BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 12


__ADS_3

"Gus sudah dua minggu berjalan kerjasama kita dengan ceweknya si Aladin. Itu artinya tinggal dua minggu lagi waktu yang diberikan Om Rey padaku" Omar mengingatkan August akan ancaman pamannya.


August hampir saja lupa siapa yang dimaksudkan Omar cewek si Aladin. Karena sudah dua minggu ini Omar memang tidak pernah mengungkit atau menyebut nama wanita itu. Padahal memang sudah sejak awal Omar tidak pernah menyebut nama wanita itu. Fikir August.


"Kamu tanya saja Bos langkah selanjutnya pada Kevin. Aku juga tidak tau apa yang direncanakan Kevin" jawab August.


"Ck... Kamu panggil dia kemari" ucap Omar kesal. Ternyata kalau urusan wanita dia dan sahabatnya ini sama saja. Percuma saja kalau dia cerita sama August.


"Vin, kamu keruangan Bos sebentar" pinta August.


Kevin masuk keruangan Omar yang didalamnya sudah ada Omar dan August.


"What's up bro? kenapa lagi dengan wajah kamu. Kayak cewek lagi datang bulan aja" ledek Kevin.


"Kamu, selalu saja wanita yang ada dalam kepala kamu" jawab Omar kesal.


"Wajah kamu kusut banget" ucap Kevin.


"Sudah dua minggu ini berlalu. Waktuku hanya tinggal dua minggu lagi yang diberikan papa kamu padaku. Apa kamu lupa?" ucap Omar dengan nada yang mulai meninggi.


"Oh masalah itu toh" jawab Kevin santai.


"Enteng banget kamu jawabnya" wajah Omar semakin kesal melihat tingkah sepupunya itu.


"Tenang Bro aku sudah memikirkan rencananya matang-matang. Sesuai rencana awal kita karena kelemahan kamu yang tidak bisa mendekati ataupun merayunya terpaksa kita lancarkan akal bulus kita. Sebenarnya aku kasihan dengan Jasmine. Dia wanita baik-baik, sayang kalau harus menikah dengan kamu" ledek Kevin.


"Kevin" teriak Omar marah.


"Oke.. Oke.. walau aku bejat tapi rasanya aku sedikit merasa bersalah kalau harus menjebaknya. Kalau wanita di club yang sering aku jumpai sih aku tidak keberatan setimpal dengan kelakukan mereka juga. Jasmine wanita berbeda. Tapi tenang demi kamu aku akan merencanakan semuanya" ucap Kevin.


"Gus kamu telepon Jasmine, suruh dia datang ke kantor besok jam 10. Besok jadwal kamu kosongkan di jam segitu?" tanya Kevin.


"Gimana Gus?" Omar balik bertanya pada August.


"Kosong Bos" jawab August.


"Bagus. Kamu bersiap untuk besok dan ingat apapun yang besok aku perintahkan untuk kamu lakukan jangan sekalipun membantahnya. Semua demi masa depan kamu" ancam Kevin.


"Kamu jangan berbuat macam-macam Vin?" Omar merasa tidak nyaman dengan rencana Kevin ini.


"Tenang kamu tinggal ikuti sandiwara ini dengan baik selebihnya biar aku saja yang bertindak" ucap Kevin.


Omar terlihat seperti sedang berfikir.

__ADS_1


"Gus buruan kamu hubungi Jasmine. Bilang pertemuan besok membahas tentang acara ulang tahun CEO Barrakh Corp" perintah Kevin.


"Bentar Vin, aku hubungi wanita itu ya" August mengeluarkan benda pipih dari saku celananya kemudian mencari nama Jasmine dan langsung melakukan panggilan.


"Assalamu'alaikum" sapa Jasmine dari seberang.


"Wa'alaikumsalam Nona Jasmine" jawab August.


"Duh Pak August sudah saya bilang berulang kali panggil nama saya saja. Saya jadi gak enak mendengarnya" kilah Jasmine.


"Ada perlu apa Pak August menelpon saya? Bukannya cake pesanan untuk besok sudah anda kirimkan tadi kepada teman saya?" tanya Jasmine.


"Besok anda bisa ke kantor Barrakh Corp?" tanya August.


"Jam berapa? Mm.. maaf kalau boleh tau pertemuannya membahas tentang apa ya?" Jasmine balik bertanya.


"Pertemuannya jam sepuluh, kita akan membicarakan acara ulang tahun CEO Barrakh Corp yang diadakan dua minggu yang akan datang" jawab August.


"Oh baiklah. InsyaAllah besok saya akan ke perusahaan Barrakh Corp. Besok saya akan bertemu siapa. Pak August atau Pak Omar?" tanya Jasmine lagi.


"Dengan kami bertiga. Saya, Bos dan Pak Kevin. Kita akan membicarakan konsep Ultah beliau" August menjelaskan.


"Oke kalau begitu sampai ketemu besok" jawab Jasmine.


"Gimana?" tanya Kevin langsung begitu August menyimpan Hpnya kembali kedalam saku celana.


"Dia bersedia datang besok jam sepuluh" jawab August.


"Oke. Siapkan mental kamu, untuk kali ini kamu harus mau berdekatan dengan wanita demi keberhasilan rencana kita" perintah Kevin.


Seketika Omar menjadi tegang. Hal ini lah sebenarnya yang paling dia tidak suka tapi seperti yang diucapkan Kevin barusan semua demi masa depannya dia harus melakukannya.


"Tenang bro, kamu jangan tegang begitu. Seperti mau berperang saja" ledek Kevin.


"Sebenarnya aku lebih memilih maju ke medan perang dari pada harus melakukan hal yang ada difikiran kamu itu besok. Tapi seperti yang kamu bilang demi masa depan aku akan berusaha menahan hatiku" jawab Omar tegas.


Kevin tertawa mendengar jawaban Omar. Walaupun Kevin tau Omar selalu serius menjalankan pekerjaannya tapi dia masih tidak menyangka kali ini Omar benar-benar serius mengalahkan egonya untuk berdekatan dengan seorang wanita dan akan menjalankan perannya besok.


**


Di Toko Kue Jasmine.


"Ada apa Mine?" tanya Sheila.

__ADS_1


"Besok aku dipanggil ke Perusahaan Barrakh Corp" jawab Jasmine.


"Ada kontrak baru lagi? Baru dua minggu lho?" tanya Sheila bingung.


"Sepertinya nggak Sheil. Dua minggu lagi mereka akan mengadakan acara Ultah CEO Barrakh Corp. Besok mau membahas mengenai acara itu" Jasmine memberi penjelasan.


"Ya ampun Mine, itu acara besar. Sepertinya kita akan mendapat durian runtuh" teriak Sheila.


"Semoga saja. Jangan bersenang dulu, kita lihat saja dulu apa permintaan mereka besok" ucap Jasmine.


"Besok kamu harus tampil maksimal Mine. Penampilan kamu harus lebih cantik dari biasanya. Kan mau memenangkan proyek Ultahnya CEO Barrakh Corp. Jangan sampai keduluanan orang lain" Sheila berusaha mengingatkan temannya.


"Kamu ini aneh malah koreksi penampilan aku. Harusnya kita menyiapkan bahan-bahan yang akan aku tawarkan besok. Aku mau menawarkan cake kita lho bukan ingin menawarkan diri ke sana" elak Jasmine.


"Tapi tetap aja penampilan kamu juga sangat menentukan. Kalau kamu tampil cantik besok pasti mereka semakin yakin kue-kue yang kita jual juga tak kalah cantik" jawab Sheila bersemangat.


"Enak aja aku dibandingkan dengan kue. Emangnya aku makanan?" ucap Jasmine.


"Gak jauh beda. Kamu manis seperti rainbow cake. Ceria penuh warna dan cantik. Aku yakin semua laki-laki pasti akan melirik kamu besok disana kalau kamu besok datang dengan sedikit dandanan" rayu Sheila.


"Uluh.. uluh.. pinter banget merayu udah kayak tukang kredit keliling menjajakan daster sama emak-emak komplek" ledek Jasmine, dia merasa lucu geli mendengar perkataan sahabatnya.


"Yah kan aku cuma mau nolong kamu Mine, siapa tau sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Niat hati mau menawarkan cake dan kue-kue eh pulangnya bawa jodoh" jawab Sheila sambil tersenyum.


"Hahahaha.. ngaco kamu. Mau ngerayu siapa? Si Omar sang CEO berhati dingin itu yang tidak mau mengenal wanita. Kamu tau bersalaman dengan wanita aja dia gak mau. Ogah punya suami kayak dia. Trus si Kevin playboy itu. Amit-amit dapat suami kayak dia suka jajan. Dua bersaudara itu aneh Sheil. Yang satu pecinta wanita yang satunya lagi alergi sama wanita" terang Jasmine.


"Iya juga ya. Eh masih ada asistennya" Sheila ingat satu pria lagi.


"Dia sama aja sama Bosnya walau tingkat alerginya sama wanita tidak separah CEO itu tapi auranya lebih dingin didekatnya. Tiga pria itu sama-sama aneh" tegas Jasmine.


"Hahahah... lucu mendengarkan penjelasan kamu tentang mereka" tawa Sheila pecah membayangkan tiga pria yang disebutkan Jasmine barusan.


.


.


BERSAMBUNG


Moodbusternya teman-teman, agar aku lebih semangat up setiap hari.


Like dan commentnya ya aku tunggu.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2