jawab Jasmine.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG